close
Nuga Tekno

Melawan Cyberbullying di Media Sosial

Cyberbullying?

Ya,  bully.

Kini merajalela di internet, memang cukup meresahkan banyak orang.

Walau tindakan tersebut dilakukan tidak secara langsung di kehidupan nyata, dampak dari cyberbullying justru bisa lebih parah berkepanjangan kepada korban bully.

Banyak jenis tindakan cyberbullying  yang biasa dilakukan pem-bully di media sosial.

Cara-cara tersebut bisa berupa ledekan yang dilontarkan pada kolom komentar akum medsos korban, hingga cara yang paling tidak etis, yaitu meretas akun medsos korban dengan konten yang tidak sesuai.

Tindakan ini, tentu harus dilawan. Sebagai pemilik akun medsos, jangan biarkan cyberbullying mendarah daging dan merusak kehidupan penggunanya.

Agar dapat hidup tenang baik dalam kehidupan nyata maupun di internet, ini dia cara ampuh melawannya seperti ditulis i laman ConnectSafely

Sebuah bisnis baru hadir di Korea Selatan untuk memberikan layanan perlindungan pada anak dari tindak bullying.

Kamu tidak perlu merespon komentar yang bersifat intimidatif, yang mencaci, mengejek, menghina dan juga mencela.

Jika kamu malah bereaksi, pelaku bullying akan puas dan akan terus-menerus melakukan hal ini

Ibarat kalimat ‘masuk kuping kiri, keluar kuping kanan’, kamu tidak perlu membalas dendam atas tindakan yang diterima.

Jika kamu membalas secara terang-terangan, pelaku bullying akan terus mencari ‘sekutu’ pem-bully yang baru

Sebanyak seratus lima puluh juta pelajar yang berusia tiga belas hingga lima belas tahun adalah korban teman sebaya mereka, kata satu laporan yang dikeluarkan Dana Anak…

Lebih baik bagi kamu untuk meng-capture bukti bullying yang dilakukan di media sosial, baik itu berupa pesan, foto atau komentar agar bisa ditunjukkan ke pihak yang berwenang.

Jika aksi cyberbullying terus berlangsung, kini saatnya kamu untuk melaporkan ke pihak berwajib, seperti pengelola medsos, guru, orangtua, kerabat dekat.

Selain langkah-langkah di atas, kamu juga harus menjaga keamanan akun medsosmu.

Jangan tulis informasi personal begitu detail di medsos, seperti alamat dan nomor ponsel.

Kamu bahkan disarankan untuk selalu log out dan keluar dari semua akun internet milik kamu agar menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hidup terlalu berharga untuk terus diratapi dalam kesedihan. Jangan terlalu larut dalam komentar negatif yang dapat merusak hidupmu. Maka yang harus dilakukan adalah stand up dan lawan siapapun yang menganggu Anda di medsos.

Sementara itu bagi pengguna Android pasti sudah tidak asing dengan Play Store.

Alasannya, Play Store merupakan toko yang menyediakan beragam aplikasi untuk sistem operasi robot hijau tersebut.

Meski didesain sebagai toko utama, tak jarang pengguna Android masih mengalami masalah saat mengunduh aplikasi. Salah satu yang kerap ditemui adalah unduhan yang tertunda.

Masalah ini memang tidak mengganggu performa, tapi terkadang menjengkelkan.

Nah,  ini dia  cara mengatasi unduhan yang tertunda di Play Store.

Kadang, masalah utama dari proses download yang tertunda di Play Store adalah soal jaringan. Tidak hanya data seluler, jaringan Wi-Fi yang jadi andalan, ternyata dapat menjadi penyebab utama.

Untuk itu, kamu dapat beralih jaringan ke data seluler, alih-alih mengandalkan Wi-Fi. Namun perlu diingat, cara ini tentu akan menyedot kuota internet milikmu.

Cara lain yang dapat dilakukan menghapus cache di Google Play Store. Hal ini penting karena cache tak jarang dapat mempengaruhi kinerja perangkat.

Karenanya, kamu dapat mulai pergi ke menu Settings dan pilih My Apps. Setelah itu, pilih Google Play Store, buka Storage, dan klik Clean Cache.

Masalah yang juga kadang terjadi adalah versi Play Store milikmu sudah lawas. Karenanya, kamu perlu memperbaruinya.

Caranya, kamu buka menu Settings yang ada di Play Store. Lalu, geser ke bawah hingga menemukan Play Store Version. Setelah itu, ketuk beberapa kali untuk memperbaruinya.

Penyebab lain ada unduhan yang tertunda adalah memori internal yang tinggal sedikit. Satu-satunya cara untuk mengatasi ini adalah menghapus aplikasi atau data yang tidak terpakai.

Langkah terakhir yang dapat kamu lakukan adalah memasang ulang Google Play Store yang ada perangkatmu.

Selain itu, kamu juga dapat melakukan mengatur ulang (reset) Android di perangkat. Namun perlu diingat, cara ini dapat menghapus data yang ada di perangkatmu.