Matahari Akan Redup Diakhir Usianya

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 September 2013 | 16:49 WIB

Dibaca: 2 kali

Matahari, tahun ini, 2013, akan mencapai puncak terlemah dari siklus yang ke-24 dari siklus 11 tahunan yang beredar sepanjang masa.. Puncak siklus ini, menurut para ilmuawan, ditandai banyaknya bintik Matahari atau dikenal dengan sunspot.

Bintik Matahari adalah daerah yang lebih gelap di permukaannya, dan dianggap sebagai hasil interaksi plasma dan medan magnetnya.

Bintik itu merupakan asal lidah Matahari yang oleh ilmuwan disebut sebagai istilah flare yang melontarkan partikel bermuatan dan bisa berdampak pada Bumi, seperti rusaknya satelit, terganggunya jaringan listrik dan telekomunikasi radio, hingga munculnya aurora.

Ternyata, siklus ke-24 yang dimulai tahun 2011, hingga kini tidak menunjukkan penambahan jumlah bintik Matahari berarti. ”Ini merupakan aktivitas puncak siklus terlemah yang pernah teramati dalam 100 tahun terakhir,” kata David Hathaway, peneliti dari Pusat Penerbangan Antariksa Marshall, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, seperti yang dikutip “nuga.co,” dari situs “space.com” beberapa harilalu.

Para ilmuawan NASA itu yang mengamati Matahari dari Colorado, AS, seperti Giuliana de Toma, mengatakan, bintik Matahari yang teramati tahun ini terletak di area yang sama dengan bintik Matahari yang muncul selama puncak siklus Matahari sebelumnya.

Melemahnya puncak siklus Matahari cocok dengan pola memudarnya siklus Matahari setiap 100 tahun sekali. Kondisi serupa terjadi pada awal abad ke-19 dan ke-20. Para ilmuwan perlu menggali dan menguji pengetahuan tentang kerja Matahari untuk memprediksi kekuatan siklus Matahari pada masa depan.

Pelemahan puncak siklus Matahari ini merupakan bagian dari prediksi ilmuwan bahwa, lebih kurang lima miliar tahun lagi, atau menjelang akhir usianya, Matahari akan kehilangan bahan bakarnya.

Bintang induk Tata Surya itu akan “membengkak” hingga lapisan luarnya mengembang, berubah menjadi apa yang disebut dengan bintang raksasa merah.

Proses terus berlanjut hingga akhirnya Matahari kehilangan seluruh materialnya dan planet-planet seperti Merkurius, Venus, dan Bumi tertelan. Pada akhirnya, Matahari nantinya hanya akan berupa inti bintang yang kecil dan mampat, diistilahkan dengan bintang katai putih.

Seperti apa wajah Matahari lima miliar tahun lagi? Citra dari teleskop antariksa Hubble menyuguhkan gambarannya. Citra itu, seperti digambarkan di atas, menunjukkan bintang HD 184738 yang terletak di nebula planet di konstelasi Cygnus.

HD 184738 kini tengah mengalami tahap perubahan menjadi bintang raksasa merah dengan lapisan luarnya yang mengembang. Cahaya merah dan jingga yang ditunjukkan pada foto merepresentasikan gas hidrogen dan nitrogen. Wajah Matahari menjelang akhir usianya nanti akan seperti HD 184738.

Sebenarnya, HD 184738 adalah bintang yang berbeda dengan Matahari. Bintang ini termasuk bintang golongan Wolf Rayet, 20 kali lebih masif dari Matahari. Nama golongan bintang diambil dari nama astronom Perancis, Charles Wolf dan Georges Rayet.

HD 184738 sangat terang dalam pengamatan dengan inframerah dan tampak dikelilingi oleh debu yang serupa dengan debu pembentuk Bumi. Sampai kini, asal-usul debu itu belum diketahui. Citra ini dirilis oleh tim Hubble dan European Space Sgency di situs spacetelescope.org pada, pekan ketiga September 2013 lalu.

Komentar