Manusia Bisa Jadi Secerdas Android?

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 April 2016 | 16:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Google sedang merancang karya besar untuk menjadikan manusia lebih “sempurna,” atau dengan kata lain seperti Android.

Langkah  Google ini seperti diungkapkan dalam tulisan “playboy,” Senin, 25 April 2016, ditujukan hendak mendobrak nilai pepatah “tak ada gading yang tak retak.”

Artinya tak ada manusia yang sempurna.

Director of Engineering Google Ray Kurzweil  menegaskan,”Manusia punya kapasitas otak terbatas. Setidaknya sejuta kali lebih lambat dari elektronik komputasi”

Untuk itu, kata Kurzweil, kecerdasan manusia harus ditingkatkan dengan menyisipkan nanobot ke dalam otak.

Rencana itu bakal mulai direalisasikan Google pada empat belas tahun mendatang.

Kurzweil berharap kepintaran manusia tak lagi memiliki celah pada 2045.

“Singkatnya, otak manusia diproyeksikan akan secerdas sistem operasi Android.  “Kami sudah menuju ke sana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perangkat Android yang saat ini masih terpisah dengan tubuh manusia akan menjadi bagian yang menyatu seutuhnya.

Ia pun mencontohkan kemungkinan yang terjadi jika hal tersebut terealisasi.

“Misalnya saya berjalan dengan pendiri Google Larry Page. Saya punya waktu tiga detik untuk mempersiapkan omongan cerdas. Otak saya tak akan mampu mempersiapkannya,” ia menuturkan.

“Saya butuh referensi sejuta modul dalam dua detik. Saya bisa mengaksesnya dari sistem cloud, seperti yang saat ini dimungkinkan smartphone. Dengan begitu, saya bisa mengeluarkan kalimat-kalimat yang benar,” ia menambahkan.

Sebelumnya, Google juga telah membuat  robot berkaki dua

Meski berkaki dua, penampakan sang robot sama sekali tidak mirip manusia.

Rancangannya tampak berbeda dari robot-robot militer bikinan Boston Dynamics yang juga merupakan anak perusahaan Alphabet.

Seperti ditulis  The Guardian, robot yang belum punya nama resmi ini diumumkan dalam ajang New Economic Summit di Tokyo, Jepang.

Sang robot dimaksudkan untuk penggunaan sipil. Ia sanggup berjalan dengan membawa beban seberat enam puluh  kilogram melewati medan yang tidak rata, juga menaiki tangga.

Belum diketahui apakah robot Schaft bakal benar-benar menyapa konsumen atau tidak.

Seorang juru bicara  menyebutkan bahwa presentasi di NEST bukan dimaksudkan sebagai peluncuran produk, melainkan lebih bersifat demonstrasi.

“Tim penciptanya sangat senang mendapat kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja mereka sejauh ini,” kata sang juru bicara.

Kabar lain juga datang dari Google berupa wujud perdamainnya dengan Microsoft

Kedua raksasa teknologi itu akan mencabut segala tuntutan hukum yang hingga kini masih diproses di pengadilan.

Selain itu, keduanya juga setuju untuk lebih mengedepankan perundingan. Jika kembali terjadi masalah di masa yang akan datang, keduanya lebih memilih untuk berembuk terlebih dahulu.

Apabila tidak ditemukan jalan keluar, barulah langkah hukum diambil.

“Microsoft sudah setuju untuk membatalkan tuntutan hukum terhadap Google. Tindakan ini merupakan usaha kami untuk mengubah prioritas hukum yang kami jalani. Kami akan fokus bersaing dari sisi bisnis dan konsumen saja,” kata juru bicara Microsoft seperti ditulis  Recode, Minggu kemarin

Google juga mengeluarkan pernyataan serupa.

Pihak Google menyatakan bakal membatalkan segala tuntutan hukum terhadap Microsoft.

“Perusahaan kami memang bersaing dengan agresif. Tapi kami ingin menjalani persaingan dalam hal pengembangan produk, bukan dalam persoalan tuntutan hukum,” ujar juru bicara raksasa mesin pencari itu.

Sebelumnya, Microsoft dan Google memang dikenal kurang akur. Keduanya sering berhadapan di pengadilan beberapa negara, seperti Uni Eropa, Argentina, Brasil, Kanada, dan India.

Salah satu topik pertikaian di antara keduanya adalah hak paten.

Kedua raksasa teknologi ini memang sudah banyak berubah, terutama saat tampuk kepemimpinan

Microsoft ada di tangan Satya Nadella dan Google di tangan Sundar Pichai. Hubungan keduanya lebih dekat ketimbang saat Steve Ballmer dan Eric Schmidt memimpin masing-masing perusahaan.

Contohya, di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai banyak membuat dan menghadirkan aplikasi untuk platform Android. Salah satunya adalah Office.

Komentar