Malware Nyamar di Aplikasi Google Photos

Penulis: Darmansyah

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:25 WIB

Dibaca: 4 kali

Google telah lama mendukung Windows versi terbaru. Selain menghadirkan aplikasi pencarian, Google tidak pernah membawa satupun aplikasi populernya ke Windows Store.

Gara-gara itu, saat akhir pekan lalu ada aplikasi Google Photos secara resmi ada di Windows Store, banyak pengguna jadi sangat senang.

Sayangnya, belakangan baru diketahui kalau aplikasi bernama “Album by Google Photos” dan dipublikasi oleh “Google LLC” ternyata merupakan malware. Dalam laporan Softpedia , malware tersebut menyamar jadi aplikasi Google.

Untuk alasan tertentu, aplikasi palsu ini berupaya untuk mem-bypass filter Microsoft dan tersedia untuk diunduh.

Meski sejumlah pengguna percaya bahwa aplikasi tersebut benar-benar Google Apps, ada juga beberapa review yang diunggah ke Windows Store justru curiga dan menyebut bahwa aplikasi itu palsu dan merupakan malware belaka.

Alih-alih aplikasi Google, malware ini justru menampilkan iklan di latar belakang dan membuat pengguna mengeklik agar si penyerang dapat duit.

Sebagaimana ditulis dalam Twitter, Google LLC bukanlah pengembang resmi di Microsoft Windows Store. Kemungkinan pengembangnya memakai nama tersebut agar terkesan asli.

Gara-gara hal ini, muncul beragam pertanyaan terkait dengan proses verifikasi Microsoft yang dianggap gagal mendeteksi aplikasi jahat.

Review pada Microsoft Store juga memperingatkan bahwa aplikasi ini merupakan palsu semata. “100 persen aplikasi palsu, mengeluarkan box pop-up yang terkait malware dan kontak Microsoft, meminta informasi kredensial,” kata salah satu review dari pengguna.

Untuk memakai aplikasi ini memang pengguna dimita memasukkan informasi akun Google mereka. Dari proses ini, tidak diketahui apakah ada akun yang telah disusupi malware tersebut.

Namun, untuk mencegah hal tidak diinginkan pada akun Google mereka, pengguna disarankan untuk terus memeriksa akun Google-nya.

Sejauh ini Microsoft telah menghapus aplikasi Google Photos palsu ini dari Microsoft Store, sehingga pengguna tak bisa lagi menginstalnya.

Tidak jelas berapa banyak pengguna yang sudah mengunduhnya, meski begitu, kemungkinan besar aplikasi ini tak sempat untuk berbuat kerusakan lebih parah.

Selain itu Anda juga perlu tahu  kalau  Android telah terjangkit malware

Banyak malware yang berupaya mengumpulkan data akun perbankan, nomor kartu kredit, kontak, dan lain-lain. Begitu mendapatkan informasi ini, aplikasi malware akan mentransfernya ke penjahat siber penyebar malware.

Dalam banyak kasus, transfer informasi tersebut bakal membuat kuota pengguna banyak terpakai.

Serangan malware membuat kinerja smartphone berpotensi jadi lemot.

Jika smartphone kamu jadi sangat lemot meski perangkat tersebut belum lama dibeli, bisa jadi smartphone tersebut terkena malware. Terutama jika kamu sudah me-reboot perangkat tapi tak ada perubahan apapun.

Kebanyakan malware dirancang untuk beroperasi di background dan terus bekerja setiap saat untuk mengambil berbagai data yang diinginkan.

Nah, cara kerja malware yang tanpa henti itu berpotensi besar membuat baterai smartphone jadi boros, padahal penggunanya hanya memakai smartphone untuk kinerja ringan.

Kamu perlu curiga saat baterai smartphone cepat drop padahal tidak dipakai untuk tugas-tugas berat.

Terkadang, saat kamu sedang menelepon, tiba-tiba telepon terputus karena sulit dapat sinyal. Namun ternyata hal itu juga bisa karena gangguan malware. Jika kamu terlalu sering mengalami panggilan terputus, bisa jadi itu adalah ulah malware.

Komentar