Lompatan Detik “Kacaukan” Internet

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Januari 2015 | 11:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Leap second atau lompatan detik atau detik kabisat merupakan hal yang sudah terjadi sejak empat puluh tiga tahun lalu. Fenomena ini membuat waktu menjadi lebih lambat beberapa detik dan ternyata, ia berdampak cukup buruk bagi berbagai bidang.

Tiga tahun lalu lalu ketika lompatan detik terjadi, beberapa layanan internet besar mengalami kesalahan dan masalah pada sistem. Seperti Foursquare, Reddit dan LinkedIn. Ketiga situs ini kesulitan untuk menyesuaikan waktu karena lompatan detik ini.

Dalam kasus Reddit, masalah tersebut muncul karena sistem Linux yang kebingungan dalam memeriksa Network Time Protocol untuk menyesuaikan waktu.

Bahkan pada tahun 2012 lalu pencipta Linux, Linus Torvalds berkomentar mengenai sulitnya menyesuaikan sistem dengan waktu yang melambat.

“Hampir setiap kali kita menghadapi lompatan detik, kita menemukan hal yang benar-benar menjengkelkan,” ujar Torvalds dikutip dari The Verge.

“Ini adalah kasus klasik dalam pengkodean. Hal ini pada dasarnya tidak pernah terjadi dan diuji dalam kondisi normal,” lanjutnya.

Bukan hanya pada situs internet, masalah besar juga terjadi pada Virgin Airlines. Saat itu penerbangan terganggu karena waktu yang tidak sesuai.

Bahkan kasus ini membuat empat penerbangan maskapai penerbangan Qantas tertunda.

Perusahaan teknologi Google telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi lompatan detik ini.

Dalam sistemnya, Google telah menyesuaikan penghitungan waktu dengan menambahkan beberapa milidetik pada perhitungan waktu. Sehingga, server tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang salah ketika lompatan detik terjadi.

Tentu saja tidak semua perusahaan dan penyedia situs internet telah dapat melakukan penyesuaian seperti Google dan pastinya akan ada masalah yang dialami oleh banyak sistem dalam berbagai bidang di dunia.

Melambatnya laju waktu karena fenomena detik kabisat atau lompatan detik atau leap second sempat memberi dampak negatif pada 2 Juli 2012 silam.

Kala itu, meski hanya menambahkan 1 detik pada waktu normal, fenomena ini menumbangkan layanan internet besar sekelas Foursquare, Reddit, Mozilla, Pirate Bay, hingga LinkedIn.

Seluruh layanan di atas merupakan situs yang menggunakan server Linux serta menjalankan aplikasi Java. Hal ini terjadi karena server Linux memiliki rujukan waktu pada Network Time Protocol. NTP sendiri berbasis pada jam atom yang menampilkan hitungan detik hingga lima puluh sembilan.

Ketika fenomena ini terjadi, penambahan satu detik ekstra pada jam atom dilakukan dengan menampilkan detik lima puluh sembilan selama dua kali. Inilah yang membuat sistem dan server kebingungan dalam membaca waktu yang tepat.

Bahkan hal ini membuat pencipta Linux, Linus Torvalds berkomentar mengenai sulitnya menghadapi fenomena ini.

“Hampir setiap kali kita menghadapi lompatan detik, kita menemukan hal yang benar-benar menjengkelkan,” ujar Torvalds dikutip dari The Verge.

“Ini adalah kasus klasik dalam pengkodean. Hal ini pada dasarnya tidak pernah terjadi dan diuji dalam kondisi normal,” lanjutnya.

Lompatan detik adalah sebuah fenomena di mana waktu Bumi melambat beberapa detik.
Hal ini terjadi karena gerak rotasi Bumi tidak teratur, bisa disebabkan oleh pasang surut dan perubahan dalam inti Bumi. Hal ini berdampak pada perubahan waktu yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Tahun ini, lompatan detik akan terjadi pada 30 Juni mendatang dengan tambahan sebanyak satu detik.

Para ahli sepakat bahwa waktu di Bumi harus disesuaikan dengan jam atom sebagai acuan waktu dunia.

“Jam atom menjaga jalannya waktu jauh lebih baik dari pada bumi itu sendiri. Mereka satu juta kali lebih stabil,” ujar Peter Whibberley, ahli lompatan detik dari National Physical Laboratory di Teddington, Inggris, kepada The Guardian.

Untuk mendapatkan waktu yang sesuai dengan gerakan Bumi, maka satu detik ekstra ditambahkan secara berkala pada Universal Time Coordinated sebagai patokan standar waktu dunia.

Aturan ini dibuat oleh para ilmuwan di IERS, sebuah lembaga internasional yang bertugas memantau waktu dunia berserta standarnya yang diukur melalui Earth Orientation Parameters (EOP) dan International Celestial Reference System (ICRS).

Kesepakatan menyamakan waktu dunia dipandang penting oleh pemerintah di suatu negara. Karena, hal ini berhubungan dengan sistem waktu pada layanan yang berkaitan dengan komunikasi, navigasi, penerbangan, dan layanan lain.

Lompatan detik pertama kali ditemukan pada tahun 1972. Saat itu Bumi melambat hingga lima belas detik dari tahun sebelumnya.

Berbeda dengan Google. Dalam menghadapi fenomena ini perusahaan telah menyiapkan teknik khusus yang mereka sebut “leap smear”.

Dalam teknik ini, mereka memodifikasi pola pengaturan berjalannya waktu pada server Network Time Protokol internal dengan menambahkan beberapa milidetik secara bertahap. Sehingga, server tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang salah ketika lompatan waktu terjadi.

“Semua server kami kemudian dapat melanjutkan pekerjaannya seperti biasa tanpa terpengaruh lompatan detik yang terjadi. Tim kami akan memastikan bahwa fluktuasi waktu tidak akan memengaruhi produk dan layanan Google,” tulis Google dalam blognya.

Leap smear sendiri merupakan hasil eksperimen dan kerja keras para insinyur Google selama bertahun-tahun. Mereka berharap teknik ini dapat memecahkan masalah besar yang bisa dialami banyak pihak di dunia.

Waktu yang tepat digunakan untuk menjalankan seluruh layanan Google, termasuk mesin pencari, navigasi, email, dan akan berpengaruh pada setiap data yang mereka hasilkan.

Selain layanan internet, detik kabisat yang terjadi pada 2012 lalu juga memengaruhi layanan penerbangan.

Komentar