Line, Pembeli dan Pembunuh Mix Radio

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Februari 2016 | 08:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda penggemar Mix Radio?

Kalau iya, legowolah.

Sebab layanan streaming musik, yang dulunya milik Mocrosoft, dan kemudiannya dibeli Line, aplikasi internet milik Jepang itu, akan “membunuhnya.”

Alasannya?

“Setelah melakukan penilaian yang cermat dari kinerja anak perusahaan secara keseluruhan, tantangan keuangan yang ditimbulkan oleh pasak musik streaming, dan prioritas Line Corporation, Line telah menetapkan bahwa pertumbuhan di masa depan akan sulit.”

“Kami memutuskan untuk menghentikan layanan streaming musik, Mixradio,” tulis pernyataan Line, yang dikutip dari Gizmodo.

Line memang perlu menutup layanan tersebut mengingat mereka juga mempunyai layanan sejenis di dalam Line Music.

Jadi jelas tak masuk akal memiliki dua layanan sekaligus.

Tidak disebutkan dalam rilis itu kapan waktu MixRadio akan secara resmi berakhir.

“Kemungkinannya pada beberapa minggu ke depan,” tulis “gizmodo,” Rabu, 17 Februari 2016..

MixRadio merupakan layanan streaming musik yang sudah diselenggarakan di tiga puluh satu negara, termasuk Indonesia.

Fungsi ini sebelumnya ekslusif tersedia untuk ponsel Windows Phone buatan Nokia.

Dibelinya MixRadio oleh Line sekaligus menjadi akuisisi pertama raksasa pesan instan dari Asia tersebut.

Seluruh transaksi pembelian rampung awal setahun silam.

Namun hanya butuh satu tahun untuk mempertahankan MixRadio oleh Line.

Line sendiri sebelumnya telah bekerjasama dengan Sony untuk membuat perusahaan musik bernama Line Music Corporation.

Line, perusahaan yang terkenal akan aplikasi messenger, belum terlalu lama mengakuisisi MixRadio dari Microsoft.

Meski bakal menutup layanan MixRadio, Line sebenarnya masih memiliki layanan streaming musik lainnya, yaitu Line Music.

Akan tetapi, layanan tersebut baru tersedia di dua negara saja, Jepang dan Thailand.

Belum diketahui apakan layanan ini akan masuk ke Indonesia atau tidak.

Pada Desember 2014, Line mengumumkan akuisisi MixRadio dari Microsoft dengan nilai yang tidak disebutkan.

Aplikasi MixRadio sendiri awalnya hanya beredar di platform milik Microsoft, seperti Windows 8 dan Windows Phone 8.

Dalam perkembangannya, ia akhirnya tersedia juga di Android dan iOS.

Layanan MixRadio sebenarnya bukan hasil pengembangan langsung dari Microsoft.

Produk tersebut sejatinya milik Nokia, tetapi diserahkan ke Microsoft sebagai bagian perjanjian penjualan bisnis ponsel Nokia

Line, perusahaan asal Jepang yang terkenal akan aplikasi messenger-nya, mengakuisisi layanan streaming musik milik Microsoft, MixRadio.

Saat ini, aplikasi MixRadio hanya tersedia di ekosistem Windows 8 dan Windows Phone 8.

Sebagai bagian dari proses akuisisi, aplikasi MixRadio tetap hadir di ponsel Lumia, tetapi sebagai layanan dari pihak ketiga.

Bagaimana dengan ekosistem Android dan iOS?

Selama ini, MixRadio tidak beredar di dua platform besar tersebut karena berada di bawah Microsoft, yang memiliki ekosistem Windows.

“Lepasnya” MixRadio dari perusahaan raksasa software tersebut semula diyakini dapat membuat MixRadio lebih leluasa untuk berekspansi ke platform lain.

“Kemitraan ini menyajikan ruang lingkup yang sangat besar bagi kami untuk memperluas layanan ke lebih banyak orang di seluruh dunia,” kata Jyrki Rosenberg, Head of MixRadiopada saat itu.

Komentar