Langkah Pembaharuan Linimasa Instagram

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 Maret 2018 | 08:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Instagram  membuat sebuah langkah pembaharusn dengan memperbaiki cara kerja linimasa layanan mereka  dengan menghilangkan algoritme yang memaksa pengguna terus menengok ke linimasa paling ke atas.

Platform berbagi foto dan video ini bukan hanya menghapus algoritme yang memaksa pembaca menelusuri linimasa teratas, tapi juga mulai menampilkan unggahan baru bagi penggunanya.

“Dengan perubahan ini, feed kalian akan lebih segar, dan takkan melewatkan momen-momen kesukaan kalian,” tulis Instagram di laman resminya.

Sebagai gantinya, Instagram akan memunculkan tombol ‘New Posts’, sehingga jika tombol itu tak ditekan pengguna tak akan memuat unggahan baru dan tetap di halaman yang sedang mereka nikmati.

Kendati demikian, Instagram belum sepenuhnya mengembalikan sistem kronologi untuk linimasa mereka.

Instagram yang begitu populer dengan unggahan foto-foto cantik, mengubah sistem algoritme mereka dari linimasa kronologis menjadi linimasa yang diurutkan berdasarkan relevansi pada dua tahun lalu

Perubahan ini pada akhirnya menyebabkan keluhan ‘massal’ dari para pengguna garis keras Instagram.

Bahkan perubahan tersebut sempat memunculkan guyonan pengguna Instagram ‘migrasi’ ke Twitter.

Instagram  mengembalikan lini masa pengguna sesuai urutan waktu seperti dahulu.

Hal itu terlihat dari versi beta yang dicoba beberapa pengguna tertentu di Amerika Serikat.

Salah satu pengguna Gunnar Freyr  memposting pengalamannya dalam lini masa yang berurutan secara kronologis di Instagram story miliknya.

Beberapa pengguna lainnya juga melaporkan hal yang sama.

Seperti sosial media pada umumnya, Instagram dulunya juga menampilkan konten dalam lini masanya secara kronologis.

Postingan yang diposting lebih awal akan muncul paling bawah, sementara yang lebih lama akan berada paling atas.

Namun setelah beberapa waktu berlalu, platform berbagi gambar dan video pendek yang dimiliki Facebook itu menganut sistem yang dijalankan induk perusahaannya.

Mereka menampilkan konten berdasarkan likes dan preferensi pengguna.

Perubahan ini didukung oleh algoritma yang secara otomatis menampilkan gambar dari orang yang berkomunikasi dengan pengguna.

Akun yang baru diikuti pun mendapatkan prioritas sehingga mendorong konten lainnya lebih jauh ke bawah lini masa.

Secara logis, terlepas dari jam berapa pengguna membuka aplikasi ini maka akun yang paling disukai pengguna akan selalu ada di atas.

Tak sedikit yang memprotes lini masa semacam ini ketika pertama kali dirilis Instagram. Pasalnya, konten menjadi tak konsisten setiap kali dibuka.

Lini masa kronologis disebut GSM Arena memberikan hirarki yang jelas untuk beberapa gambar yang diposkan oleh pengguna satu demi satu terutama jika urutan itu penting bagi gambar tersebut.

Algoritma saat ini tidak hanya mengacak gambar dari akun yang berbeda namun juga mengacak lini masa gambar yang diposkan dari akun yang sama tanpa alasan logis.

Sejauh ini, tidak ada pilihan bagi pengguna untuk tidak merasakan lini masa semacam itu. Facebook mempromosikan fitur ini untuk kepentingan pengguna dan hal itu meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus membantu akun untuk brand.

Brand yang memakai akun Instagram tidak perlu lagi khawatir postingan mereka terkubur di suatu tempat untuk seseorang yang tinggal di zona waktu yang berbeda.

Untuk sementara, belum diketahui apakah Instagram akan menampilkan lini masa kronologis sebagai pilihan atau sepenuhnya kembali seperti dahulu.

Belum terdapat informasi pula kapan pembaruan ini akan dirilis secara resmi di seluruh dunia.

Instagram tampaknya akan menambah fitur baru.

Setelah Insta Story, Instagram disebut akan menambah fitur panggilan suara dan video.

Hal tersebut muncul karena adanya indikasi sebuah file yang merujuk fitur tambahan Instagram dalam Application Packages atau APKs di Android.

File yang berasal dari TechCrunch itu diberi label ‘call’ dan ‘video call’ dengan ikon kamera dan video serupa.

APK itu sendiri turut berisikan semua kode aplikasi dan kerap digunakan sebagai penyimpanan fitur baru sebelum diluncurkan secara publik.

Dengan asumsi Instagram akan meluncurkan fitur komunikasi baru, hal ini lantas menjadi ancaman lebih besar lagi bagi Snapchat.

Menurut The Verge, Snapchat telah lebih dulu memiliki fitur Video Call, tapi kurang ramah.

Bila kelak fitur tersebut dikembangkan Instagram dengan akses yang lebih mudah memberi pengguna semakin sedikit untuk meninggalkan aplikasi itu.

Ditambah, saat ini tampaknya menjadi situasi yang tepat untuk Instagram menyerang Snapchat yang tengah terguncang karena gagalnya perancangan ulang.

Sebelumnya, terdapat lebih dari satu koma dua juta orang yang menandatangani petisi Change.org yang meminta perusahaan tersebut untuk mengembalikan desain awal mereka.

Snapchat sempat menanggapi itu dan mengakui bahwa banyak yang merasa tidak nyaman dengan perubahan yang mereka lakukan.

Dilaporkan TechSpot, bukti tombol ‘video call’ di Instagram pertama kali muncul pada Januari silam, tapi diperkirakan pada saat itu hanya untuk keperluan pengujian internal.

Kini setelah bukti tersebut sampai ke APK, sulit untuk menolak keberadaannya.

Komentar