Langit Indonesia Dipijari Komet Lovejoy

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Januari 2015 | 08:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Langit Indonesia hingga akhir Januari 2015 menjadi lebih indah dengan hadirnya pijar komet Lovejoy yang membuat sensasi baru bagi pencinta benda-benda langit.

Komet ini, oleh para ilmuwan, lebih dikenal dengan sebutan Q2 Lovejoy. Ya, Lovejoy yang “datang” di langit Indonesia masih bisa diamati sampai sekitar tanggal 17 Januari 2015 dari seluruh Indonesia..

Sebelumnya para ilmuwan mengatakan, komet Q2 Lovejoy akan terus berpijar hingga 24 Januari 2015 dengan kemungkinan sudah semakin meredup.

Q2 Lovejoy bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi bantuan teleskop akan lebih memperjelas pemandangan.

Komet Q2 Lovejoy awalnya ditemukan oleh Terry Lovejoy pada 17 Agustus 2014. Ia merupakan komet kelima yang ditemukan oleh Terry, yang sejatinya adalah seorang ahli teknologi informasi sekaligus astronom pemula asal Australia.

Benda asing ini diyakini berasal dari Awan Oort dan sejauh ini telah memukau para pengamat benda angkasa saat Q2 Lovejoy mendekati bagian perihelion –inti orbit dari sebuah planet — dalam beberapa minggu.

Untuk melihat dengan bagus keberadaan komet ini di angkasa, ada saran unik yang dianjurkan oleh ilmuwan Jika ingin melihatnya dengan mata telanjang dan jelas, disarankan agar tidak sambil merokok.

Mengapa?

Seorang ahli astronomi dari Sydney Observatory, Geoff Wyatt mengatakan, aktivitas merokok memengaruhi pasokan darah ke saraf optik dan mengurangi penglihatan pada waktu malam.

Dilansir dari laporan The Telegraph, Wyatt menyarankan untuk mengurangi polusi agar pemandangan di langit bisa lebih jelas.

“Sangat banyak hal-hal indah di langit malam,” ujar Wyatt. “Ada bulan, bintang, planet-planet. Tapi sudah banyak hal lain yang bisa mengejutkan Anda layaknya hadiah ulang tahun.”

Bulan Januari ini komet bernama C/2014 Q2 atau yang lebih sering disebut dengan Q2 Lovejoy akan sampai 24 Januari 2015.

Dalam siaran pers dari Sky and Telescope, Q2 Lovejoy akan menerangi langit sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan optik. Langit sore hari diyakini akan menyuguhkan pemandangan terbaiknya karena ketiadaan bulan.

“Mengusir polusi akan memperbaiki pemandangan jadi lebih bagus, contohnya adalah tidak merokok,” tambah Wyatt.

Komet Q2 Lovejoy kemungkinan akan terlihat seperti noda kecil melingkar pada langit yang gelap. Jika menggunakan teropong atau teleskop berbidang luas, komet ini bisa terlihat sinarnya, walaupun polusi cahaya akan membuatnya kurang jelas.

Komet ini akan melewati sisi kanan gugus bintang Pleiades di sore hari tanggal 15 sampai 17 Januari.

Walau pada akhirnya Q2 Lovejoy akan surut dari Bumi, ia tidak akan mendekati matahari hingga 30 Januari di jarak 193 juta kilometer.

Pada saat itu, sinar bulan akan mulai menghalangi dan Q2 Lovejoy juga akan memudar dari pandangan Bumi.

Ada beberapa tempat menarik yang biasanya dipakai untuk melihat komet, di area tinggi seperti gedung bertingkat, atau lapangan dengan area yang cukup luas.

Namun untuk menikmati Lovejoy pengguna disarankan menjauh dari tempat keramaian untuk menghindari distorsi cahaya.

Jjangan di kota, dan pergi sejenak ke tempat yang jauh dari cahaya kota, seperti desa terpencil misalnya.nya.

Kkomet Lovejoy sejatinya bisa dinikmati di seluruh langit Indonesia. Asal, kondisi cuaca di lokasi cukup mendukung, tidak hujan atau berkabut serta minim cahaya.

Komentar