Lagi Serunya, Snapchat Dihujani Protes

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 April 2016 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Snapchat bikin “gara-gara” lagi.

Kali ini aplikasi itu hadir denganb kreatifitas yang kelewatan lewat rilis sebuah filter yang membuat wajah pengguna tampak seperti penyanyi reggae asal Jamaika Bob Marley.

Protes ini dikaitkan dengan  waktu perilisannya yang  bertepatan dengan tanggal spesial bagi para penikmat ganja.

Kebetulan pula, Bob Marley, pemusik bergenre reggae itu  lekat dengan atribusi ganja.

Hal tersebut kemudian memicu kontroversi di kalangan netizen, sebagimana dilaporkan TechInsider

Marahnya pengguna, makin bertambah karena  filter tersebut membuat kulit pengguna cenderung coklat layaknya Bob Marley.

Beberapa netizen menyebut filter Snapchat tersebut sebagai “digital blackface” alias “wajah hitam secara digital”.

Sindiran dan  komentar bernada ocehan atas filter Snapchat yang tersebar di Twitter lantas bergemuruh.

Agaknya baru kali ini filter yang dikeluarkan Snapchat menuai reaksi negatif dari netizen.

Juru bicara Snapchat pun angkat bicara.

“Filter yang kami buat bekerja sama dengan Bob Marley Estate sebagai bentuk apresiasi untuk Bob Marley dan musiknya,” kata sang juru bicara.

“Jutaan pengguna Snapchat adalah penikmat musik Bob Marley, dan kami menghargai karya-karyanya,” ia menambahkan.

Filter tersebut sudah tak tersedia bagi pengguna aplikasi Snapchat untuk Android.

Namun, beberapa pengguna iOS masih bisa mengunggah konten video atau foto dengan dibubuhi filter tersebut.

Layanan berbagi foto dan video Snapchat sebelumnya disukai karena dianggap unggul melindungi data pengguna.

Kkonten yang dibagi secara personal akan terhapus otomatis dalam waktu sepuluh detik.

Pengguna pun merasa aman membagi konten-konten yang bersifat pribadi, seperti foto tanpa busana.

Nicole Poltash, melalui jurnal ilmiahnya berjudul “Snapchat and Sexting”, membahas secara kualitatif peran Snapchat dalam merevolusi tindakan seksual penggunanya.

Menurutnya, saling tukar konten “dewasa” lewat Snapchat dijadikan keseruan baru di ranah maya. Umumnya dilakukan antara dua orang yang memadu kasih.

Mereka lupa bahwa Snapchat punya fitur pemindai gambar untuk menyimpan konten ke galeri smartphone.

Masih untung jika pacar yang memindai gambar hanya menikmati konten intim untuk diri sendiri.

Bagaimana jika kemudian jalinan asmara kandas dan mantan pacar berbuat iseng?

Nyatanya, banyak foto “dewasa” dari Snapchat yang tersebar luas. Di Google, hasil pencarian untuk kata kunci “Snapchat Revenge Porn” dan “Snapchat Adult” menunjukkan foto-foto dewasa yang berasal dari layanan berlogo hantu.

Drama lain penggunaan Snapchat berkaitan dengan isu perselingkuhan.

Diketahui, Snapchat memiliki fitur chatting yang juga tak tahan lama. Setelah pengguna melihat pesan yang masuk dan menutup pesan tersebut, pesan akan otomatis hilang.

Dengan ini, tak akan ada bukti perselingkuhan jika pengguna memang berniat selingkuh.

Pasalnya, semua pertukaran komunikasi lewat Snapchat tak memiliki rekam jejak.

Milly Austin, melalui artikel pada blognya, menceritakan bahwa Snapchat bisa membuatnya ragu pada sang kekasih, pun sebaliknya.

Akhirnya, ia pun memutuskan menghapus aplikasi tersebut dan memilih hidup tentram tanpa kecurigaan.

Dari sini, penggunaan Snapchat yang awalnya untuk seru-seruan bisa berekspansi ke ranah lain. Dari pertukaran konten “dewasa”, selingkuh aman, hingga membuka bisnis pornografi.

Beberapa wkatu lalu, Business Insider melaporkan, Snapchat mulai dimanfaatkan para bintang porno untuk menjual video dewasa berdurasi sepuluh detik.

Transaksi dilakukan melalui Snapcash, fitur pembayaran online yang dirilis Snapchat pada November lalu.

Fitur ini turut memudahkan jual-beli antara penyedia konten porno dan penikmatnya. Di Indonesia, fitur Snapcash belum tersedia.

Reporter New York Times Nick Bilton lebih mendalam menelusuri praktik jual beli konten porno via Snapchat yang marak di Amerika Serikat.

Adapun konten berupa video hubungan intim bisa dihargai hingga dua digit dollar AS.

Konten porno yang dijual tak hanya memperlihatkan perempuan, namun juga lelaki. Penikmatnya pun beragam. Mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua.

Menanggapi isu ini, Snapchat telah mengeluarkan peringatan tegas.

Distribusi konten porno disebut bertentangan dengan tujuan dan nilai-nilai perusahaan.

 

Komentar