Kini Ada Ancaman dari Wifi Gratis

Penulis: Darmansyah

Senin, 6 Maret 2017 | 10:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Di serba butuh koneksi internet seperti saat ini, siapa yang tidak tergiur untuk mendapatkan layanan internet gratis, cepat dan berada di ruang publik.

Tapi “tidak ada makan siang yang gratis,” karena bisa saja WiFi hotspot seperti itu berbahaya.

Bicara soal kesadaran, sebetulnya orang Indonesia cukup memahami risiko yang diambil. Seperti yang terungkap dari suvei perusahan keamanan Symantec melalui Norton Cyber Security Insight tahun lalu.

Dari laporan tersebut, sebagian orang Indonesia memahami risiko menggunakan jaringan hotspot publik, karena itu enam puluh dua persen tidak akan memasukan data keuangan pribadi.

Karena tujuh puluh tujuh persen memanfaatkan WiFI untuk mengecek email dan mengakses akun media

“Misalnya, sebanyak lima puluh satu persen diantara mereka tidak peduli apakah WiFi mereka aman atau tidak. Mereka hanya terus menekan continue atau oke tanpa membaca terlebih dahulu. Ini yang berbahaya,” kata Nick Savvides, Security Advocate Consumer Bussines Unit, Symantec.

Padahal WiFi publik itu ancaman yang patut diwaspadai. Begitu terjebak, kata Savvides, maka sejumlah informasi akan terambil dengan mudah.

Dengan tidak menyimpan data keuangan pun bukan berarti pengguna akan selamat dari mara bahaya.

“Kita sering mendengar Ransomware, malware ini menyandera perangkat Anda lalu meminta sejumlah tebusan. Ini yang bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Memang, kebanyakan WiFi publik seperti di stasiun, bandara atau hotel bekerjasama dengan perusahaan terkemuka yang kemudian dilindungi dengan sistem keamanan terkemuka. Sikap kehati-hatian tentu saja harus tetap diandalkan.

Para penjahat siber tak kehilangan akal, terkadang mereka menciptakan perangkat hotspot milik sendiri seolah-olah menjadi WiFi publik.

Karena merasa aman dan lengah, korban pun terjebak kemudian menyerahkan informasi pribadi miliknya.

Savvides mengklaim, sejatinya tidak ada cara pasti untuk mengidentifikasi apakah WiFi ini aman atau tidak, saat pertama kali menggunakan.

“Satu-satunya cara adalah dengan tidak mengabaikan peringatan yang muncul dari perangkat bila WIFi termasuk jaringan yang berbahaya,”ujarnya.

Dia pun membagaikan, tips agar tetap aman saat menggunakan Hotspot umum

Jangan pernah meninggalkan laptop dan telepon genggam Anda tanpa pengawasan, bahkan hanya untuk sesaat.

Jangan mengatur jaringan wireless Anda untuk secara otomatis terhubung dengan jaringan terdekat. Namun, pilihlah jaringan hotspot secara manual ketika hendak terhubung.

Pastikan Anda mengakses jaringan hostpot yang legal dengan bertanya pada pemilik jaringan  untuk mengkonfirmasi nama jaringan dan proses koneksinya.

Matikan fitur berbagi file/file sharing saat Anda menggunakan hotspot, dan usahakan untuk meminimalkan jumlah data pribadi yang sensitif yang disimpan di laptop dan telepon genggam Anda.

Anda dapat menonaktifkan fitur file sharing melalui menu pengaturan jaringan pada sistem operasi perangkat Anda.

Jangan melakukan transaksi perbankan atau perdagangan secara online saat menggunakan hotspot publik.

Lakukan transaksi-transaksi tersebut saat berada dalam lingkungan yang lebih aman dan terkontrol.

Jangan berselancar ke situs-situs yang Anda tidak ingin orang asing ketahui bahwa Anda sedang mengaksesnya.

Saat Anda menggunakan sebuah jaringan hotspot publik, Anda tidak mengetahui infeksi apa yang sedang menjangkit komputer-komputer lain yang juga sedang terhubung di jaringan itu, atau mengetahui keberadaan hacker yang mungkin sedang mengintai di jaringan tersebut.

Ambillah keputusan berkomputasi yang bijaksana. Selalu hindari menggunakan hotspot untuk melakukan segala jenis komunikasi atau transaksi yang penting.

Selain itu, tentu saja memanfaatkan aplikasi keamanan seperti yang ditawarkan oleh Symantec di Norton Wi-Fi Privacy.

Ini bisa menjadi solusi karena menggunakan teknologi enkripsi yang canggih dan mengacak informasi pengguna guna membantu melindungi informasi dan identitas mereka saat sedang online.

Norton Wi-Fi Privacy bisa diinstal di Google Play Store dan Appstore.

Komentar