Ketika Windows 10 Tak Lagi Gratis

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Mei 2016 | 10:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Microsoft  akan mengakhiri periode khusus yang  memanjakan pengguna Windows 7 dan Windows 8.1. dengan tawaran pembaruan gratis  ke sistem operasi teranyar Windows 10.

“Kami akan menghentikan pembaruan gratis. Ini sesuai dengan janji kami  saat pertama kali menggelar upgrade cuma-cuma setahun lalu,” tulis blog Microsoft, Senin, 09 Mei 2016.

Raksasa software tersebut mengatakan, penggratisan hanya berlangsung selama setahun dan mulai akhir Mei ini akan ditutup.

Penggratisan itu sendiri baru pertama kali dilakukan Microsoft.

Hal ini tak ubahnya strategi bisnis untuk memotivasi pengguna Windows lawas beralih ke Windows 10.

Alhasil, pertumbuhan pengguna Windows 10 memang lebih pesat dibandingkan Windows 7 dan Windows 8.1.

Saat ini, sekitar tiga ratus  juta orang sudah mengadopsi Windows 10.

“Kalau Anda sudah upgrade ke Windwos 10, terima kasih. Kalau belum, kami harap Anda akan mempertimbangkan untuk upgrade hari ini,” Kepala Windows and Devices Marketing Microsoft, Yusuf Mehdi, mengimbau.

Setelah masa promo habis, peminat Windows 10 harus merogoh kocek  untuk memperoleh sistem operasi itu.

Eksistensi Windows 10  yang digratiskan itu merupakan  penebus dosa Windows 8 yang  gagal di pasaran.

Microsoft mengklaim Windows 10 dirancang dari nol, bukan sekadar perbaikan dari versi sebelumnya.

Hal paling menonjol yang bisa dlihat adalah tampilan taskbar yang kembali berisi tombol Start, serta tambahan baru berisi search bar milik Cortana.

ketika mengklik tombol Start, pengguna akan menemukan dua kolom.

Bagian kiri berisi Most Used App, pengaturan, pilihan untuk menghidupkan dan mematikan perangkat, serta Explorer. Sementara bagian kanan berisi aplikasi-aplikasi dalam tampilan Metro.

Di samping tombol Start, terpatri sebuah search bar bertuliskan “Ask me anything”. Itulah asisten virtual Cortana yang merupakan kompetitor Apple Siri dan Google Now.

Untuk menjelajahi jagat maya, pengguna disuguhkan perambar termutakhir Microsoft Edge. Layanan itu menggantikan Internet Explorer yang dianggap ramai cela.

Ditilik dari antarmuka, Windows 10 lebih fleksibel bagi pengguna.

Pengguna diberi pilihan untuk menggunakan mode tablet atau komputer. Beda dengan Windows 8 yang seolah memaksakan pengguna mencicipi antarmuka tablet.

Selain itu, ada pula opsi Task View di samping Cortana. Saat ditekan, layar komputer bakal menampilkan kolom-kolom yang berjajar teratur. Setiap kolom mewakili aplikasi yang sedang dibuka, lengkap dengan isi, keterangan dan tombol silang untuk menutupnya.

Microsoft berharap Windows 10 dapat mengobati kekecewaan pengguna atas Windows 8.1.

Bagi yang belum sempat menginstal Windows 10 dan berminat menjajalnya, ada baiknya segera beralih sebelum akhir bulan ini.

Laman Blog Microsoft sehari sebelumnya, Minggu, 08 Mei 2016, menjelaskan setelah masa gratis ini usai maka  peminat Windows 10 harus merogoh kocek sebesar seratus sembilan belas  dollar AS atau sekitar satu setengah juta rupiah untuk memperoleh sistem operasi anyar itu.

“Kalau Anda sudah upgrade ke Windwos 10, terima kasih. Kalau belum, kami harap Anda akan mempertimbangkan untuk upgrade hari ini,” ujar Kepala Windows and Devices Marketing Microsoft, Yusuf Mehdi.

Program upgrade gratis yang digelar untuk pertama kalinya oleh Microsoft ini memang dijanjikan akan berlangsung selama setahun.

Selain membeli versi penuh Windows 10 seharga satu setengah juta rupiah, peminat juga bisa membeli komputer baru yang sudah dipasangi sistem operasi baru tersebut.

Setiap edisi Windows selalu dibekali wallpaper khusus sebagai ciri khasnya.

Bila pada Windows XP terdapat foto legendaris hasil jepretan Charles O’Rear, pada Windows 10 default wallpaper adalah logo yang terbuat dari cahaya.

Ya, wallpaper tersebut memang bukan hasil jepretan foto biasa. Creative Director proyek tersebut Bradley G. Munkowitz  menggunakan kamera lima puluh megapiksel untuk memotret ribuan foto dan menyelipkan berbagai efek visual, seperti laser, asap dan bokeh, untuk mengumpulkan bahannya.

Selanjutnya tim mereka meyatukan bermacam foto dengan sepuluh eksposur berbeda ke dalam satu gambar untuk mendapatkan kesan mendalam.

Hasil akhirnya adalah logo Windows 10 yang seolah murni terbuat dari cahaya.

“Logo ini terlihat seperti sesuatu dalam film Tron: Legacy dan saya bahagia dengan hasilnya. Bedanya, semua ini dibuat secara manual, kami memotret dan membangunnya hingga jadi,” ujar Gmunk.

Seperti ditulis  dari laman situs  Wired, beberapa waktu lalu, suasana logo tersebut terasa kelam dan berkabut dengan penampakan berkas cahaya memancar keluar.

Cocok dengan tema Windows 10 yang cenderung berwarna gelap.

Komentar