Ketika Nokia Kembali Menyita Perhatian

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Maret 2017 | 09:21 WIB

Dibaca: 0 kali

“Comeback” handphone “legendaris” Nokia 3310 benar-benar mencuri perhatian dan mendapat tempat khusus di banyak tulisan ekslusif media teknologi informasi.

Ya, Nokia 3310 memang mendapat porsi lebih saat ia kembali dirilis.

Perilisan ini merupakan jawaban dari strategi pasar, setelah lini bisnis  produk Finlandia itu  gagal total ketika diambilalih Microsoft.

Saat lisensi dibeli HMD Global dari Finlandia, harapan untuk memperbaiki itu semua muncul lagi.

Dimulai dari pengumuman comeback, kemudian hadir perdana melalui Nokia  berbasis Android, justru mendapatkan porsi perhatian lebih saat kabar seri 3310 akan dirilis ulang.

” Betul  Nokia mendapat perhatian  karena nostalgia brannd ini menjadi cara yang ampuh untuk orang ingat kembali kejayaan Nokia,” kata gadget enthusias

Namun, dia tidak yakin Nokia 3310 akan menjadi lumbung kesuksesan lagi bagi perusahaan tersebut.

CEO HMD Global Arto Numella begitu percaya diri produk Nokia baru akan mampu menyodok mereka yang sedang di puncak, Samsung dan Apple. Ini setidaknya dibuktikan dan diakui oleh Lucky dari kesuksesan Nokia di China.

Bagi Lucky ini adalah langkah yang bagus bagi Nokia yang berada di bawah HMD Global.

“Tetapi smartphone saat ini sekarang ketat sekali persaingannya. Belum tentu semudah dulu lagi untuk bersaing. Karena pilihan brand banyak dan orang bisa memilih teknologi baru sampai harga murah yang ditawarkan brand China,” tambah founder forum Gagdget Gadtorade.

Dia menambahkan, butuh beberapa waktu ke depan untuk menentukan apakah Nokia saat ini akan sehebat dulu lagi.

Karena Nokia ketika memilih menggunakan OS Windows Phone, ternyata tidak cukup menarik banyak peminat.

Bagi pria ramah ini hanya mengandalkan brand saja belum cukup untuk bersaing di pasar yang ketat.

“Nokia 6 itu dari sisi spesifikasi yang ditawarkan itu tidak murah dibandingkan produk China lainnya. Mungkin orang tertarik dengan brand global yg mereka percaya dan sekarang menggunakan OS yang banyak dikenal, android,” urai Lucky.

Bagi dia, Nokia butuh usaha lebih sekarang untuk bersaing. Banyak faktor yang menentukan.

Diantaranya inovasi, spesifikasi, harga, fitur, ketersediaan pasar, jaringan service , marketing  dan lain-lain.

Perlu diingat Nokia memulai segalanya dari awal lagi, sementara perwakilan mereka yang dulu seperti jaringan distribusi, service  dan lain-lain juga sudah banyak yang tutup atau berganti.

“Apalagi kalau target mereka Samsung dan Apple, yang sekarang leading dari segi inovasi dan menjadi panutan trend mobile,” katanya.

Dulu, salah satu yang membuat Nokia diminati adalah desain-desain mereka yang unik dan cenderung aneh. Bila saat ini diterapkan lagi, Lucky agaknya sangsi bisa berhasil.

“Tapi sekarang memang trend desain bukan lagi kepada kepada mencoba bentuk yang berbeda, apalagi nyeleneh, lebih kepada fungsi, ergonomis, kemampuan membenamkan segala teknologi dalam bentuk yang kompak,” tambahnya.

Tapi Lucky yakin, selama Nokia bisa bertahan memiliki ciri khas desain yang sekali dilihat, konsumen langsung mengenali bahwa itu Nokia, maka desainnya bisa dianggap berhasi

Nokia 3310 yang pernah sukses sekitar lebih dari satu dekade yang lalu, oleh sang pemilik baru HMD Global diluncurkan kembali dengan sentuhan lebih moderen.

Hampir semua sepakat, Nokia 3310 adalah ponsel sejuta umat dengan nilai penjualan mencapai 126 juta unit. Sehingga wajar rasanya bila kehadiran versi terbaru menjadi sebuah nostalgia. Tapi, hanya sekedar mengenang masa lalu saja?

Bisa jadi. Karena dari Poling yang digelar di Twitter ternyata hanya sekelumit yang berniat untuk membeli ponsel ini setelah mengetahui bentuk ‘reborn‘-nya.

Nokia 3310 baru ini didukung dengan jaringan 2G yang tentu saja terbatas berselancar di dunia maya dngan bantuan browser Opera Mini. Mengambil gambar pun cukup adanya, karena kamera hanya 2 megapiksel.

Seri ini tidak dibuat layar sentuh

Dari spesifikasi tersebut, mungkin itu menjadi salah satu alasan sebagian besar dari pemilih ragu atau tidak memilih untuk membeli Nokia 3310 tersebut.

Ketidakyakinan ini senada dengan penadapat dari gadget enthusiast, Lucky Sebastian.

Menurut dia, Nokia 3310 baru ini menarik, tetapi mungkin hanya euforia sesaat saja.

Dia tak menampik bahwa Nokia 3310 memang legenda sebagai salah satu device yang masih terus dikenang.

Bahkan dalam setiap candaan atau meme, seri ini suka dijuluki sebagai Chuck Norris Phone, karena kekuatannya seperti aktor Hollywood yang tidak pernah kalah di tiap film yang dibintangi.

“Agak sulit ya sekarang menggunakan feature phone, walau di kita mungkin saja di daerah masih banyak penggunanya. Cuma koneksinya yang 2G tidak akan banyak jalan di negara-negara maju, karena mulai hilang,” katanya,

Nokia 3310 baru, bila masuk ke Indonesia akan ada peminatnya untuk ponsel kedua, walaupun rasanya masih sulit mengulang kesuksesan seperti dulu karena  banyak orang juga sekarang sudah mulai tidak bertelepon dan menggantikannya dengan chat.

“Lagipula smartphone android juga semakin murah,” imbuhnya.

Komentar