Ketika Kabel Charger Jadi Masalah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Juni 2016 | 11:01 WIB

Dibaca: 2 kali

Kabel charger?

Siapa yang tidak tahu masalahnya.

Walau pun Anda memiliki smartphone dengan harga selangit, yang pasti  kabel charger  sering  rusak, entah itu tidak bisa digunakan untuk mengisi daya, atau kabelnya terkoyak.

Yang paling menjengkelkan, ketika Anda mengganti kabel baru, hal yang sama pasti akan terjadi lagi beberapa bulan kemudian.

Lantas, apakah ini salah pengguna?

Mengutip CNET, Rabu, 01 Juni 2016, ada sejumlah penyebab mengapa kabel charger, walau pun itu produk iPhone,  gampang rusak.

Semua tentu akan kembali lagi pada bagaimana cara Anda merawat kabel charger dan menjaganya dengan baik.

Kabel untuk gadget seperti tablet dan smartphone biasanya dilapisi material PVC atau (Polyvinyl Chloride berbahan plastik.

Material ini digunakan sebagai insulator untuk kabel listrik yang membuatnya menjadi padat, tahan lama, dan elastis.

Kenyataannya, Apple tidak menggunakan PVC pada semua produknya.

Alasannya sederhana, material tersebut diklaim tidak ramah lingkungan dan mengandung bahan kimia berbahaya, yaitu zat plasticizer yang dapat membuat PVC jadi elastis.

Sebagai gantinya, Apple menggunakan material karet yang membuat kabel charger jadi lebih tipis, ringan, dan gampang digulung.

Nah, karet pun punya kelemahan.

Material ini gampang terkelupas, bahkan jika terkena kuku sekalipun.

Karena begitu fleksibel, jika pengguna menggulung kabel terlalu ketat, lapisan di bagian dekat ujung kabel akan menjadi tegang.

Bila hal ini kerap dilakukan berulang kali, lapisan tersebut akan patah dan terkoyak.

Kerap kali kabel charger hanya digunakan untuk keperluan pengisian baterai, sehingga penggunanya melupakan cara merawat dan memakai kabel dengan benar.

Hal ini bisa dilihat dari cara menggulung dan mencabut kabel dari colokan atau slot USB.

Menggulung kabel pun harus tahu aturan.

Anda juga dapat melindungi bagian ujung kabel agar tidak patah dengan clip on ferrite ring atau semacam ring kecil yang melindungi ujung kabel tersebut.

Inilah yang menjadi alasan mengapa kabel charger iPhone lebih gampang rusak ketimbang kabel charger Android.

Kabel charger iPhone tidak memiliki “cincin” dengan segmen pada leher kabel yang disebut sebagai Strain Relief.

Inilah yang seharusnya bisa melindungi leher kabel dari tekukan yang bisa mematahkan bagian internal kabel.

Apple sendiri malah menghadirkan Strain Relief bermaterial karet yang gampang patah, Meski “enak” dilihat, hal ini tetap saja tidak dapat membuat kabel charger iPhone lebih awet.

Siapa yang tidak jengkel jika harus menggulung kabel charger smartphone, namun tiba-tiba kabel tersebut putus?

Pasti sebagian besar dari Anda pernah mengalaminya.

Jika Anda mengalami peristiwa menjengkelkan ini, pasti ada yang salah dengan perawatan kabel charger Anda.

Entah dari cara Anda menggulungnya, atau Anda membiarkannya tersimpan begitu saja sehingga gampang terhimpit benda lain dan menjadi rusak.

Nah, kali ini ada tawaran  tips mudah bagi Anda untuk merawat kabel chargersmartphone dengan menggulungnya secara benar.

Apakah smartphone atau tablet yang sering kamu pakai dapat bertahan lebih dari satu hari?

Pasti setelah setengah hari kamu sibuk mencari tempat charge atau menggunakan power bank untuk mengisi.

Tetapi apa yang terjadi kalau pada waktu yang bersamaan ada beberapa gadget yang harus diisi?

Hal tersebut yang membuat sebuah perusahaan menciptakan Sabrent Charger, sebuah charger yang mampu mengisi baterai smartphone dan tablet hingga sepuluh  perangkat sekaligus sebagai solusi mengisi daya gadget secara bersamaan.

Dengan bentuk yang cukup solid dan jajaran port yang terbagi menjadi dua baris membuat proses charger lebih mudah karena tidak memerlukan kepala charger, cukup kabel USB saja.

Komentar