Ketika Iklan Jadi “Sampah” Bagi Pesilancar

Penulis: Darmansyah

Rabu, 26 November 2014 | 10:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Betulkah iklan dianggap sebagai “sampah” para pesilancar dunia maya. Jawabannya, entahlah.

Tapi menurut berbagai penelitian, para pengguna internet memang sering dihadang kenikmatannya oleh kehadiran iklan yang tiba-tiba menyeruak. Iklan itu seperti terbang ke tengah artikel dan pembaca harus beberapa detik untuk bisa melanjutkan keinginannya.

Apa sudah separah itu kehadiran iklan di media internet?

Menurut survey terbaru para pengguna internet sering dibuat capek melihat segala macam iklan yang bergelimpangan di situs-situs web.

Jalan keluarnya? Bagaimana jika pengguna internet bisa membayar biaya langganan agar bisa berselancar tanpa perlu melihat iklan

Tak perlu khawatir, tulis rilis Google. Andaa bisa menghapus iklan-iklan tersebut dengan bantuan dari Google.

Seperti yang diketahui, sebagian besar pendapatan yang di dapatkan Google adalah dari iklan di Internet.

Belakangan perusahaan internet raksasa tersebut diketahui tengah mencoba layanan yang dapat memblokir iklan untuk Anda.

Cukup membayar biaya berlangganan bulanan, maka Anda tak akan lagi melihat iklan-iklan mengganggu tersebut. Dengan ini berarti Google di bayar oleh penyedia iklan dan menyediakan layanan pemblokir iklan yang dipasangnya sendiri.

Meski terdengar aneh, namun Google sepertinya memiliki solusi bisnis terbaru. Jadi, selain mendapatkan uang dari iklan, di lain pihak Google juga meraup untung dari biaya berlangganan yang dibayar oleh pelanggan dengan menghadirkan sebuah browser yang bebas iklan. Bagi pengelola situs serta pengunjung ini adalah win-win solution dimana semua pih

ak mendapatkan keuntungan lewat layanan ini. Saat ini layanan ini masih dalam tahap uji coba.

Google sendiri juga belum mengonfirmasi berapakah harga yang akan diterapkan untuk berlangganan fitur bebas iklan tersebut. Namun bisa dipastikan pihaknya tak akan mematok biaya yang terlalu besar.

Paling tidak, itulah yang kini sedang diuji coba oleh Google melalui sebuah program bernama Contributor.

Sebanyak sepuluh penerbit atau “publisher” web menyediakan jasa langganan dengan biaya antara satu hingga dollar dollar AS perbulan.

Dengan membayar biaya tersebut, nantinya pengunjung tidak akan melihat iklan lagi di laman web bersangkutan, melainkan nota-nota ucapan terima kasih yang menggantikan slot iklan Google Ads.

“Saat Anda mengunjungi situs yang berpartisipasi dalam program ini, sebagian kontribusi Anda masuk ke kantong pembuat situs,” begitu bunyi penjelasan dalam situs Google Contributor yang dikutip “nuga” dari “Cnet” beberapa hari lalu..

Situs-situs yang berpartisipasi dalam program Contributor termasuk layanan photosharing Imgur, situs berita teknologi Mashable, dan kamus bahasa slang Urban Dictionary. Pengguna yang berminat bisa mengajukan diri dalam daftar tunggu.

Eksperimen Google ini adalah hal yang menarik, mengingat sebagian besar pendapatannya berasal dari iklan, seperti juga jejaring sosial Facebook. Iklan pula yang menjadi pondasi layanan-layanan gratis yang tersedia di internet.

Mekanisme bagi hasil antara Google dengan pengelola situs tidak dijelaskan, tapi perusahaan tersebut menegaskan bahwa jumlah yang diberikan ke publisher sama dengan rate slot iklan di situs mereka sehingga pendapatan tak terpengaruh.

Sumber: CNET

Komentar