Ketika Anda Salah Cara Menghemat Baterai

Penulis: Darmansyah

Kamis, 29 Desember 2016 | 08:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda ingin menghemat baterai smartphone?

Lantas  membersihkan atau menghapus recent apps?

Dan  kemudian, apakah Anda terbantu dengan  menghemat baterai cara ini?

Nah itulah pertanyaan beruntun ketika pilihan Anda jatuh pada recent app untuk pemakaian baterai.

Jawabannya,  stop kebiasaan seperti itu.

Mengapa?

Seperti ditulis “cnet,” hari ini, Kamis, 29 Desember 2016, cara ini salah.

Untuk Anda tahu  recent apps merupakan daftar aplikasi yang telah atau sedang dipakai. Fitur ini bisa diakses melalui tombol menu di smartphone Android.

Memang, sebagian besar pengguna Android beranggapan bahwa aplikasi yang masuk ke daftar tersebut terus bekerja dan menguras baterai.

Padahal sebenarnya, aplikasi di recent apps berada dalam kondisi berhenti dan disimpan dalam memori  ponsel.

Tujuannya agar aplikasi yang pernah dibuka sebelumnya itu bisa dimuat lebih cepat saat dibuka kembali.

Oleh karena itu, menghapus recent apps di ponsel Android justru akan membuat baterai ponsel bekerja lebih keras dan cepat habis.

Sebab, sistem akan membuka ulang aplikasi dari awal dan membutuhkan lebih banyak tenaga ketimbang menyalakan ulang atau mengakses memori yang disimpan.

Lantas bagaimana cara menghemat baterai yang benar?

Jika ingin menghemat baterai Android, sebaiknya tidak menggunakan metode menghapus recent apps

Ada dua cara yang bisa dilakukan pemilik ponsel Android, yaitu mengurangi notifikasi dan membatasi pemakaian data.

Dua cara ini cenderung lebih efektif untuk mengurangi konsumsi daya baterai.

Untuk mengurangi notifikasi, non-aktifkan aplikasi-aplikasi yang sering mengirimkan notifikasi.

Aplikasi tertentu, seperti media sosial, biasanya memberikan pilihan untuk mengatur agar notifikasi dikirimkan dalam interval waktu lebih lama.

Cara ini bisa membantu menghemat baterai karena mengurangi aktivitas sinkronisasi yang dilakukan di latar belakang sistem.

Sementara itu, untuk membatasi pemakaian data, buka panel yang berisi tabel konsumsi data di perangkat Android. Dari panel tersebut, pengguna bisa melihat aplikasi yang paling banyak memakan data.

Pilih aplikasi tersebut kemudian batasi atau hapus izin pemakaian data di background.

Cara demikian akan melarang aplikasi untuk memakai koneksi internet secara otomatis. Baterai pun bisa menjadi lebih hemat.

Tentu saja, yang paling efektif adalah membawa power bank, sekaligus menerapkan kedua cara di atas.

Dengan demikian, ponsel bisa digunakan dalam waktu yang lebih lama, dan Anda tetap memiliki cadangan daya saat muatan baterai sudah habis

Memang, tak bisa dipungkiri, smartphone Android modern dijejali berbagai macam fungsi yang menyulapnya jadi perangkat serba bisa.

Para pengguna bisa memakainya untuk memutar video, berinteraksi di media sosial, mencari rute ke suatu tempat, hingga bekerja selagi dalam perjalanan.

Di sisi lain, aneka kemampuan smartphone Android membuatnya rakus baterai. Perangkat yang low batt dan mati di saat kritis sudah menjadi hal biasa.

Untuk Anda tahu,

tak semua perangkat Android rakus daya semenjak dari pabrik. Ada penyebab-penyebab tertentu yang bisa berkontribusi pada borosnya pemakaian baterai oleh smartphone.

Apa saja?

Ada aplikasi yang bisa terus aktif di latar belakang, misalnya untuk memeriksa update atau notifikasi dari server dalam interval waktu tertentu.

Contoh aplikasi yang memboroskan baterai seperti ini adalah Facebook.

Bagaimana cara mengetahui aplikasi mana yang memboroskan baterai?

Mudah saja, cukup buka bagian “battery” di menu “settings” Android, lalu lihat “battery usage”.

Di dalamnya ada grafik berisi sejarah pemakaian baterai perangkat semejak terakhir kali di-charge

Sejak OS versi Lollipop, sistem operasi Android sudah menyertakan fitur penghemat baterai “power saving” yang akan diaktifkan saat kapasitas baterai mencapai angka 15 persen.

Mode khusus ini mengirit pemakaian daya dengan mematikan animasi, sinkronisasi di background, dan mengurangi kecerahan layar.

Meski seharusnya sudah aktif secara default, ada baiknya memastikan bahwa opsi untuk mengaktifkan power saving secara otomatis sudah terpilih.

Semua smartphone memiliki fitur pengendali kecerahan layar secara otomatis, namun pengaturannya tak selalu tepat.

Nah, pengguna bisa mengatur sendiri tingkat kecerahan dengan mematikan opsi “auto” yang biasanya tersedia di samping slider brightness layar.

Untuk menghemat baterai, sebaiknya atur tingkat kecerahan ke level yang rendah tapi masih nyaman di mata.

Opsi screen timeout yang mengatur kapan ponsel mematikan layar saat sedang tidak dipakai juga bisa diperpendek  supaya layar tak terlalu lama dibiarkan menyala percuma.

Kinerja baterai lebih cepat menurun apabila sering terpapar suhu tinggi, entah saat perangkat sedang dipakai atau tidak. Karena itu, hindari menaruh ponsel di tempat-tempat yang berpotensi mengalami panas seperti laci dashboard mobil di siang hari.

Apabila ponsel memanas saat sedang dipakai seperti saat bermain game, ada baiknya istirahatkan sejenak untuk menurunkan suhu.

Apabila mengikuti langkah di atas, sebaiknya sesekali isi baterai hingga seratus persen menyegarkan” baterai agar tetap mampu mengisi kapasitasnya hingga maksimal.

Ingin menghemat baterai lebih lanjut? Pengguna Android bisa mencoba berbagai aplikasi yang ada di toko Google Play Store.

Komentar