“Kematian” Aplikasi Vine Masih Tanda tanya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 November 2016 | 10:09 WIB

Dibaca: 0 kali

“Kematian” aplikasi Vine, seperti yang dirilis Twitter,  sebagai induk perusahaannya, belum lagi menemukan kepastian yang pas.

Nasib video berdurasi pendek itu masih dipertanyakan.

“Ya, kematian Vine masih tanda tanya,” tulis “techno,” Rabu, 02 November 2016.

Kalau begitu apa rencana Vine selanjutnya?

Sejak diakuisisi Twitter pada Oktober empat tahun silam, Vine mampu menjaring banyak pengguna yang menggunakan layanannya untuk berbagi video berbau seni, kreasi, hingga komedi hanya dalam durasi enam detik.

Sayangnya Twitter tidak melihat ada signifikansi dari akuisisinya terhadap Vine, ditambah banyak gempuran dari berbagai layanan sejenis seperti Snapchat, Periscope, Instagram, dan Facebook Live.

Twitter pun memutuskan untuk menutup layanan Vine per 15 Desember mendatang.

Meski Twitter menyerah, lantas tak membuat para pengembang Vine turut ‘tutup buku’ untuk terus menciptakan produk baru.

Para pendiri Vine yakni Rus Yusupov dan Colin Kroll mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan aplikasi sosial berikutnya yang diberi nama Hype.

Hype sejatinya masih berkonsep live broadcast yang memungkinkan pengguna menambah musik dan animasi ke video yang akan dibagikan.

Saat ini Hype masih dalam bentuk Beta.

Situs TechCrunch mewartakan, fitur unggulan Hype adalah pengguna bisa berbagi konten multimedia yang berbeda dalam satu siaran live.

Contohnya, pengguna bisa menambah foto atau video yang sudah lebih dulu berada di galeri ponsel untuk disatukan ke dalam konten live tersebut.

Pengguna juga bisa memperlihatkan komentar dari penguna lain dan memungkinkan mereka memberi like hanya dengan sentuhan jari pada layar seperti Instagram.

Rencananya Hype akan diluncurkan untuk platform iOS terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Android.

Yusupov, Kroll, dan Dom Hofmann adalah orang di balik pengembangan Vine. Mereka juga menerima tawaran akuisisi Twitter  di tahun yang sama.

Sebelumnya Twitter telah merumahkan para karyawan yang berada di divisi Vine. Sayangnya tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai jumlah karyawan ataupun nasib mereka seperti apa.

Twitter menyatakan, perusahaan sampai saat ini tidak akan menghapus video para pengguna yang telah dipublikasikan di Vine.

“Kami menghargai para pengguna, akun Vine Anda, dan akan tetap seperti ini,” tulis Twitter melalui publikasi di situs Medium.

Perusahaan melanjutkan, “Anda masih akan tetap bisa mengakses dan mengunduh video Vine. Kami bakal menjaga situsnya tetap online, karena penting sifatnya untuk menyaksikan video-video hebat yang ada di Vine.”

Aplikasi video durasi pendek Vine berencana akan dimatikan oleh Twitter dalam waktu dekat.

Vine yang memiliki logo huruf “V” dengan latar berwarna hijau kebiru-

Vine sendiri konsepnya menyuguhkan video berdurasi pendek yakni sekitar enam detik saja. Aplikasi ini tersedia untuk perangkat mobile.

Sayangnya kompetisi di pasar memaksa Twitter menyerah untuk mempertahankan eksistensi Vine.

Mengutip situs The Verge, Twitter hanya mengatakan “aplikasi Vine akan dimatikan beberapa bulan ke depan.”

Dari sumber yang tak mau disebutkan namanya, Twitter telah merumahkan sejumlah karyawan yang berada di divisi Vine.

Sayangnya tidak ada penjelasan lebih rinci mengenai jumlah karyawan ataupun nasib mereka seperti apa.

Twitter menyatakan, perusahaan sampai saat ini tidak akan menghapus video para pengguna yang telah dipublikasikan di Vine.

“Kami menghargai para pengguna, akun Vine Anda, dan akan tetap seperti ini,” tulis Twitter melalui publikasi di situs Medium.

Perusahaan melanjutkan, “Anda masih akan tetap bisa mengakses dan mengunduh video Vine. Kami bakal menjaga situsnya tetap online, karena penting sifatnya untuk menyaksikan video -video hebat yang ada di Vine.”

Vine sendiri dirilis pada Januari  tiga tahun silam, yang notabene sudah menjadi milik Twitter sejak awal ia dinikmati oleh pengguna di seluruh dunia.

Sayangnya masa depan Vine tidak pernah sesuai dengan apa yang Twitter harapkan, mulai dari popularitas hingga jumlah pengguna.

Para pendiri Vine memutuskan untuk keluar secara bergulir, pun begitu dengan nasib Twitter yang kian lambat menghasilkan pertumbuhan.

Vine pun kemudian harus bersaing dengan aplikasi video lain seperti Snapchat yang kini digandrungi netizen, hingga media sosial Instagram yang juga menjadi wadah berbagi konten video.

Kemudian muncul fitur Facebook Live yang memungkinkan orang semakin sering berbagi video secara live di jejaring sosial Facebook.

Komentar