“Kata” Terpopuler 2014 bukan Kata

Penulis: Darmansyah

Minggu, 4 Januari 2015 | 18:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Aneh. “Kata” terpopuler sepanjang tahun 2014 yang dilansir The Verge,” ternyata bukan “kata.” Lantas apa! Rupanya emoji berbentuk hati.

Hal ini diungkapkan oleh lembaga Global Language Monitor berdasarkan hasil riset terhadap Twitter, Facebook, aneka blog, serta dua ratus lima puluh ribu outlet berita di seluruh dunia selama dua belas bulan bulan terakhir.

“Emoji hati dan cinta, emoticon, dan berbagai variasinya muncul miliaran kali setiap harinya di seluruh dunia dalam berbagai bahasa dan budaya,” tulis GLM dalam laporannya, sebagaimana dikutip dari The Verge, Minggu, 04 Januari 2015.

Emoji sendiri merupakan ideogram alias gambar atau icon digital kecil yang dipakai sebagai bagian dari teks untuk mengungkapkan perasaan penulisnya. Sejak muncul di Jepang menjelang akhir abad ke-20, penggunaan emoji telah meluas ke seluruh dunia.

“Ini merupakan kali pertama sebuah ideogram menjadi kata terpopuler di dunia,” tambah GLM.

Tahun lalu, kata terpopuler menurut riset GLM adalah “404” atau kode yang muncul ketika terjadi kesalahan loading laman internet. Kata terpopuler kedua dan ketiga masing-masing adalah “hashtag” dan “vape’.

GLM juga menyebutkan bahwa nama terpupuler sepanjang 2014 adalah “Ebola”, diikuti oleh “Pope Francis”.

Karena ke populerannya itu “Emoji menjadi kata baru yang muncul dari dunia teknologi dan menjadi bagian dari kata di kamus online bahasa Inggris Oxford Dictionary karena mereka telah secara resmi ditambahkan ke sumber referensi itu.

Di sana, “emoji” didefinisikan sebagai gambar digital kecil atau ikon yang digunakan untuk mengekspresikan ide atau emosi dalam komunikasi elektronik.

Selain emoji, kata “Phablet” juga menjadi popular.

“Phablet.” adalah smartphone yang ukuran layarnya berada di antara komputer tablet dan smartphone lain pada umumnya. Sementara itu, “selfie” adalah gambar diri sendiri yang biasanya diambil dengan smartphone atau webcam untuk diunggah ke media sosial.

Kata-kata lainnya yang juga baru ditambahkan termasuk “hackerspace”, “bitcoin”, dan istilah dalam percakapan sehari-hari di internet, seperti akronim “TL; DR” (too long, didn’t read, “BYOD” atau bring your own device, bahkan “srsly” atau seriously.

Kata yang terakhir disebut rupanya sudah beredar sejak akhir abad ke-18 dalam sebuah panduan menulis simbol dan singkatan.

Dikutip dari CBS News, penambahan kosakata di kamus online tersebut diumumkan oleh Oxford University Press. Tahun lalu, Oxford juga menambahkan sejumlah kata baru seperti “tweeps” dan “photobomb”.

Selain kata emoji dan phalbet, kata retweet, cyberbullying, dan sexting kini masuk dalam kamus Concise Oxford English Dictionary edisi terbaru.

Kata-kata tersebut menambah jajaran kosakata yang dipungut dari ranah maya setelah sebelumnya sejumlah kamus juga memasukkan kata googling.

Kamus yang kini berusia seabad ini juga memasukkan kata woot (biasa digunakan dalam komunikasi elektronik untuk mengungkapkan kegembiraan, antusiasme, atau kemenangan) dan jeggings (paduan antara leggings dan jean).

Ada juga marconigram (pesan nirkabel), kinematograph (perangkat untuk menghasilkan gambar bergerak), dan biplane (pesawat dengan dua set sayap).

Kata retweet sendiri banyak dipakai di ranah maya, yang merupakan sebuah kata kerja yang berarti melanjutkan pesan di layanan microblogging Twitter.

Sexting berarti mengirimkan pesan bernuansa seksual, sedangkan cyberbullying berarti menggunakan teknologi komunikasi untuk mengintimidasi atau mengganggu.

Komentar