Jebakan Malware Ada di WhatsApp “Emas”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Mei 2016 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

WhatsApp emas?

Wah.. hati-hati. Di sana kini ada jebakan malware.

Dan harus tahu persis bahwa logo aplikasi WhatsApp berwarna hijau dengan gambar telepon warna putih.

Maka jangan tertipu jika mendapat seruan untuk mengunduh WhatsApp versi emas, sebab isinya dijangkiti virus jahat atau malware.

Banyak pengguna layanan WhatsApp yang  sudah terkecoh saat menerima pesan yang isinya berupa seruan untuk mengunduh “WhatsApp Gold” melalui sebuah situs bernama goldenversion.com.

Isi pesan tersebut bisa dikatakan menjerumuskan.

Apabila pengguna tidak teliti dan mudah terhasut, sangat mungkin WhatsApp versi emas ini langsung diunduh.

Ya, dikatakan “emas” sebab ikon aplikasinya memiliki latar hitam dengan tepi dan gambar telepon warna emas.

Pihak peretas merayu para pengguna dengan mengatakan, “versi ini hanya digunakan oleh selebriti ternama. Kini kita bisa menggunakannya.”

Selain itu, tim peretas juga meyakinkan pengguna dengan cara mempromosikan sejumlah fitur yang sudah terdapat di dalam WhatsApp Gold di antaranya panggilan video, menghapus pesan yang sekiranya salah kirim, mengirim seratus  gambar secara sekaligus, panggilan gratis, hingga mengubah tema WhatsApp.

“Ikon hijau aplikasi akan berubah menjadi emas dan Anda bisa menikmati semua fiturnya seratus persen secara aman. Aktifkan WhatsApp Gold dengan mengklik https://goldenversion.com,” tulis pesan tersebut.

Mengutip situs Independent, jika pengguna menuruti ‘rayuan’ tersebut dan tanpa disadari mengunduhnya langsung di situs goldenversion.com, maka ponsel terjangkit malware serta serangan siber yang berujung pada pencurian data pribadi.

Selain itu, mungkin saja peretas yang menjadi dalangnya juga melacak pergerakan dan aktivitas para pengguna.

Tipuan ini dilaporkan telah muncul dalam berbagai jenis, salah satunya menggunakan nama “WhatsApp Plus”.

Pihak WhatsApp pun di dalam kolom FAQ situs resminya, mengatakan akan memblokir pengguna jika ia terdeteksi menggunakan peranti lunak tidak resmi di dalam ponselnya.

“WhatsApp Plus adalah aplikasi yang tidak dikembangkan dan bukan produk yang diluncurkan secara sah oleh WhatsApp.”

“ Pun begitu dengan para pengembang kami yang juga tidak memiliki hubungan dengan WhatsApp Plus,” tulis perusahaan yang telah diakuisisi Facebook sejak 2014 itu.

Namun saat CNN Indonesia mencoba membuka goldenversion.com, situs ini tidak bisa ditemukan.

Agar terhindar aplikasi tipuan seperti itu, ada baiknya jangan mudah percaya apabila ada tawaran yang asalnya tidak jelas atau tidak meyakinkan.

Lebih baik dicek terlebih dahulu ketersediaannya di Google PlayStore atau Apple App Store sebagai langkah awal

Sementara itu sebuah perusahaan analitik digital, SimilarWeb melakukan analisis data Android untuk mengetahui aplikasi pesan instan yang paling populer dari setiap negara di dunia.

Beberapa negara yang paling banyak menggunakan WhatsApp di antaranya adalah Brasil, Meksiko, India, Rusia, dan beberapa negara lain di wilayah Amerika Selatan, Eropa Afrika, Asia, dan wilayah Oseania.

Peringkat kedua ditempati oleh aplikasi Facebook Messenger dengan total empat puluh sembilan negara yang paling banyak menggunakannya, termasuk Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.

Sisanya, ditempati oleh Viber, Line, WeChat dan Telegram. Viber sendiri menjadi aplikasi paling favorit di sekitar sepuluh negara di wilayah bagian Timur Eropa, seperti Belarus, Moldova, dan Ukraina.

Tak hanya itu, Viber juga cukup populer di sejumlah wilayah Asia, seperti Irak, Libya, dan Sri Lanka.

SimilarWeb juga mencatat bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang paling banyak menggunakan BBM sebagai aplikasi perpesanannya.

Hingga April lalu, setidaknya BBM berhasil terinstall dari seluruh perangkat Android yang ada di Indonesia.

Padahal, aplikasi perpesanan buatan BlackBerry tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh berbagai negara lainnya.

Komentar