Isi Baterei HP Cuma Sekian Detik

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 November 2016 | 09:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda, mungkin, termasuk salah seorang pemakai gadget yang tak pernah putus-putusnya mengeluh tentang baterei yang sangat cepat habis. Tentu, tak terkecuali, penggunai smartphone yang kala mengisi baterei  butuh waktu

Mengatasi keluhan ini  ilmuwan dari University of Central Florida  mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut.

Tahu hasilnya?

Sebuah konsep baterai dengan teknologi supercapacitor.

Baterai dengan teknologi tersebut digadang-gadang dapat diisi ulang hanya dalam hitungan detik.

Tidak hanya cepat, listrik yang tersimpan dalam perangkat juga bisa lebih lama, sekitar satu minggu.

“Anda bisa mengisi baterai ponsel dalam hitungan detik dan tidak perlu mengisi ulang hingga lebih dari satu pekan,” ujar salah satu ilmuwan UCF yang terlibat proses pembuatannya, Nitin Choudhary.

Sayangnya, supercapacitor baru berbentuk konsep. Ia belum diproduksi untuk tujuan komersil, purwarupanya baru hadir untuk kegiatan pengujian saja.

Supercapacitor dikatakan punya kemampuan dan cara kerja berbeda dibanding baterai biasa.

Baterai purwarupa ini memanfaatkan lempengan dua dimensi, biasanya berupa graphene, untuk menyimpan listrik.

Lempengan dua dimensi itu kemudian dililitkan di sekitar kabel satu dimensi berukuran nano.

Tebal lilitan pun diatur hanya setebal beberapa atom saja. Efeknya, elektron bisa bergerak cepat dari bagian inti hingga kulit terluar.

Daya listrik pun bisa disimpan dengan lebih cepat. Daya tahannya pun cenderung lebih kuat dibanding baterai biasa.

“Kami mengembangkan sintesis kimia yang relatif sederhana, sehingga materi dua dimensi dan materi dasar bisa disatukan dengan mudah,” tutur ilmuwan lainnya Yeonwoong Jung, sebagaimana ditulis laman situs  Engadget, Jumat, 25 November 2016.

Pada purwarupa tersebut, para ilmuwan mencatat bahwa baterai supercapacitor masih terlihat seperti baru, bahkan setelah diisi ulang tiga puluh dribu kali.

Artinya, daya tahan baterai supercapacitor sekitar dua puluh kali lipat lebih lama dibanding baterai lithium-ion biasa.

Meski terlihat menjanjikan, teknologi supercapacitor ini hanya dibuat sebagai bukti sebuah konsep.

Masih perlu penelitian dan pemrosesan lebih mendalam jika ingin memakainya sebagai teknologi baterai komersil.

Sekarang, para ilmuwan pembuatnya sedang mengajukan paten untuk desain baterai supercapacitor itu.

Baterai yang di-charge ulang, baik baterai smartphone, tablet, atau laptop, memiliki batas usia berbeda-beda.

Anda bisa memperpendek atau memperpanjang usia tersebut, tergantung cara merawatnya.

Ada banyak tips yang beredar di ranah maya soal isu ini. Kebanyakan menyarankan pengguna lebih teratur memakai daya agar baterai tak bekerja terlalu keras.

Padahal, pengguna tak perlu melulu memanjakan baterai seperti emas atau peliharaan kesayangan.

Beberapa perangkat menunjukkan informasi kesehatan baterai pada opsi penyetelan atau Settings. Di situ tertera berapa kali siklus isi ulang daya baterai hingga performanya memburuk.

Apple merupakan salah satu vendor yang terbuka soal informasi siklus isi ulang baterai.

Pada lini iPhone, dibutuhkan lima ratus kali siklus isi ulang daya, hingga performa baterai turun menjadi delapan puluh persen dari kondisi awal. Lama kelamanan persentase itu akan semakin turun.

Maka dari itu, Anda sebaiknya tak membuang-buang jatah siklus isi ulang daya baterai. Jangan memasang dan mencabut charge jika tak perlu.

Jika Anda memutuskan untuk menge-charge, jangan mencabutnya di tengah-tengah. Sebab, itu akan menyumbang satu siklus isi ulang, padahal baterai belum terisi penuh.

Satu kepala charge dengan banyak cabang kabel memang praktis di bawa ke mana-mana. Anda bisa mengisi ulang daya beberapa perangkat sekaligus tanpa membawa banyak kepala charge.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa pasokan daya ke batu baterai perangkat elektronik harus stabil. Menghubungkan satu kepala charge dengan banyak kabel akan membuat aliran daya tak stabil, bisa tiba-tiba kecil atau tiba-tiba besar.

Jika pun Anda harus terpaksa menggunakan alat charge dengan kabel bayak, pastikan Anda membeli aksesori itu dari brand yang kualitasnya sudah teruji.

Temperatur dalam ruangan sekitardua puluh0 derajat celcius atau tujuh puluh  derajat fahrenheit adalah kondisi terbaik untuk mengisi ulang baterai perangkat elektronik.

Kondisi demikian bisa serta-merta merusak fungsi batu baterai secara permanen. Lebih baik Anda membiarkan ponsel mati karena kehabisan daya daripada harus mengisinya di tengah temperatur ekstrem.

Menjatuhkan atau membanting perangkat elektronik tak cuma membuat fisiknya lecet. Performa baterai yang tersemat di dalam ponsel juga bisa terpengaruh.

Pasalnya, tamparan keras dapat membuyarkan atau mengeroposkan kandungan kimia yang tersimpan dalam baterai.

Jika Anda ingin bepergian dan harus meninggalkan perangkat elektronik dalam waktu lama, pastikan baterai yang Anda tinggalkan tak penuh. Kondisi paling baik adalah dalam keadaan baterai terisi lima puluh  persen.

Selain itu, tetap simpan ponsel di temperatur normal. Hal ini bisa membuat baterai berusia langgeng meski tak digunakan dalam waktu lama.

Komentar