Indonesia Negara Terlelet Paparan Internetnya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 April 2013 | 15:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Para pemakai internet di Indonesia harus mendesak kepada provider untuk mengoperasikan internet “supercepat” guna menyongsong perkembangan teknologi ini di masa depan. Sebagai negara yang memiliki pemakai internet paling potensial di dunia, bisnis layanan informasi teknologi itu harus mengalami restrukturisasi dengan mengadopsi layanan cepat yang juga dimiliki negara-negara lain.

Menurut sebuah penelitian terbaru, bisnis internet di Indonesia, dengan jumlah pemakai tertinggi di Asia Tenggara, sangat tidak memuaskan. Para provider hanya bisa menawarkan layanan dalam iklan-iklannya tetapi tidak pernah memedulikan kekuatan servernya. Sehingga untuk meng”klik” internet di negara ini harus menunggu hitungan menit.

Bahkan dibeberapa daerah leletnya ini minta ampun parahnya. Dan menurut seorang pengamat, provider terus menjual produknya tanpa pernah memedulikan kemampuan servernya. Ada di satu daerah kemampuan servernya hanya untuk seribu pelanggan tapi dijualnya hingga ke 10.000 pelanggan, sehingga untuk mengakses internet dibutuhkan waktu berjam-jam.

Akamai Technologies, network provider yang berbasis di Amerika Serikat merilis laporan “State of the Internet” terbaru yang memaparkan negara-negara yang memiliki kecepatan koneksi internet yang lelet dan  tercepat.

Dari laporan tersebut terungkap negara-negara Asia Timur yang langganan teratas “royal” bandwidth, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong, masih menjadi tiga negara dengan koneksi internet tercepat di dunia.

Korea Selatan masih menjadi negara dengan koneksi rata-rata tercepat di seluruh dunia pada kuartal 4 tahun 2012. Rata-rata kecepatan internet di negeri “K-Pop” tersebut mencapai 14 Megabit per detik.

Meski begitu, kecepatan rata-rata internet di Korea Selatan sebenarnya mengalami sedikit penurunan. Apabila dibandingkan dengan kuartal 3 2012, kecepatan rata-rata internet di Korea Selatan menurun 4,8 persen.

Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2011, kecepatan internet di Korea Selatan menurun cukup jauh, yaitu sekitar 13 persen.

Sekadar informasi, satuan kecepatan internet yang tercantum dalam laporan Akamai tersebut adalah Mb (M dalam huruf kapital dan b dalam huruf kecil). Hal tersebut melambangkan satuan Megabit. Apabila mau dikonversi ke satuan MB (keduanya huruf kapital) atau Megabyte, angka dalam Megabit harus dibagi 8 terlebih dahulu. Jadi, rata-rata kecepatan internet di Korea Selatan adalah 14 Megabit per detik atau 1,75 Megabyte per detik.

Jepang, negara yang baru merilis layanan koneksi internet tercepat di dunia, berada di peringkat kedua dalam laporan Akamai ini. Kecepatan rata-rata internet di negara tersebut adalah 10,8 Mb per detik, meningkat 3,4 persen dari kuartal sebelumnya, dan 19 persen dari kuartal yang sama di tahun 2011.

Dikutip dari Tech Crunch, Kamis (25/4/2013), Hong Kong berada di peringkat ketiga dalam laporan tersebut. Namun, kecepatan rata-rata di negara tersebut tidak mampu menembus angka 10 Mb per detik. Hong Kong hanya mampu menghadirkan internet berkecepatan 9,3 Mb per detik, meningkat 3,4 persen dari kuartal sebelumnya, dan 5,4 persen di tahun sebelumnya.

Negara lain yang berada dalam daftar ini adalah Latvia, Swiss, Belanda, Republik Ceko, Amerika Serikat, Swedia, dan Finlandia. Kecepatan internet di negara tersebut ada di antara 7 Mb per detik hingga 9 Mb per detik.

Secara total, kecepatan rata-rata internet di dunia adalah 2,9 Mb per detik, mengalami peningkatan 5 persen dari kuartal sebelumnya, dan meningkat tinggi hingga 25 persen dari kuartal yang sama di tahun 2011.

Laporan ini itu juga menempatkan Indonesia diurutan terbawah pemaparan internet. Indonesia adalah negara pemakai yang besar, tapi pelayanannya terburuk. Provider di Indonesia selalu lambat dalam mengantisipisai kebutuhan pelayanan sehingga merugikan konsumen.

Beriikut daftar 10 negara dengan kecepatan rata-rata internet tertinggi di dunia

.

Para pemakai internet di Indonesia harus mendesak kepada provider untuk mengoperasikan internet “supercepat” guna menyongsong perkembangan teknologi ini di masa depan. Sebagai negara yang memiliki pemakai internet paling potensial di dunia, bisnis layanan informasi teknologi itu harus mengalami restrukturisasi dengan mengadopsi layanan cepat yang juga dimiliki negara-negara lain.

Menurut sebuah penelitian terbaru, bisnis internet di Indonesia, dengan jumlah pemakai tertinggi di Asia Tenggara, sangat tidak memuaskan. Para provider hanya bisa menawarkan layanan dalam iklan-iklannya tetapi tidak pernah memedulikan kekuatan servernya. Sehingga untuk meng”klik” internet di negara ini harus menunggu hitungan menit.

Bahkan dibeberapa daerah leletnya ini minta ampun parahnya. Dan menurut seorang pengamat, provider terus menjual produknya tanpa pernah memedulikan kemampuan servernya. Ada di satu daerah kemampuan servernya hanya untuk seribu pelanggan tapi dijualnya hingga ke 10.000 pelanggan, sehingga untuk mengakses internet dibutuhkan waktu berjam-jam.

Akamai Technologies, network provider yang berbasis di Amerika Serikat merilis laporan “State of the Internet” terbaru yang memaparkan negara-negara yang memiliki kecepatan koneksi internet yang lelet dan  tercepat.

Dari laporan tersebut terungkap negara-negara Asia Timur yang langganan teratas “royal” bandwidth, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong, masih menjadi tiga negara dengan koneksi internet tercepat di dunia.

Korea Selatan masih menjadi negara dengan koneksi rata-rata tercepat di seluruh dunia pada kuartal 4 tahun 2012. Rata-rata kecepatan internet di negeri “K-Pop” tersebut mencapai 14 Megabit per detik.

Meski begitu, kecepatan rata-rata internet di Korea Selatan sebenarnya mengalami sedikit penurunan. Apabila dibandingkan dengan kuartal 3 2012, kecepatan rata-rata internet di Korea Selatan menurun 4,8 persen.

Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2011, kecepatan internet di Korea Selatan menurun cukup jauh, yaitu sekitar 13 persen.

Sekadar informasi, satuan kecepatan internet yang tercantum dalam laporan Akamai tersebut adalah Mb (M dalam huruf kapital dan b dalam huruf kecil). Hal tersebut melambangkan satuan Megabit. Apabila mau dikonversi ke satuan MB (keduanya huruf kapital) atau Megabyte, angka dalam Megabit harus dibagi 8 terlebih dahulu. Jadi, rata-rata kecepatan internet di Korea Selatan adalah 14 Megabit per detik atau 1,75 Megabyte per detik.

Jepang, negara yang baru merilis layanan koneksi internet tercepat di dunia, berada di peringkat kedua dalam laporan Akamai ini. Kecepatan rata-rata internet di negara tersebut adalah 10,8 Mb per detik, meningkat 3,4 persen dari kuartal sebelumnya, dan 19 persen dari kuartal yang sama di tahun 2011.

Dikutip dari Tech Crunch, Kamis (25/4/2013), Hong Kong berada di peringkat ketiga dalam laporan tersebut. Namun, kecepatan rata-rata di negara tersebut tidak mampu menembus angka 10 Mb per detik. Hong Kong hanya mampu menghadirkan internet berkecepatan 9,3 Mb per detik, meningkat 3,4 persen dari kuartal sebelumnya, dan 5,4 persen di tahun sebelumnya.

Negara lain yang berada dalam daftar ini adalah Latvia, Swiss, Belanda, Republik Ceko, Amerika Serikat, Swedia, dan Finlandia. Kecepatan internet di negara tersebut ada di antara 7 Mb per detik hingga 9 Mb per detik.

Secara total, kecepatan rata-rata internet di dunia adalah 2,9 Mb per detik, mengalami peningkatan 5 persen dari kuartal sebelumnya, dan meningkat tinggi hingga 25 persen dari kuartal yang sama di tahun 2011.

Laporan ini itu juga menempatkan Indonesia diurutan terbawah pemaparan internet. Indonesia adalah negara pemakai yang besar, tapi pelayanannya terburuk. Provider di Indonesia selalu lambat dalam mengantisipisai kebutuhan pelayanan sehingga merugikan konsumen.

Komentar