Heboh Google Glass, Sony Bikin SmartEyeGlass

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 April 2014 | 10:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah dihebohkan dengan kacamata “smarthphone” atau kacamata pintar produksi Goggle yang dinamakan dengan “google glass,” produsen eletronik raksasa Jepang, Sony rupanya tak mau ketinggalan dengan wearable device berupa kacamata pintar.

Produsen elektronik ini menunjukkan purwarupa sebuah perangkat kacamata pintar bernama SmartEyeglass pada konferensi DevCon yang berlangsung minggu lalu di sekitar kota San Francisco, Amerika Serikat.

Sebagaimana dilaporkan oleh PCWorld, SmartEyeglass memiliki fungsi mirip dengan Google Glass, yang menampilkan informasi pada layar di depan mata pengguna.

Bedanya, layar SmartEyeglass bukan berupa prisma kecil. Perangkat pintar ini terlihat lebih menyerupai kacamata biasa dengan sepasang lensa. Informasi ditampilkan di sepasang lensa transparan itu.

Lensa pada SmartEyeglass dibuat sedemikian rupa sehingga teks yang muncul terlihat berada jauh di depan pengguna agar lebih nyaman dibaca.

Sony turut membenamkan fitur-fitur lain yang biasa ditemukan pada smartphone, seperti kamera terintegrasi, mikrofon, serta rangkaian sensor akselerometer, giroskop, dan kompas.

Dalam sebuah video demonstrasi yang dilansir oleh IDG News Service, tampak pemakai SmartEyeglass berjalan di sebuah bandar udara dan mendapat petunjuk ke arah loket check-in.

Skenario penggunaan lain termasuk update skor terkini dari pertandingan olahraga serta notifikasi SMS dan missed call.

SmartEyeglass masih berupa purwarupa dan bisa dikatakan belum secanggih Google Glass. Perangkat ini beroperasi lewat unit pengontrol terpisah yang dilengkapi papan sentuhuntuk keperluan navigasi, berikut tombol power dan kamera.

Baik SmartEyeglass maupun Google Glass digunakan secara berdampingan dengan smartphone Android. Keduanya terhubung ke smartphone melalui Bluetooth atau WiFi lewat perantara aplikasi.

Sony berusaha menarik minat developer agar mau mengembangkan aplikasi untuk perangkat ini. Software development kit (SDK) untuk SmartEyeglass tengah dikembangkan. Namun, belum ada informasi mengenai jadwal ketersediaan SDK ataupun purwarupa perangkat SmartEyeglass.

Sementara itu Google, setelah merilis kacamata pintar Google Glass untuk kalangan developer di awal tahun ini, pada Selasa, 15 April 2014 lalu., mulai menjualnya untuk umum.

Sontak Google Glass laris dibeli oleh mereka yang penasaran dengan kemampuan yang dimiliki kacamata pintar ini.

“Saya ingin melihat seberapa canggihnya alat ini dan apa yang bisa dilakukan dengannya,” ujar Nate Gilbert, salah seorang pembeli Glass yang mengatakan bahwa saat ini ia bekerja untuk perusahaan yang menjadi rival Google, seperti dikutip dari CNN .

Penawaran tersebut dilakukan Google melalui Explorer Program, di mana pembeli bisa mendapatkan Google Glass melalui transaksi online, sehingga tidak ada antrean di depan gedung Google.

Dalam penawaran yang berlaku selama satu hari tersebut, Google membanderol Glass seharga 1.500 dollar AS atau setara dengan Rp 17 juta, ditambah bonus sepasang kaca lensa atau sebuah frame.

Walau dirasa cukup mahal, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat calon pembeli kacamata pintar Google itu.

Google tidak merilis berapa jumlah kacamata pintarnya yang sudah terjual, namun di halaman Google Plus resmi milik Google Glass, Google mengatakan bahwa kacamata pintar dengan warna frame Cotton sudah habis terjual, menyisakan frame dengan pilihan warna Charcoal.

Walau sudah diluncurkan lebih dari setahun yang lalu, namun Google terus menunda-nunda penjualan Google Glass. Menurut CNN, hal tersebut disebabkan karena secara teknis, Glass masih dalam tahap beta.
Google terus mengembangkan Glass dari waktu ke waktu, seperti update hardware dan desain frame yang dirombak, sehingga menjadi lebih ramah guna.

Sehari sebelum menjual Glass secara online, Google juga telah mengumumkan akan merilis update software, yang rencananya akan bisa diunduh mulai minggu depan. Upgrade tersebut ditujukan untuk memperpanjang umur baterai dan mempermudah update software di masa mendatang.

Fitur video call juga terpaksa ditanggalkan Google dari Glass, pasalnya fitur tersebut mendapat banyak keluhan kualitas yang buruk, dan pengalaman penggunaan yang tidak nyaman.

sumber: CNN, PC World

Komentar