Hari Ini Facebook Tandai Berita “Palsu”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 Maret 2017 | 15:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Kabar baru datang lagi dari Facebook hari ini, Rabu tengah hari ini

Kabar itu berupa mulai ditandainya berita yang yang diragukan kebenarnnya.

Dalam blog resminya Facebook dengan nada merendah mengungkapkan  masih belum bisa memberantas berita palsu di News Feed layanannya.

Namun mereka telah mengambil tindakan dengan memberi peringatan pada setiap berita yang belum jelas kebenarannya.

Bentuk peringatan tersebut berupa sebuah penanda bertuliskan “disputed” atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “dapat diperdebatkan”.

Berita yang mendapat tanda ini berarti kebenaran informasi di dalamnya masih perlu dilakukan pengecekan ulang.

Pemilihan kata “disputed” tersebut hanya sebuah cara Facebook menunjukkan kehati-hatiannya dalam menghadapi suatu persoalan.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Recode, Rabu (8/3/2017), penanda tersebut akan diikuti dengan sebuah tautan menuju situs pencari fakta yang menjelaskan menganai alasan mengapa berita tersebut dianggap palsu.

Berikut ini salah satu contoh tanda “disputed” dalam sebuah cerita rekaan The Seattle Tribune yang diberi judul “Ponsel Android Trump Diyakini Sebagai Sumber Kebocoran Informasi di Gedung Putih

Selain mulai memasang tanda “disputed” ada artikel yang mengandung informasi palsu, Facebook juga mengungkap tata cara pemasangan tanda tersebut. Singkatnya tata cara tersebut terdiri dari tiga bagian.

Sebelum memberi tanda peringatan, pertama, raksasa media sosial itu akan terlebih dulu memindai laporan pengguna mengenai berita terkait atau menggunakan sistem buatannya untuk mencari tahu keanehan dalam kandungan berita.

Kedua, Facebook akan mengirim berita yang dinilai aneh itu ke organisasi pencari fakta yang menjadi rekan mereka.

Contohnya adalah organisasi bernama Snopes atau Politifact.

Ketiga, jika kedua metode pencarian fakta di atas berhasil menemukan kepalsuan informasi dalam berita, maka Facebook akan langsung memasang label “disputed”.  Jika tidak menemukan kepalsuan, maka berita akan tampil seperti biasa.

Sekadar diketahui, pada prakteknya berita The Seattle Tribue yang menjadi contoh itu sempat beredar tanpa label.

Berita mengenai Presiden Amerika Serikat Trump itu diunggah pada Minggu diakhir Februari lalu dan beredar tanpa label “disputed” selama beberapa hari.

Dan baru pada Kamis awal Maret, Snopes menyatakan bahwa berita itu palsu dan Politifact mengeluarkan pernyataan serupa pada hari berikutnya.

Facebook baru menempelkan label “disputed” setelah kedua organisasi pencari fakta itu mengeluarkan pernyataan soal kepalsuan berita The Seattle Tribune.

Bulan ini juga Facebook mulai memenuhi  janjinya dengan  memulai langkah-langkah untuk memerangi peredaran berita palsu alias hoax dengan memberi label khusus.

Label berbunyi “disputed” itu disematkan di-posting secara individual, bukan di akun pengunggah secara keseluruhan.

Isi konten dinilai kebenarannya oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Facebook sebagai pemeriksa fakta. Dalam contoh di samping yang dilansir oleh Gizmodo, pemeriksa dimaksud adalah Snopes dan Politifact.

Para pemeriksa fakta ini bergabung di bawah organisasi jurnalis non-profit, Poynter. Total anggotanya ada 42, namun Facebook baru aktif menggunakan jasa dari empat di antaranya, yakni Snopes, Factcheck.org, ABC News, dan PolitiFact.

Tahun lalu, Facebook menjelaskan bahwa informasi keberadaan konten palsu diperoleh lewat laporan pengguna atau penyisiran algoritma khusus untuk mengendus hoax.

Laporan dugaan hoax ini kemudian diteruskan ke para pemeriksa fakta untuk dicek kebenarannya.

Apabila setidaknya dua pemeriksa fakta sependapat bahwa konten bersangkutan merupakan hoax, label “disputed” pun akan disematkan.

Meski bisa memberi peringatan pada pengguna Facebook saat menjumpai hoax, penerapan sistem label ini masih belum sepenuhnya ideal.

Posting yang telah dilabeli tetap beredar, sementara isi label sendiri hanya menyebutkan bahwa kebenaran isinya “diragukan”, bukan dengan tegas menyatakan bahwa konten tersebut merupakan berita palsu atau hoax.

Saat ini pelabelan konten yang diduga hoax baru tersedia secara terbatas. Belum diketahui kapan fitur itu bakal bisa diterapkan di seantero Facebook.

Komentar