Hacker Indonesia Terbaik di Dunia

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 November 2013 | 08:23 WIB

Dibaca: 1099 kali

162146_situs-alexnono-com-diduduki-hacker-anonymous-indonesia_663_382

Hacker Indonesia merupakan salah satu peretas terbaik di dunia.

Benarkah?

Benar!! Pengakuan itu merupakan jawaban salah satu kelompok “hacker” di India , “Indi-Hack,”terhadap tudingan hacker Australia yang tergabung dalam “Au-Ano” yang melecehkan para “hacker” Indonesia sebagai “bocah ingusan.”

Tidak hanya India, banyak negara di luar Indonesia yang menempatkan posisi hacker Indonesia sebagai salah satu yang terbaik dan memiliki skill hacker di India, Cina maupun AS.

Seorang hacker di Jakarta, yang pernah lama tingga di Jerman, dan pernah bergabung dewan elite “anonymous global,” menegaskan para hacker Indonesia menempati posisi terbaik di dunia.

Serangan yang dilakukan oleh hacker yang mengaku dari Australia, terhadap situs Garuda Indonesia, sempat menyertakan pesan singkat dengan menuliskan, hacker Indonesia hanya memiliki kemampuan hacking yang cetek karena cuma bisa mengubah tampilan situs.

Sedangkan hacker yang mengaku dari Australia dapat membocorkan data-data penting.

Tak hanya datang dari Australia, pesan menyepelekan hacker Indonesia pernah datang datang dari Myanmar yang meretas situs depertemen pertahanan dan meninggalkan pesan bahwa hacker Indonesia hanya memiliki skill setingkat bocah.

Seorang hacker yang tergabung dalam komunitas Binus Hacker, hacktivist di Indonesia lebih luar biasa dari yang negara-negara lain. “Iya, itu yang menjadi image di mata orang-orang di luar Indonesia.

Padahal hacker di Indonesia itu lebih powerfull dari yang mereka bayangkan,” jelas hacker yang tak ingin diketahui namanya ini.

Menurutnya, kualitas para hacker di Indonesia ini sudah berkelas internasional. Namun para hacker tersebut lebih memilih untuk tidak diketahui oleh orang lain, dan tak ingin apa yang dikerjakannya diketahui oleh orang lain.

“Berdasarkan yang saya kenal, dari hacker yang sudah senior, banyak yang berkelas internasional, tapi bersikap low profile,” lanjutnya.

Hal ini berbeda dengan hacker yang meninggalkan jejak dengan melakukan deface, menurutnya tipe hacker seperti ini adalah hacker pemula yang baru di dunia hacking. Dan ia ingin orang lain tahu eksistensi dirinya di dunia hacking.

Salah satu pakar komputasi di Indonesia, I Made Wiryana, juga mengatakan, hacker yang canggih adalah hacker yang tidak meninggalkan jejak.

Ada hal menarik yang perlu dicermati dari kasus penyadapan dan perang hacker antara Indonesia dan Australia. Yakni, intelijen Australia tidak begitu jago dalam melakukan pengintaian.

Dikatakan oleh salah seorang hacker Indonesia, aktivitas spying adalah hal yang biasa dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintahan. “Spying itu hal yang biasa, banyak orang yang melakukannya. Pemerintah Indonesia juga melakukan spying terhadap koruptor-koruptor di Indonesia,” jelas hacker yang tak ingin disebutkan namanya.

Ia juga mengatakan intel Indonesia juga melakukan spying pada orang-orang tertentu, termasuk orang-orang yang berpengaruh di Indonesia. “Ini membuktikan kalau intel Australia itu tak lebih jago dari intel Indonesia, kan? Melakukan spying saja datanya bocor dan ketahuan,” jelasnya.

“Indonesia tidak melakukan spying, ya karena tidak ketahuan saja. Aktivitas spying Indonesia tidak ter-publish. Dengan kata lain, intel Indonesia lebih jago dari intel Australia,” tutup hacker yang juga salah satu staf di komunitas Binus Hacker.

Hal tersebut senada dengan apa yang diucapkan oleh pakar IT, Budi Rahardjo, bahwa tindakan saling serang website dan penyadapan adalah hal yang biasa-biasa saja, tidak perlu ditanggapi terlalu serius. “Ya itu biasa-biasa saja, perang hacker ini sama saja seperti satu kampung tawuran dengan kampung lainnya,” jelas Budi.

Sistem keamanan di dunia maya tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Pasalnya jika dalam situs tersebut terdapat berbagai data dan informasi penting, sewaktu-waktu bisa saja mendapat berbagai serangan dari pihak yang tak bertanggung jawab.

Mengingat belakangan ini kasus peretasan situs kian marak, mulai dari serangan deface, ddos, hingga database leaking, perlu adanya peningkatan sistem keamanan situs.

Pihak-pihak yang tak bertanggung jawab tak akan peduli apakah itu situs pribadi atau perusahaan, bila ia bisa membobolnya dan mempunyai motif tersendiri pasti akan dilakukan. Untuk itu masyarakat, entah itu individu, organisasi, atau perusahaan, diminta untuk waspada.

Komentar