“Hacker” Dunia Lumpuhkan Situs Israel

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 Juli 2014 | 20:00 WIB

Dibaca: 0 kali

Hacker “Anon Ghost” unjuk tombask dalam melancarkan serangan siber ke Israel dan berhasil menyatuklan seluruh hacker dunia menyerang situs-situs Israel. Mereka berjanji akan melumpuhkan semua situs Israel sebagai respons atas aksi keji negara Yahudi itu membunuh puluhan warga sipil Palestina.

Warga internet tanpa kecuali mengutuk aksi Israel yang menyerang secara membabi buta.

Aksi ini dimulai dari sebuah pesan video di YouTube tiga hari lalu yang mengajak semua “hacker menyerang situs-situs Israel/. Dalam video yang berdurasi tiga menit dua2 detik ini, hacker bernama AnonGhost mengajak seluruh hacker di dunia untuk “menghukum” Israel dengan melumpuhkan situs-situs yang ada di server negara mereka.

Video tersebut bertajuk “Message to IsraHell and All the World #OpSaveGaza #AnonGhost 11/7/2014”.
Video tersebut awalnya menampilkan secuplik berita yang menggambarkan kehancuran Gaza pasca bom dilontarkan dari Israel. Video yang diklaim berasal dari Reuters ini menjadi latar belakang suara anonim.

“Salam. Ini merupakan panggilan penting bagi para hacker, organisasi hak asasi manusia, dan aktivis di seluruh dunia untuk bersatu kembali, memulai kampanye melawan Israel.”

Berbagi semua hal yang ada di sana, sebarkan aktivitas teror mereka kepada dunia. Aksi Hamas meluncurkan roket dari Gaza ke Israel merupakan reaksi yang normal dan dapat diterima melawan Israel.
Itu bisa disebut sebagai pertahanan, bukan terorisme,” kata AnonGhost dalam video tersebut.

Selanjutnya, AnonGhost mengajak semua orang untuk meretas situs-situs di negara tersebut. Serangan itu dijadwalkan akan berlangsung mulai Jumat 11 Juli. Mereka berjanji akan meretas situs-situs itu dan melumpuhkannya dengan pola Distributed Denial-of-Service (DDoS).

Pola ini merupakan cara hacking termudah. Para hacker tinggal membanjir situs dengan trafik palsu. Jika server mendeteksi adanya trafik yang padat, otomatis server akan mematikan sistem jaringan dan situs tidak akan bisa diakses hingga dilakukan perbaikan.

Sebagai langkah “perkenalan”, beberapa hacker telah melakukan peretasan situs Israel. Sebanyak 500 situs di negara zionis itu diklaim telah diretas sejak 8 Juli lalu. Tidak hanya situs berakhiran .co.il, tapi juga beberapa email milik pejabat pemerintah zionis.

Dalam aksi tersebut, hacker men-deface atau mengubah tampilan situs yang diretas dengan gambar-gambar kota yang rusak di Gaza, serta anak-anak yang terluka di wilayah tersebut. Dalam tampilan deface itu juga disertakan nama AnonGhost, serta hashtag #OpSaveGaza atau Operasi Penyelamatan Gaza.

Dalam balasannya terhadap seruan di YouTube itu, Israel mengirim pesan fi situs “Times of Israel,” pemerintah zionis mengaku tidak khawatir dengan rencana serangan tersebut. Israel sudah terbiasa berurusan dengan hacker. Bahkan, setiap harinya terdapat sekitar 100.000 serangan yang diinvasi hacker ke server Israel.

“”Kami siap,” kata CEO Israel Internet Association, Dina Beer, seperti dikutip dari laman Times of Israel, Kamis, 10 Juli 2014.

“Saya tidak bilang serangan tersebut akan mudah dihadapi, namun kami telah berpengalaman hampir setiap hari dengan hacker. Ini telah jadi makanan kami sehari-hari,” lanjut Beer.

Menurut Beer, Israel telah menghadapi serangan peretasan dan DDOS hampir setiap waktu, sehingga pengalaman itu telah membuat mereka mengenal pola hacker dengan lebih baik. “Namun, memang bedanya, di saat krisis seperti ini, adalah terkait dengan jumlah hacker yang berpartisipasi dalam serangan.
Kemungkinan akan lebih banyak dibanding biasanya,” kata Beer.

“Kami yakin bisa mengatasinya. Sistem keamanan kami cukup canggih dan bisa mendeteksi trafik buatan yang menjejali sistem komputer yang bisa melumpuhkan seketika. Kami bisa memutuskan alamat internet protokol (IP) pelaku serangan yang teridentifikasi sebagai penyuplai DDoS,” ujar Beer.

Ahli keamanan teknologi Israel dari Tel Aviv University, Isaac Ben-Israel mengatakan, serangan ke server Israel semakin hari semakin meningkat. Bahkan, bisa sampai 900 persen. Serangan ini paling banyak datang dari negara-negara Arab dan berpenduduk muslim.

“Biasanya sekitar 100 ribu serangan per hari. Sekarang meningkat menjadi jutaan serangan dari seluruh dunia, terutama negara Islam. Angka itu hanya hitungan serangan yang menargetkan situs pemerintah. Kami belum menghitung serangan terhadap komputer warga atau kantoran,” ujar Ben-Israel.

Serangan-serangan itu, kata dia, termasuk upaya untuk mencuri data dari situs korban, men-deface halaman situs, atau mematikan jaringan web dengan serangan DDoS.

Kumpulan hacker Anonymous diduga berada di balik rencana serangan ini. Dugaan ini datang dari nama pemosting video ajakan di YouTube tersebut, AnonGhost.

Beberapa web dan media sosial yang terkait dengan nama Anonymous juga menunjukkan adanya akses ke rencana tersebut.

Namun, tidak semua web dan media sosial Anonymous memberikan perhatiannya. Hal ini dikarenakan anggota Anonymous memang tidak terdeteksi siapa dan di mana. Anonymous mengklaim jaringan mereka tersebar luas di seluruh negara di dunia.

Serangan yang sama memang pernah dilancarkan beberapa kali oleh Anonymous terhadap Israel. Juni 2012, Anonymous mengaku telah meretas situs PBB untuk menyatakan protesnya terhadap aksi Israel terhadap Palestina. Saat itu, Anonymous menganggap PBB tidak melakukan aksi apa-apa.

Lalu, pada November 2012, Anonymous melancarkan serangan berupa #OpIsrael Operation Israel. Dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya, upaya untuk melumpuhkan jaringan internet Israel dengan alasan pembelaan terhadap Palestina.

Indonesia pun tidak mau ketinggalan. Hashtag #prayforgaza bertebaran. Foto-foto terkait dengan kekejian Israel di Palestina pun di re-path dan share dari satu akun medsos ke medsos lainnya. Ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia pun turut berduka atas penderitaan saudara Muslim di Palestina, dan mengutuk aksi Israel.

Beberapa orang yang mengaku hacker Indonesia pun mengatakan akan bergabung dengan Anonymous dalam aksi ini. “Sedang bersiap untuk ikut #OpSaveGaza. Doakan!” tulis salah satu pengguna Twitter. Entah, apakah ia benar akan ikut aksi tersebut atau tidak.

Yang jelas, aksi ini tidak membuat jera Israel. Serangan demi serangan terus dilancarkan. Bahkan, jika Palestina didapati melakukan kesalahan. Sebagai saudara seiman, memang ingin rasanya ikut berjihad langsung ke Gaza. Meski tidak bisa melakukan banyak hal untuk membantu Palestina, doa pun cukup.

Komentar