Google Vs Siri Dalam Pencarian Info Seks

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Desember 2017 | 09:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Penelitian terbaru menemukan bahwa mesin pencarian Google lebih baik dalam memberikan informasi terkait seks, daripada asisten digital seperti Apple Siri.

Ahli dari Selandia Baru menemukan bahwa pencarian Google dengan menggunakan laptop lebih mampu memberikan lima puluh  persen tanggapan terbaik, sementara Siri hanya tiga puluh dua persen.

“Temuan kami menunjukkan pentingnya meningkatkan literasi digital pada masyarakat umum,” kata penulis utama penelitian, Profesor Nick Wilson, dari Universitas Otago.

“Secara khusus, lebih banyak yang perlu dilakukan untuk mendorong pengguna internet untuk memperlakukan informasi di majalah gaya hidup online dengan hati-hati,” katanya.

Profesor Wilson menambahkan, “pengalaman kami menunjukkan bahwa orang dapat menemukan saran kesehatan seksual yang berkualitas saat melakukan pencarian secara online, namun ini kemungkinannya kecil jika mereka menggunakan asisten digital, terutama Siri, bukan pencarian laptop Google.”

Inti penelitian yang dipublikasikan di jurnal BMJ ini adalah untuk memastikan bahwa semua pencarian saran kesehatan seksual, termasuk yang menggunakan bahasa gaul, bahasa sehari-hari, selalu diarahkan ke situs berkualitas tinggi, dengan rekomendasi berbasis bukti yang mutakhir.

Sementara itu, pecinta film dewasa di seluruh dunia mungkin akan menggunakan mode penyamaran Google Chrome untuk menyembunyikan jejak penelusuran mereka.

Namun, seorang insinyur Google menegaskan bahwa fungsi ini sebenarnya dirancang dengan tujuan yang jauh lebih sehat.

Darin Fisher, Wakil Presiden Chrome di Google mengatakan bahwa mode penyamaran awalnya dirancang untuk membantu orang menyembunyikan rahasia tertentu dari pasangan mereka.

Dia mengatakan kepada Thrillist bahwa tim Google pertama kali membayangkan bahwa itu akan digunakan oleh orang-orang yang ingin membeli cincin kawin tanpa memberi tahu pasangan mereka.

Seperti diketahui, mode penyamaran memungkinkan orang untuk berselancar di dunia maya, tanpa meninggalkan riwayat di peramban.

Ini juga dimaksudkan agar bermanfaat bagi orang-orang yang menggunakan komputer bersama, sehingga aktifitas mereka tidak diketahui tanpa harus menghapus riwayat jelajah.

Selama wawancara itu, Fisher juga memperingatkan pengguna bahwa Chrome tidak bisa menyembunyikan rasa malu mereka sepenuhnya.

Ia mengatakan bahwa, “Saat Anda meluncurkan tab Penyamaran, ada disclaimer di sana, di mana kami menjelaskan kepada orang-orang bahwa aktivitas Anda pastinya masih dapat dilihat oleh situs web yang Anda kunjungi dan dapat terlihat oleh atasan Anda, dan ISP tentu saja.”

Komentar