close
Nuga Tekno

Google Tingkatkan Keamanan Gmail

Google  mengingat  pengguna untuk tetap waspada terhadap email yang mengirimkan tautan ke Google Docs.

Ketika mengklik Google Docs yang dimaksud, akun pengguna justru jadi sasaran phishing.

Gara-gara serangan phishing, sejumlah pengguna mengeluh akun mereka telah jadi korban peretasan.

Kini, Google memberikan sejumlah tips agar kejadian serupa tidak menyerang pengguna.

Seperti  dikutip Android Headlines,  hari ini,Senin, 08 Mei, dalam sebuah unggahan blog, Google mengambil langkah tertentu untuk memperbaiki keamanan platformnya, terutama Gmail.

Untuk menghindari phishing dan serangan jahat lainnya, Google menggunakan peralatan tertentu untuk memastikan keamanan pengguna.

Misalnya saja penggunaan machine learning untuk mendeteksi spam dan email phishing, serta memindai attachment email untuk memastikan tak ada malware berbahaya di dalamnya.

Bukan hanya itu, Google juga melakukan inisiatif Safe Browsing guna mencegah pengguna mengakses tautan berbahaya dan penyalahgunaan akun Google  secara tidak sah.

Namun, hal ini tak berarti Gmail benar-benar aman dari serangan phishing dan malware, karena algoritme machine learning yang digunakan tidak menjamin seratus persen keberhasilan pemindaian software.

Keterbatasan ini juga membuat Google mengambil langkah cepat saat serangan phishing terjadi.

Pada kasus awal minggu lalu, Google mengaku telah menyelesaikan upaya phishing menggunakan Safe Browsing, Gmail, Google Cloud Platform, hingga menghapus laman palsu.

Raksasa internet AS itu juga meminta pengguna dan administrator untuk mengambil langkah tambahan untuk mengamankan akun mereka.

Misalnya saja, administrator diminta untuk meninjau akses pihak ketiga ke akun email serta memeriksa keamanan pada akun yang kemungkinan jadi korban serangan.

Sementara bagi pengguna yang memakai akun personal, Google menyarankan untuk melakukan pengecekan keamanan saat login di perangkat yang tak dikenal.

Biasanya pada saat yang sama, pengguna akan mendapat notifikasi dari Google, apakah benar mereka mengakses akun tersebut atau tidak.

Pengguna diminta mengikuti saran Google agar keamanan datanya tetap terjamin saat berada di dunia maya.

“Kami sedang menyelidiki phishing yang muncul sebagai Google Docs ini,” kata Google melalui akun Twitter resmi Google Docs.

“Kami sangat menyarankan Anda untuk tidak mengeklik tautan itu dan melaporkannya sebagai phishing di Gmail.”

Menurut pakar keamanan Justin Cappos, pengguna Gmail diminta mengklik tautan untuk melihat sebuah dokumen, yang menyediakan akses bagi peretas untuk menyusup ke akun Google mereka, termasuk untuk mengintip email, kontak, dan dokumen online.

Ini adalah situasi yang sangat serius bagi siapa saja yang terinfeksi karena mereka membiarkan akun miliknya dikendalikan oleh pihak ketiga,” kata pria yang merupakan profesor keamanan siber di NYU Tandon School of Engineering tersebut, sebagaimana dikutip dari Venture Beat, .

Cappos mengatakan ia menerima tujuh email berbahaya dalam tiga jam pada  Rabu  pekan lalu

Hal ini mengindikasikan peretas menggunakan sistem otomatis untuk melancarkan serangannya.

Meski mengaku tidak mengetahui tujuan serangan ini secara pasti, ia menekankan bahwa akun yang terkena serangan ini dapat digunakan untuk menyetel ulang sandi akun perbankan online atau memberikan akses ke data keuangan dan data pribadi yang bersifat sensitif.

Kabar lain yang datang dari Gmail mengungkapkan, mereka, Google menghadirkan pembaruan pada layanan Gmail berupa peningkatan batas lampiran menjadi maksimal lima puluh megabyte

Nah, kali ini Google kembali memboyong fitur baru pada layanan email elektronik yang diyakini dapat berguna bagi mereka yang bekerja berbasis web.

Seperti dikutip ditulis  GSM Arena,  pengguna Gmail bisa langsung streaming video dari lampiran email.

Nantinya, lampiran berupa video akan menampilkan thumbnail clip.

Cukup lakukan double-click, video akan langsung otomatis berjalan sama seperti video di YouTube.

Pengguna bisa mengatur kecepatan playback, dan videonya akan secara default dengan kualitas optimal.

Fitur ini mirip seperti fitur pada layanan cloud Google Drive, di mana video akan muncul dan berputar begitu diklik dua kali.