Google Punya Papan Ketik Bernama Gboard

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Desember 2016 | 08:11 WIB

Dibaca: 1 kali

Pengguna  Android yang menggunakan aplikasi Google, kini makin dimanjakan dengan kehadiran  papan ketik baru  bernama Gboard.

Piranti lunak berupa keyboard virtual itu telah tersedia dan bisa diunduh dari toko aplikasi Google Play Store untuk wilayah Indonesia pada akhir pekan ini.

Aplikasi Google Keyboard versi terdahulu yang telah terpasang di ponsel pengguna Android akan otomatis diperbarui ke Gboard.

Selain berubah nama, fitur-fitur Gboard pun lebih kaya dibanding pendahulunya. Salah satu yang menonjol adalah jalan pintas (shortcut) ke kolom pencarian melalui tombol “G” yang tersedia.

Tombol G itu bersifat opsional. Pengguna bisa menyetel untuk memanfaatkannya atau tidak di pengaturan keyboard, sebagaimana dilaporkan Phone Aren, Senin, 19 Desember 2016.

Jika pengguna memilih memanfaatkannya, pencarian apa pun bisa dilakukan sambil chatting dengan teman, mengirim e-mail, atau menulis catatan penting.

Tak perlu lagi bolak-balik dari browser pencarian ke aplikasi.

Selain itu, ada juga dukungan tiga bahasa sekaligus alias multi-language untuk preferensi kata.

Di keyboard Google sebelumnya, pengguna cuma bisa memilih satu preferensi bahasa.

Fitur-fitur baru yang ada di Gboard di Android itu mulai dari tombol pencarian “G,” toolbar tambahan  tambahan untuk mengakses tema, pengaturan, dan mode satu tangan bila tak mengaktifkan tombol G, tombol khusus untuk angka yang tak menyatu dengan huruf serta dukungan tiga bahasa untuk preferensi kata.

Di samping itu masih ada  pencarian untuk emoji, pengetikan gestur atau dikenal dengan gesture typing, yang  kini disebut glide typing hingga tombol GIF selalu ditampilkan, namun tak muncul pada aplikasi-aplikasi yang tak mendukung.

Sebelumnya Google telah menghadirkan tombol-tombol huruf di virtual keyboard terpisah dengan jarak cukup jauh.

Google memperkenalkan fitur baru berupa mode pengetikan dengan satu tangan atau (one-handed typing pada update terbaru aplikasi Google Keyboard.

Untuk mengaktifkan mode ini, pengguna Google Keyboard tinggal menekan dan menahan tombol koma atau “,” sampai kemudian muncul ikon satu tangan di sebelah ikon gir (settings).

Begitu ikon satu tangan dipilih, maka Google Keyboard akan mengubah layout menjadi lebih kecil dan lebih rapat ke salah satu sisi layar kanan atau kiri, bisa diatur kemudian  agar tombol-tombol virtual keyboard bisa lebih mudah dijangkau oleh pengguna.

Untuk diketahui, Gboard merupakan aplikasi keyboard perdana dari Google untuk platform iOS

Google melengkapi Gboard dengan kolom pencarian terintegrasi yang bisa diakses lewat ikon “G” pada pojok kiri atas tampilan aplikasi keyboard.

Dengan kolom Google Search ini, pengguna bisa melakukan berbagai pencarian di internet langsung dari dalam aplikasi keyboard tanpa perlu membuka browser atau aplikasi lain.

Informasi penting dari hasil pencarian, misalnya alamat restoran atau nomer telepon kontak, kemudian di-highlight dan bisa langsung dipindahkan ke kolom pengetikan dengan mudah, hanya sekali klik. Tak perlu lagi mem-block dan mengkopi teks secara manual.

Di luar searching internet, kolom khusus ini juga bisa dipakai untuk mencari gambar GIF, video YouTube dan emoji secara cepat dengan mengetikkan namanya.

Demonstrasi kebolehan Gboard bisa disimak dalam video di bawah.

Selain Google, Microsoft telah lebih dulu merilis apikasi keyboard besutannya yang bernama Word Flow untuk para pengguna iPhone.

Di awal tahun ini Google juga telah merilis sebuah fitur perkantoran Docs yang terintegrasi di layanan Google Drive.

Fitur yang disebut sebagai Voice Typing itu mengizinkan pengguna untuk mengetik dengan menggunakan suara.

Beberapa bulan setelahnya,  Google menambah kemampuan voice dictation sehingga kini bisa digunakan untuk menyunting dokumen secara langsung dengan suara pengguna.

Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan perintah suara untuk melakukan hal-hal seperti “select all”, “select line”, “bold”, “make bigger”, “increase indent”, “copy”, “paste”, “go to next page”, dan “insert page break”.

Untuk mengetahui daftar lengkap daftar suara tersebut, silahkan kunjungi tautan berikut.

“Kami merilis pengetikan suara di Google Docs untuk membantu Anda merekam ide, membuat suara, atau bahkan menulis novel hebat berikutnya — semua tanpa harus membuat Anda menyentuh keyboard. Anda juga bisa meyunting dan memformat dokumen dengan suara,” ujar Google Product Manager, Isaiah Greene pada saat itu.

Google tampak terus mempersenjatai Google Docs dengan berbagai fitur menarik. Pada bulan September lalu, selain dictation, raksasa internet ini juga memperkenalkan fitur Research.

Menggunakan fitur tersebut, pengguna bisa melakukan pencarian langsung dari Google Docs. Artinya, pengguna sudah tidak perlu lagi berpindah aplikasi ke layanan Google Search untuk melakukan hal tersebut.

Update ini bisa ditemukan di Google Drive versi desktop dan perangkat berbasis Android.

Komentar