Google Kini Memisahkan Task dari Gmail

Penulis: Darmansyah

Senin, 30 April 2018 | 09:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Google baru saja merombak tampilan e-mail Google alias Gmail.

Salah satu fitur yang mendapat renovasi adalah fitur Task, di mana sebelum dirombak, fitur ini seakan tersembunyi, sehingga jarang digunakan.

Padahal, fungsinya bermanfaat untuk menyusun daftar pekerjaan (to-do list), sekaligus pengingat agenda.

Namun di tampilan Gmail yang baru, ikon Task yang berada di side-bar kanan kini terlihat lebih jelas, dan lebih mudah digunakan dibandingkan sebelumnya.

Fitur Task bisa digunakan dengan mengakses Gmail atau Google Calendar, tapi Google akhirnya memisah fitur tersebut menjadi aplikasi mandiri

Aplikasi Task sedianya bisa diunduh dari iOS dan Android, namun belum bisa diunduh dari toko aplikasi.

Hingga berita ini ditayangkan, baru tersedia versi APK untuk mengunduhnya di tautan berikut.

Seperti ditulis  The Verge,  hari ini, Senin, 30 April aplikasi Task versi mobile disebut cepat dan ringan, tapi tampilannya masih sederhana.

Melalui Task, pengguna bisa membuat beberapa daftar, dan dapat diatur ulang berdasarkan tanggal atau secara manual.

Pengguna juga bisa menambahkan sub tugas (sub tasks), seperti pada Gmail.

Beberapa fitur yang masih kurang dari aplikasi Task adalah auto-entry dari machine learning untuk mengenali input tanggal, tidak adanya pengaturan untuk daftar prioritas, dan belum bisa memasukkan tugas secara langsung dari Quick Setting Android.

Tapi setidaknya, tampilan di mobile ini tampak lebih modern dibanding ketika “numpang” Gmail klasik.

Ya, Google baru saja mengumumkan perombakan besar-besaran pada layanan e-mail Gmail.

Perombakan ini bisa dibilang termasif sejak  tujuh tahun silam.

Perombakan meliputi pembaruan tampilan dan kehadiran fitur baru. Tampilan baru Gmail membawa perubahan yang lebih segar dan berwarna.

Sejumlah fitur baru pun ditambahkan dalam pembaruan kali ini, seperti notifikasi prioritas, mode rahasia, dan dukungan untuk mode offline yang lebih baik.

Pembaruan ini diklaim Google bakal membuat Gmail lebih mudah digunakan, lebih pintar, dan makin aman.

Ke depannya, pengguna bisa membaca e-mail tanpa harus membuka pesan satu per satu. Selain itu, Google akan mengandalkan kecerdasan buatan untuk memindai e-mail pengguna.

Sehingga, notifikasi dari e-mail yang dijadikan prioritas akan muncul lebih dulu. AI juga akan membantu membatasi pop-up pesan masuk yang muncul sebagai bagian dari fitur “smart reply”.

Bisa dibilang, perombakan Gmail terinspirasi dari budaya berkomunikasi saat ini, di mana tak sedikit komunikasi pekerjaan dilakukan melalui aplikasi layanan pesan instan, seperti Facebook Messenger atau WhatsApp.

Sebagai informasi, tampilan dan fitur baru belum bisa dinikmati oleh seluruh pengguna Gmail yang jumlahnya menembus satu koma empat miliar orang.

Google menyebutkan penyebaran pembaruan Gmail ini akan dilakukan bertahap.

Confidential mode atau mode rahasia menambahkan beberapa fitur baru agar pengguna lebih bisa mengontrol informasi dalam e-mail yang dikirimnya.

Pengguna juga bisa mengirim e-mail dengan pengaturan tanggal kedaluwarsa

Artinya, pesan akan hilang dengan sendirinya dalam periode waktu tertentu, seperti salah satu fitur di Messenger.

Tak hanya itu, pesan yang salah kirim, bisa ditarik kembali, seperti fitur “delete for everyone” di WhatsApp.

Dari sisi keamanan, metode otentikasi dua faktor (two-factor authentication) dijanjikan bisa lebih melindungi data pengguna lebih aman, bahkan jika akun dibajak.

Pesan akan diproteksi dengan information rights management yang mencegah informasi sensitif untuk diteruskan, dicetak, disunting, atau disalin oleh pihak yang tak berhak.

Nantinya, e-mail yang terlindungi IRM akan ditandai

Namun untuk kasus isi e-mail yang screenshot, belum ada solusi yang ditawarkan.

Setidaknya, dengan skema pengamanan pesan seperti di atas, cukup untuk mencegah informasi rahasia bocor.

Gmail juga akan menandai e-mail yang berpotensi berbahaya. E-mail yang terindikasi mencuri data personal atau informasi rahasia dari penerima pesan, akan dilabeli peringatan berupa blok warna merah, kuning, atau abu-abu.

Kategori warna tergantung seberapa berbahaya risikonya. Blok warna akan ditempatkan di atas e-mail.

Beberapa fitur baru di Gmail, membuat penggunanya menghemat klik, cukup dari jendela inbox.

Misalnya, pengguna cukup mengarahkan kursor ke subject e-mail yang dikehendaki, maka akan muncul beberapa opsi untuk merespon undangan RSVP, mengarsipkan pesan, atau mengatur alarm.

Lampiran juga akan bisa dilihat tanpa harus membuka keseluruhan e-mail.

Melalui jendela inbox, pengguna juga akan mendapati Google Calendar atau aplikasi ketiga Google lainnya, sehingga tak perlu menutup jendela Gmail untuk mengaksesnya.

Fitur “Task”, yang akan muncul di versi desktop dan mobile, baik di Android maupun iOS, yang dapat menyeret  e-mail ke jendela “Task” untuk membuat daftar pekerjaan.

Komentar