Google Hadirkan Fitur Pencari Lirik Lagu

Penulis: Darmansyah

Kamis, 30 Juni 2016 | 08:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Goggle makin memanjakan para penggunanya dengan menghadirkan sebuah fitur baru yang bisa  langsung menampilkan lirik lagu secara lebih cepat  di mesin pencarinya,  jika ada pengguna yang menginginkan lirik sebuah lagu.

“Caranya mudah. Tulis saja judul lagunya dan seluruh syairnya akan muncul di perangkat Anda,” tulis laman situs “engadget,” Kamis, 30 Juni 2016.

Memang, sebelum merilis fitur  menarik itu pengguna diharuskan  melewati beberapa langkah

Pertama-tama, pengguna harus mengetik judul lagu yang liriknya ingin dicari.

Kemudian, mesin pencari Google akan menampilkan situs mana saja yang memuat lirik tersebut.

Dan terakhir, pengguna harus meng-klik salah satu tautan tersebut.

Mudah bukan?

Ya,  pengguna tak perlu meng-klik tautan hasil pencarian, alih-alih Google akan menampilkan lirik langsung di laman pencariannya.

Untuk menampilkan lirik lagu di hasil pencarian, pengguna cukup mengetik judul lagu diikuti dengan kata “lyrics” di belakangnya.

Dengan menampilkan lirik lagu langsung di laman pencarian, setidaknya pengguna bisa menghemat waktu tanpa harus membuka halaman situs yang memuat lirik lagu.

Google sendiri bekerja sama dengan perusahaan asal Toronto, Kanada, LyricFind, untuk fitur lirik tersebut.

Fitur ini baru bekerja untuk judul-judul lagu barat saja. Saat mencari judul lagu asal Indonesia, tidak ada lirik lagu yang ditampilkan.

Engadget juga menulis  kerja sama di antara Google dan LyricFind itu dikatakan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para musisi dan publisher.

“Semua berbasiskan penggunaan. Royalti akan dibayarkan berdasarkan jumlah lirik yang dilihat. Semakin banyak dilihat, publisher akan semakin banyak dibayar,” ujar CEO dan co-founder LyricFind Darryl Ballantyne.

Bagi Google, mesin pencarinya semakin memiliki fitur lengkap dibandingkan mesin pencari lain, seperti Yahoo atau Bing.

Fitur lirik lagu di Google Search ini sudah bisa dinikmati pengguna

Seperti juga ditulis laman situs  Digitalpsy kehadiran fitur ini bisa mengancam keberadaan situs web lainnya, seperti MetroLyrics atau AZLyrics dan Genius, yang telah menawarkan lirik secara online, lebih dulu.

Meskipun persaingan bertambah, Tom Lehman pendiri Genius mengatakan kepada Business Insider, mereka “happy”  dengan kedatangan pesaing baru yakni Google.

“Secara keseluruhan kami senang melihat Google berminat menampilkan lirik online, dan kami senang jika dapat bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan pengalaman terbaik menampilkan lirik Internet,” ucap Lehman.

Ketika dimintai komentar, Google merespon dengan lirik dari Led Zeppelin berjudul “Stairway to Heaven”.

Perusahaan itu mengatakan, ada perasaan tertentu yang dirasakan ketika mencari lagu dan mengetahui makna kata-kata yang ada.

Dari kondisi ini memungkinkan menjadi alasan pengguna memilih Google.

“Ada waktunya ketika Anda merasakan sesuatu dan ingin mendengarkan lagu. Dan kalimat yang Anda cari dalam lirik tersebut sangat bermakna,” ujar Google.

Selain itu, fasilitas baru dari raksasa internet ini sangat menarik terutama bagi mereka yang suka bernyanyi.

Dengan begitu bertambah satu lagi kemudahan untuk akses lirik lagu dari Google kepada pengguna setianya.

Sebelumnya, di pertengahan bulan ini juga, Google sudah memperkenalkan fitur yang mampu mencatat hasil kunjungan Anda

Hal ini diketahui berdasarkan riset yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Princeton mengenai teknologi pelacak pergerakan orang di internet.

Caranya adalah mendata kode pelacakan yang biasanya disematkan pada sebuah situs.

Technology Review, yang menulis hasil riset dari jutaan kode pelacak yang dipakai oleh situs, merupakan kode milik Google.

Kode tersebut adalah Google Analytics pada sejumlah tujuh puluh persen dari total situs yang disurvei, DoubleClick pada lima puluh persen dari total situs yang disurvei, serta sejumlah alat-alat pelacak milik Google.

Selama ini memang banyak penerbit online yang memakai kode pelacak.

Contoh perusahaan besar yang memiliki kode seperti ini adalah Google dan Facebook, selain itu ada juga perusahaan lain, baik berukuran kecil atau besar.

Tujuan pembuatan kode ini adalah membantu penargetan iklan.

Gambaran cara kerjanya, Saat Anda mengunjungi sebuah situs, kode pelacak memberikan identifikasi unik.

Kemudian identifikasi ini akan dipakai untuk menyusun profil Anda seiring mengunjungi situs-situs lain yang memakai kode serupa.

Jika Anda sering mengunjungi situs yang berisi artikel mengenai kehamilan, bayi, pakaian bayi dan sejenisnya, maka data tersebut akan dipakai untuk merekomendasikan iklan yang kemungkinan besar akan Anda klik.

Namun perlu dicatat, fungsi pelacakan ini bukan hanya untuk iklan.

Dokumen yang dibocorkan oleh Edward Snowden bahkan menunjukkan bahwa National Security Agency  menyadap data pelacakan milik Google untuk mengidentifikasi target yang mereka awasi.

Survei itu dilakukan oleh Arvind Narayanan dan Steven Englehardt dari Universitas Princeton.

Sampelnya adalah satu juta situs yang dikumpulkan memakai software khusus milik universitas, yaitu OpenWPM.

Software ini bisa membuka suatu situs dan mencatat teknologi pelacak yang ada di dalamnya..

 

Komentar