Google Doodle Sir William Henry Perkin

Penulis: Darmansyah

Senin, 12 Maret 2018 | 13:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Google, hari ini, Senin, 12 Maret, datang dengan doodle khusus untuk mengenang sekaligus  merayakan ulang tahun dari seorang ahli kimia asal Inggris yakni Sir William Henry Perkin.

Melalui doodlenya, Google melihat bahwa tokoh ini layak dikenang karena penemuannya atas zat pewarna sintetis ungu dari bahan anilin.

Perkin mendapatkan berbagai macam penghargaan, mulai dari Royal Medal, Davy Medal, Albert Medal , dan Perkin Medal.

Pencapaiannya ini tentu salah satunya adalah berkat dukungan dari keluarganya.

Namun, tahukah Anda, ternyata Perkin bukanlah satu-satunya ahli kimia di keluarganya. Bakatnya ini ternyata diwariskan kepada anak-anaknya.

Seperti dikutip Chemistryworld.com, setelah penemuan pewarna anilin ungunya semakin dikenal dan banyak digunakan, Sir William Henry Perkin menikah

Perkin menikahi Jemima Lisset dan dikaruniai dua anak laki-laki. Anak-anaknya ini kemudian diberi nama William Henry Perkin Jr dan Arthur George Perkin.

Namun Jemima meninggal karena penyakit tuberkulosis.

William Perkin pun memutuskan untuk menikah lagi. Pernikahan keduanya ini dikaruniai seorang putra bernama Frederick Mollwo, dan empat orang putri, yakni Helen, Mary, Lucie, dan Annie.

Ketiga anak laki-laki Sir William Henry Perkin ini ternyata mewarisi bakatnya. Mereka berhasil menjadi ahli kimia yang hebat.

Anak laki-laki termudanya, Frederick, menjadi ketua departemen kimia di Borough Polytechnic Institute. Ia kemudian mengambil alih laboratorium pribadi milik ayahnya dan membuka beberapa laboratorium di London dan Bradford.

Frederick Mollwo menangani elektrokimia organik dan menggagas produksi batubara dan bahan bakar minyak gambut.

Frederick juga dihormati karena menerbitkan penelitian dan buku teks tentang kimia organik dan anorganik.

Sementara itu, anak tengahnya, Arthur, menjadi seorang pengelola sebuah perusahaan pewarnaan.

Ia kemudian ditunjuk sebagai profesor pencelupan dan pewarnaan kimia di University of Leeds .

Arthur Perkin terpilih menjadi anggota Royal Society Edinburgh . Ia pun mendapatkan penghargaan Davy Medal dari Royal Society

Namun, karier yang paling bersinar diperoleh oleh anak pertama William Henry Perkin, yakni William Perkin Jr.

Seperti ayahnya, ia kuliah di City of London School dan Royal College of Chemistry. William Jr juga memperoleh keterampilan penelitian di laboratorium milik keluarganya.

Selain itu, dia belajar di Jerman dan memperoleh gelar Ph.D di University of Wurzburg. Ia kemudian menjadi asisten dari seorang ahli kimia asal Jerman, Adolf von Baeyer, di Munich.

William Jr menjadi profesor kimia di Heriot-Watt College, Edinburgh. Ia juga terpilih menjadi anggota di Royal Society.

Selanjutnya, ia mengembangkan pusat penelitian kelas dunia setelah menjadi ketua kimia organik di Owens College (saat ini University of Manchester). Laboratorium dari pusat penelitian ini didanai oleh seorang dermawan bernama Andrew Carnegie.

Beberapa anak didik dari putra pertama Sir William Henry Perkin ini berhasil mendapatkan penghargaan Nobel. Mereka adalah Robert Robinson dan Norman Haworth.

Keinginan William Perkin untuk melewati batas pengetahuan kimiannya ternyata berhasil diwariskan secara turun temurun.

Anak-anaknya yang menjadi ahli kimia hebat ini menguatkan pernyataan “ketika rasa antusiasme masih ada, maka warisan pun akan tetap bertahan.

Sir William Henry Perkin tanpa sengaja menemukan “mauveine”, pewarna sintetis pertama.

Penemuannya ini menjadi basis perkembangan industri pewarna sintetis dan tekstil. Oleh karena itu, tak heran jika untuk menghormatinya, Google mengangkat Sir William Henry Perkin sebagai temanya di Google Doodle hari ini. 

William Henry Perkin masuk Royal College of Chemistry, London, ketika Sir William Henry Perkin belajar di bawah bimbingan  August Wilhelm von Hofmann, seorang ahli kimia asal Jerman. Sebagai seorang asisten di laboratorium

Sir William Henry Perkin memiliki tugas untuk membersihkan semua kotoran hitam dari gelas kimia setelah percobaan yang gagal.

Tanpa sengaja, saat membersihkan gelas-gelas kimia kotor tersebut, Sir William Henry Perkin menemukan zat berwarna ungu dengan sifat pewarnaan yang sangat bagus dan jelas. Sir William Henry Perkin menyadari bahwa ternyata zat tersebut meninggalkan noda ungu yang jelas saat diencerkan dengan alkohol.

Setelah penemuannya, Sir William Henry Perkin memusatkan perhatian pada pematenan, pembuatan, dan komersialisasi pewarna ungu ini, yang ia namakan “mauveine” atau dikenal juga dengan anilin ungu, atau Tyrian Purple. hal itulah yang menjadi basis perkembangan industri pewarna buatan.

Sir William Henry Perkin akhirnya mendapatkan hak paten untuk memproduksi pewarna sintetis itu dan tahun berikutnya, dengan bantuan ayah dan saudaranya, Sir William Henry Perkin mendirikan pabrik di dekat Harrow.

Kejayaan Sir William Henry Perkin ditandai dengan puncak dari perkembangan pesat industri tekstil. Pakaian berwarna ungu sangat banyak dan bergaya. Namun, sangat mahal untuk sebagian besar orang, belum lagi warnanya yang cepat memudar.

Kemudian, Sir William Henry Perkin membuat warna yang lebih kuat dengan harga yang lebih murah sehingga warna ungu menjadi lebih mudah diakses dan didapat.

Hal itu menyebabkan “kegilaan” pada tren fashion bernuansa ungu.

Seperti yang terlihat pada gambar Google Doodle hari ini oleh ilustrator yang berbasis di Inggirs, Sonny Ross.

Bahkan, Ratu Victoria menggenakan gaun ungu muda saat menghadiri Pameran Kerajaan

William Henry Perkin dan BF Duppa pernah juga mensintesiskan glisin dalam persiapan laboratorium pertama dari Asam Amino.

Mereka mensintesis asam tartarat .

Sir William Henry Perkin menemukan proses kimia untuk pembuatan asam tak jenuh.

Tahun berikutnya, Sir William Henry Perkin menggunakan proses ini yang kemudian dikenal sebagai reaksi Perkin , yakni reaksi yang digunakan untuk mensintesiskan kumarin, parfum buatan pertama. Sir William Henry Perkin juga meneliti zat warna lain, alkohol salisil,

Kaya dan sukses dalam pekerjaan di bidang manufaktur,  William Henry Perkin meninggalkan manufaktur dan mengabdikan dirinya untuk penelitian.

Tidak hanya mempelajari proses kimia, tetapi juga menyelidiki rotasi optik berbagai zat.

Komentar