Google dan Tombol Download Anti Bahaya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 9 Februari 2016 | 11:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Google coba melindungi para pengguna Internet dengan memunculkan peringatan di situs yang menyediakan tombol download berbahaya.

Dibilang berbahaya karena tombol itu tak seperti fungsinya.

Karena bisa saja ketika diklik, justru akan ada aplikasi yang akan mencuri identitas pengunjung situs tersebut. Google akan menandai situs ini dengan warna dan tulisan “Deceptive site ahead”.

Langkah ini merupakan pengembangan dari fitur Google Safe Browsing. Sebelumnya, fitur Safe Browsing hanya memberikan peringatan pada saat pengguna mengunjungi alamat website yang berbahaya.

Hal ini dilakukan untuk melindungi pengunjung situs dari serangan social engineering yang mencoba menipu pengguna agar melakukan sesuatu seperti menginstal perangkat lunak yang berbahaya atau mengungkapkan informasi pribadi atau password, nomor telepon, atau kartu kredit.

Salah satu hal paling menyebalkan saat hendak mengunduh aplikasi gratis adalah kemunculan beberapa tautan bertuliskan “download” pada satu laman sekaligus. Pengguna dibuat bingung harus menekan tautan yang mana.

Pasalnya, hanya satu tautan pengunduhan yang asli. Lainnya merupakan tipu muslihat yang bakal membawa virus tak diundang ke komputer.

Google berusaha menumpas penipuan tersebut. Dilansir dari Mashable, Google memperbarui browser Chrome dengan penambahan fitur khusus.

Fitur itu akan mewanti-wanti pengguna saat ingin masuk ke situs-situs yang menggunakan praktik penipuan tautan bertuliskan “download”.

Untuk mengaktifkan fitur tersebut, pengguna cukup menekan menu tiga garis pada sisi kanan atas layar Chrome. Lalu pilih “Settings”, “Advance”, hingga ke “Privacy”.

Ada beberapa kolom yang tercentang dan tak tercentang pada opsi “Privacy”. Pengguna hanya perlu mencentang kotak dengan kalimat “protect you and your device from dangerous sites”.

Setelah aktif, Chrome akan selalu memperingati pengguna saat akan membuka situs dengan tombol “download” palsu.

Peringatan itu kurang lebih berbunyi imbauan untuk menghindari situs tersebut. Lebih lanjut, peringatan akan menjelaskan bahwa situs yang hendak dikunjungi berisiko mengelabui pengguna dengan trik “jahat”.

Hypertext Transfer Protocol atau dikenal dengan HTTP adalah protokol standar sebuah situs online. Namun seiring berkembangnya teknologi, muncul HTTPS yang dibuat untuk mengamankan jalur komunikasi di HTTP.

Standar HTTPS sebenarnya sudah lama dipopulerkan, dan banyak juga yang sudah mulai menggunakannya karena dirasa lebih aman, industri perbankan misalnya.

Pun begitu tetap saja masih ada pengelola website yang enggan menggunakan HTTPS. Entah apa alasannya, namun yang jelas Google coba mendorong mereka dengan menandai situs-situs yang masih menggunakan protokol HTTP dengan tanda ‘X’ merah.

“Tujuan dari melakukan hal ini adalah untuk memberikan gambaran lebih jelas kepada pengguna bahwa HTTP tidak memberikan keamanan data,” kata Insinyur Keamanan Google, Chris Palmer.

HTTPS tidak hanya melindungi data pengguna, tetapi juga memastikan bahwa pengguna benar-benar terhubung ke situs yang tepat.

Hal ini penting karena membuat situs palsu merupakan trik yang paling sering digunakan oleh para peretas untuk menarik pengunjung.

HTTPS juga memastikan bahwa pihak ketiga yang berbahaya tidak dapat membajak koneksi, menyisipkan malware, atau memanipulasi informasi yang ada.

Saat ini, Chrome hanya menampilkan ikon kertas putih ketika Anda mengunjungi website yang tidak menggunakan protokol HTTPS.

Ikon itu berupa gembok dan huruf berwarna hijau pada saat mengakses website HTTPS, serta gembok dan huruf “X” berwarna merah ketika ada sesuatu yang salah dengan website HTTPS.

Google sudah berencana untuk menjadikan HTTPS menjadi protokol default pada ajang Google I/O tahun 2014.

Pada saat itu, Google juga mengumumkan bahwa situs yang dienkripsi akan memiliki peringkat yang lebih tinggi dalam hasil pencarian.

Komentar