Google dan Sony Layani Internet Dengan Kecepatan Gbps

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 April 2013 | 14:29 WIB

Dibaca: 1 kali

Pengguna internet di Indonesia, yang leletnya minta ampun, harus cemburu dengan “Google Fiber” yang telah menerapkan internet terkencang di salah satu jaringannya  di Kansas City, Amerika Serikat. Internet terceoat  di dunia dengan kecepatan 1 Gbps itu merupakan  salah satu  dari produk “Google Fiber.”.

Google Fiber bukan pemegang rekor internet tercepat di dunia.  Rekor ini dipegang  oleh  sebuah provider Jepang, So-net, yang merupakan anak perusahaan  raksasa elektronik Sony, yang menawarkan layanan internet fiber optic baru bernama “Nuro” untuk penduduk Tokyo, Jepang.

Ingin tahu kecepatan internet Nuro itu? Menurut brosur yangt dikeluarkan Sony kecepatannya berkisar  2 Gbps atau dua kali lipat Google Fiber. Pihak So-net mengklaim koneksi internet ini adalah yang tercepat di dunia.

Nuro menggunakan jaringan Gigabit-capable Passive Optical Network (GPON) Jepang yang kabarnya sanggup mencapai kecepatan downstream 2,488 Gbps.

Bukan cuma itu, yang tak kalah menarik adalah harganya. So-net hanya mematok biaya bulanan senilai 50 dollar AS atau sekitar Rp 490.000, lebih rendah dari Google yang menarik biaya 70 dollar AS.

Meski begitu, seperti dilaporkan oleh Tech Spot, ada biaya instalasi sebesar 540 dollar AS yang harus dibayar sebelum pelanggan So-net bisa menikmati kecepatan koneksi luar biasa tersebut.

Kemungkinan biaya tersebut diperlukan untuk memasang kabel fiber optic menuju rumah pelanggan yang belum tercakup oleh jaringan So-net. Sebaliknya, pelanggan Google Fiber tidak perlu menanggung biaya ini karena sudah ditanggung oleh Google.

So-net pun mensyaratkan sistem kontrak selama dua tahun, dua kali lebih lama dari kontrak satu tahun yang disyaratkan Google. Tokyo sendiri adalah tempat yang cocok untuk membangun koneksi internet berbasis fiber. Di sini, sekitar 25 persen rumah tangga telah menggunakan koneksi internet kabel serat kaca itu.

Walau pun kedua perusahaan internet itu bersaing ditataran kecepatan, dipihak lain pemakaian internet di dunia masih dinikmati  sekitar 35 persen penduduk dunia. Jangankan bercengkerama di Facebook dan Twitter, sebagian orang di beberapa wilayah dunia termasuk Indonesia pun belum tentu mendapat listrik atau air bersih.

Kendati demikan, sebagaimana dikutip dari Business Insider, Executive Chairman Google Eric Schmidt rupanya tetap optimis bahwa internet pada akhirnya akan bisa menjangkau semua orang.

Hal itu dituangkannya lewat sebuah posting di Google+  “(Saat ini) hanya satu di antara tiga orang yang terkoneksi ke internet. Akhir dekade ini (2020), semua orang di muka bumi bakalan online,” tulis Eric Schmidt.

Celotehan Schmidt ini langsung disambut komentar sejumlah orang. Ada yang berbagi optimisme serupa, tapi tak sedikit pula yang skeptis.

“Omong kosong apa ini? Ada 1 miliar orang yang bahkan belum ‘terkoneksi’ ke makanan,” tulis pengguna Google+ bernama Alex Onoiu.

Namun, prediksi Schmidt itu boleh jadi tak melenceng jauh dari kenyataan yang mungkin terjadi. Google sendiri, misalnya, aktif mendukung program “GEEKS Without Frontiers” untuk penyediaan akses internet nirkabel di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau koneksi kabel.

Samsung juga mengerjakan proyek konversi kontainer bekas menjadi ruang kelas dengan koneksi internet. Dengan listrik dari tenaga surya, ruang kelas ini rencananya bakal mengakomodasi 2,5 juta siswa di Afrika pada 2015.

Prediksi Schmidt bahwa semua orang akan terkoneksi dengan internet pada 2020 mungkin sulit dipercaya. Namun setidaknya lebih banyak orang akan bisa online pada waktu itu dibanding hari ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Tahun ini, pengguna internet di Tanah Air diperkirakan bisa mencapai  sekitar 30 persen dari jumlah populasi. Angka itu diperkirakan akan naik menjadi 139 juta atau mencapai 50 persen keseluruhan populasi pada 2015.

Sementara Nuro dan Google Fiber sudah bermain dengan Gbps, internet di Indonesia masih belum beranjak dari angka Mbps. Anagka ini pun sudah dianggap hebat. Bahkan di Jakarta, kelambatan internet atau istilah pemakainya lelet, telah diantisipasi oleh  layanan Indosat Super WiFi, Indosat yang mengajak pelanggan terpilih untuk  menguji uji coba langsung Indosat Super WiFi .

“Uji layanan Indosat Super WiFi untuk memantau kualitas layanan kami di lapangan yang akan menjadi masukan bagi kami dalam peningkatan dan pengembangan layanan kami kedepan serta memastikan pelanggan mendapatkan kualitas layanan terbaik dari Indosat,” kata Erik Meijer.

Indosat Super WiFi adalah Layanan Internet Unlimited melalui jaringan Wi-Fi dengan kecepatan tinggi hingga 20 Mbps yang diperuntukan bagi seluruh pelanggan Prabayar & Paskabayar Indosat secara gratis (selama masa promo).

Indosat Super WiFi sudah mendukung teknologi EAP-SIM (Extensible Authentication Protocol-SIM), yaitu teknologi yang memungkinkan pengguna dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi Indosat tanpa harus mengisi Username & Password (seamless), namun cukup menggunakan SIM Card Indosat yang masih dalam periode masa aktif

Komentar