Google Bikin Aplikasi Penguji Password

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Februari 2019 | 11:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Google membuat sebuah aplikasi dalam bentuk ekstensi browser Chrome, yang fungsinya untuk mengecek silang password penggunanya dengan database password yang pernah menjadi korban peretasan. Begini cara kerjanya.

Password Checkup, nama ekstensi tersebut, ‘hidup’ di dalam browser Chrome.

Ekstensi ini akan memberi peringatan ke pengguna ketika username atau passwordnya sudah tak aman lagi.

Definisi tak aman di sini adalah jika username atau password tersebut muncul dalam empat  miliar data yang dikumpulkan Google.

Database ini berasal dari sejumlah peretasan yang pernah terjadi sebelumnya, yaitu ketika si hacker ‘melepas’ hasil aksinya ke dunia maya.

Saat ekstensi ini menemukan username atau password yang serupa dengan databasenya, mereka akan memberikan notifikasi kepada pengguna untuk memperbarui passwordnya, demikian dikutip detikINET dari Engadget, Senin

Google juga menyebut tak akan pernah mengungkap informasi penggunanya dalam proses pengecekan ini. Artinya semua pengecekan akan dilakukan secara anonim.

Namun ada kalanya ekstensi ini juga tak akan melakukan pengecekan terhadap password penggunanya. Hal ini terjadi jika penggunanya memakai password yang terlalu tidak aman,.

Saat pengguna masih menggunakan password semacam ini, sepertinya mereka memang tak peduli terhadap keamanannya di dunia maya.

Dan bagikamu pengguna aplikasi Gmail, siap-siap menerima update dalam waktu dekat. Tidak hanya membawa tampilan anyar, sejumlah fitur baru pun disematkan.

Dilansir dari laman blog Google, aplikasi Gmail terbaru menerapkan gaya desain material baru dengan latar belakang putih. Alhasil tampil lebih rapi, minimalis dan modern.

Disebutkan update Gmail akan membantu proses pengeriman email lebih singkat. Pengguna dapat dengan cepat melihat melihat lampiran, seperti foto, tanpa membuka atau menggulir pesan.

Selain itu pengguna lebih mudah beralih dari akun pribadi dan akun kerja lebih mudah.

Fitur baru yang sebelumnya hadir di versi web tahun lalu akhirnya disematkan pada aplikasi Gmail. Dengan mechine learning, Gmail akan bantu pengguna menulis email akan cepat berkat Smart Compose.

Membalas email pun kian cepat karena ada Smart Replay. Pengguna bakal pula diingatkan pada email prioritas untuk segera ditindaklanjuti.

Tak kalah pentingnya ada fitur peringatan phishing dengan memberikan label merah pada pesan, sehingga pengguna dapat terhindar dari penipuan.

Saat ini Google telah mengirimkan pembaruan aplikasi Gmail secara bergilir ke pengguna. Raksasa pencarian internet ini menyarankan pengguna untuk memeriksa secara berkala di Play Store maupun App Store

Berbicara mengenai aplikasi layanan navigasi, maka pengguna smartphone rata-rata memanfaatkan Google Maps maupun Waze.

Nah, beredar kabar bahwa Google akan mematikan Waze, kenapa begitu?

Waze sendiri diakusisi oleh Google pada Juni  enam tahun lalu Baik Waze dan Maps ‘saling bertarung’ menghadirkan fitur memanjakan bagi pengguna saat menjajal aplikasinya.

Sayangnya, secara perlahan ada yang aneh. Google membekali beragam fitur anyar untuk Maps, bahkan fitur tersebut sebelumnya tersemat di Waze.

Terbaru, Maps memiliki fitur berupa pemberitahuan batas kecepatan penggunanya bila dinilai sudah ngebut dan memberitahu pengemudi ketika mereka mendekati pengawas kecepatan kendaraan.

Bagi yang terbiasa dengan Waze, kedua fitur tersebut sudah lebih dulu ada di Waze.

Dilansir dari Phone Arena,  Maps juga akan segera memiliki fitur yang di mana di dalamnya dapat melaporkan tentang kerusakan atau hambatan di jalanan.

Selain itu, fitur yang akan menjadi daya tarik lainnya adanya pemandu arah yang disuarakan oleh tokoh selebiriti maupun suara pengguna sendiri akan ada juga di Maps, setelah sebelumnya di Waze.

Maka pertanyaan besar pun muncul. Apakah dengan peralihan fitur-fitur di Waze ke Maps ini menandakan kalau Google akan mematikan Waze secara perlahan-lahan?

Komentar