Google Bakal Bisa “Berbahasa” Jawa

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 Mei 2016 | 15:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Google tak lama lagi akan mampu “berbahasa” Jawa bersamaan dengan diumumkannya sebuah kerja besar berupa  Project Unison yang  menggandeng Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dalam mengumpulkan rekaman tuturan bahasa Jawa.

Tujuann dari proyek ini adalah  untuk membuat model bahasa yang lebih baik bagi orang Indonesia yang menggunakan produk-produk Google.

Project Unison merupakan proyek penelitian Google untuk membuat suara text-to-speech secara lebih cepat, murah, dan efisien untuk bahasa dengan sumber daya

Di masa lalu, membuat suara text-to-speech  yang cukup layak untuk bahasa dengan sumber daya terbatas, sulit dilakukan.

Penyebabnya bukan hanya karena biaya yang tinggi, tetapi juga karena besarnya data audio yang diperlukan.

Namun, kemajuan teknologi machine learning telah memungkinkan Google membuat model suara dengan data yang sangat terbatas.

Google kini dapat mengumpulkan sampel suara hanya dengan perangkat seharga dua ribu US Dollar berupa komputer, mikrofon, USB converter, dan preamplifier.

Selama beberapa pekan ke depan, rekaman audio penutur bahasa Jawa di Yogyakarta akan digabungkan guna membuat suara berbahasa Jawa pertama di dunia untuk smartphone Android.

Hal ini memungkinkan penutur bahasa Jawa menggunakan masukan suara  atau voice input pada smartphone serta mendengarkan smartphone membacakan kembali teks dalam bahasa Jawa  atau text-to-speec).

Dengan demikian, delapan puluh  juta penutur bahasa Jawa di Indonesia akan dapat berinteraksi dengan smartphone mereka secara lebih alami dan mendorong mereka untuk lebih mengembangkan budaya Jawa di Internet.

Terhitung mulai awal Mei, FIB UGM akan menyediakan ruangan dan peserta pengumpulan data suara.

Google juga akan bekerja sama dengan Universitas Reykjavik untuk bahasa dengan sumber daya terbatas dalam usaha untuk memasukkan lebih banyak bahasa ke online dan membuat alat yang tersedia melalui open source untuk mendukung penelitian dan pengembangan.

Selama di UGM, peneliti Google akan mengajarkan pengembang lokal dan mahasiswa cara menggunakan teknologi dan data Google yang dapat diakses secara terbuka, dan mengajak banyak orang dari berbagai penjuru Indonesia untuk mengikuti workshop.

Data suara berbahasa Jawa yang akan dikumpulkan dalam beberapa pekan ke depan dapat diakses secara terbuka, sehingga kelak pengembang dan peneliti di kampus-kampus di Indonesia dapat mengembangkan teknologi berbahasa Jawa sendiri.

Siaran pers yang diterima “nuga,” penuturan Bahasa Jawa pada aplikasi text-to-speech Google memungkinkan para pengguna memasukan suara pada ponsel pintar, serta membacakan kembali teks ke dalam Bahasa Jawa.

Dari lokalisasi ini Google menyatakan berharap bisa membantu interaksi  pengguna ponsel pintar di Indonesia yang terbasa bicara bahasa Jawa, sekaligus mengembangkan budaya Jawa melalui Internet.

Sebelum mengembangkan Bahasa Jawa, tim Google telah menyelesaikan proyek serupa untuk Bahasa Bengali yang umum digunakan oleh warga India dan Bangladesh dengan dua ratus sepuluh juta penutur.

Komentar