Gmail Satukan Semua “Inbox” Akun E-mail

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 Agustus 2017 | 14:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Gmail, seperti ditulis laman “the verge,” hari ini, Rabu, 23 Agustus, memenuhi janjinya ke pengguna dengan kemampuan aplikasi yang bisa  melihat pesan masuk dari banyak akun sekaligus melalui fitur “all inboxes”.

Dengan fitur ini pengguna tak perlu lagi bolak-balik masuk  atau keluar, log in  maupun log out antar akun Gmail A dan B hanya untuk melihat pesan masuk.

Fitur ini menyasar pengguna yang punya banyak akun namun tak mau repot.

Terkadang pengguna Gmail memiliki beberapa akun, namun hanya satu yang aktif untuk mengirim pesan.

Sementara yang lainnya cuma untuk mengecek pesan masuk.

Fitur all inboxes mulai dirilis secara bertahap.

Anda bisa mengecek apakah sudah kebagian pembaruan ini atau belum, dengan update aplikasi Gmail di Google Play Store.

Perlu dicatat, fitur ini sementara eksklusif untuk pengguna Android. Gmail di desktop dan iOS belum bisa menikmatinya.

Padahal, Gmail merupakan layanan dalam kategori penunjang produktivitas.

Kebanyakan pemanfatan Gmail untuk urusan kerja dan perkantoran.

Akses Gmail di kantor biasanya menggunakan desktop.

Entah mengapa Google lebih memprioritaskan kemampuan all inboxes-nya di mobile Android.

Meski demikian, bukan berarti fitur all inboxes bakal selamanya eksklusif.

Google hanya belum mengumbar rencana memboyongnya untuk pengguna yang lebih banyak.

Sebelumnya layanan ini banyak mendapat kritikan karena Google bisa “membaca” atau scanning isi inbox setiap pengguna.

Untuk apa sistem Google “membaca” isi e-mail pengguna?

Google ternyata memindai setiap kata yang ada di e-mail untuk menentukan iklan yang tepat bagi pengguna.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kemampuan seperti itu. Toh, hal tersebut dilakukan demi iklan.

Meski begitu, masih banyak orang yang merasa Google bisa saja mencari dan membaca langsung isi e-mail seseorang.

Untungnya, kemampuan scanning e-mail tersebut akan dihilangkan oleh Google.

Awalnya, dihilangkannya kemampuan membaca isi e-mail tersebut sudah dilakukan di aplikasi versi enterprise Google. Kemudian, kemampuan tersebut diputuskan akan dihilangkan juga dari versi konsumer.

“Konten Gmail konsumer tidak akan digunakan atau dipindai untuk personalisasi iklan setelah perubahan ini,” tulis Google.

Google sendiri tidak menyebutkan tanggal dari dihilangkannya kemampuan tersebut.

Yang pasti, penghapusan fitur tersebut akan dilakukan tahun ini juga.

Lantas, setelah penghapusan itu, bagaimana cara Google mengumpulkan data pengguna demi iklan?

Tentunya, Google masih punya banyak cara untuk melakukan hal tersebut.

Caranya dengan melihat pola pemutaran video di YouTube, pencarian kata kunci melalui layanan Google Search, situs yang dikunjungi pengguna, dan aplikasi yang digunakan pengguna Android.

Pengguna sendiri bisa mematikan kemampuan Google untuk menampilkan targeted ad atau iklan dengan target itu.

Akan tetapi, Google bakal tetap mengumpulkan data dari pola pengguna menggunakan layanannya.

Selain Google, Facebook dan Apple sebenarnya melakukan hal serupa. Tujuannya sama, yakni demi iklan yang pas untuk pengguna.

Ketika dilanda kesibukan dan mobilitas tinggi, Anda bisa saja dengan mudah mengecek e-mail. Namun, untuk membalasnya dibutuhkan energi dan waktu lebih.

Hal ini disadari betul oleh Google, hingga menciptakan fitur yang dinamai “smart reply”.

Sejatinya, fitur itu mampu membalas pesan secara otomatis sesuai dengan kebiasaan penggunanya.

Cara kerja smart reply adalah dengan memberikan tiga opsi jawaban yang dianggap pas untuk merespons suatu pesan dari orang lain.

Pengguna cukup memilih satu dari beberapa opsi dengan cara mengklik tanpa perlu mengetik kata atau kalimat.

“Kami pertama kali merilis smart reply di Allo dan akan tersedia di Gmail untuk Android dan iOS,” kata CEO Google.

Smart reply ini merupakan salah satu bentuk implementasi machine learning pada produk Google untuk memudahkan aktivitas masyarakat modern.

Bagi Anda yang seringkali harus membalas e-mail berbentuk template seperti “terima kasih”, “ok”, dan sejenisnya, smart reply menjadi sangat relevan.

Komentar