close
Nuga Tekno

Gila!! Migrasi Besar Macbook ke Surface

Anda kecewa dengan  kemunculan MacBook Pro terbaru”

Ya, hijrah saja ke Surface.

Dan itulah yang terjadi ketika  sejumlah pengguna berbondong-bondong berpindah  dari Macbook ke lain hati dan menjatuhkan pilihan pada laptop dan desktop Surface.

Kenyataan ini  berdasarkan laporan tahunan yang dirilis perusahaan mencatat semakin banyak pengguna Mac yang justru menjatuhkan pilihan pada Surface.

Mengutip 9to5Mac, selain karena kecewa dengan Mac terbaru, meningkatnya angka adopsi Surface tak lain karena program tukar tambah yang semakin tinggi.

Microsoft mencatat momentum ini sebagai yang pertama dan menjadi nilai tukar tambah tertinggi sepanjang sejarah.

Pengguna MacBook diiming-imingi penawaran menarik jika mengganti laptop mereka dengan Surface.

“Untuk pertama kalinya semakin banyak orang beralih dari Mac ke Surface. Program tukar tambah dan semakin banyak orang merekomendasikan Surface membuat angka adopsi terus meningkat.”

“Hal ini membuat kami bangga, karena itu artinya kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa,” tulis Microsoft.

Langkah cepat Microsoft mengadakan program tukar tambah tak lama setelah Apple mengumumkan kemunculan MacBook Pro disambut hanya oleh banyak pihak.

Perusahaan yang a ini bersedia memberikan kredit  bagi pengguna MacBook Pro dan MacBook Air yang bersedia berpindah hati ke Surface Book atau Surface Pro 4.

Puncak program tukar tambah tertinggi terjadi pada bulan November lalu.

Pada hari pertama penjualan, Microsoft mengklain paket penjualan Surface laris manis di situs jual beli Best Buy.

Sementara di Inggris, penjualan Surface disebut laku keras hanya dalam waktu sepekan dan aksesoris Surface Pen menjadi yang paling diburu di Jerman.

Kalangan profesional menjadi yang paling banyak menunjukkan rasa kekecewaan mereka terhadap MacBook Pro terbaru sehingga memutuskan untuk menggantinya dengan Surface.

Bukan hanya itu, berbagai ulasan yang membandingkan MacBook Pro dengan Surface Book kerap mengunggulakan laptop terbaru Microsoft.

Sebelum catatan hijrah besar-besaran ini, Apple menggelar acara bertajuk “Hello Again” untuk mengumumkan kehadiran MacBook Pro. Lini komputer jinjing teratas perusahaan tersebut yang sudah sangat lama tidak diperbarui.

Ada dua versi yang ditawarkan oleh Apple untuk MacBook Pro ini, yakni yang berukuran 13 inci dan 15 inci. Namun, keduanya sudah didandani desain baru dengan material alumunium.

“Bahan metal juga terdapat di semua sisinya, ini adalah perubahan yang ekstrim,” ujar Vice President Marketing Apple Phill Schiller, seperti dikutip dari The Verge.

Laptop Apple dikenal dengan ketipisannya

Sementara bagian Force Touch dibuat lebih besar, sehingga pengguna bisa menavigasi ‘track pad’ juga lebih nyaman.

Ini paling menarik. MacBook Pro terbaru kini disematkan fitur yang disebut Touch Bar yang terletak di atas keyboard.

Fungsi semacam tombol layar sentuh ini cukup beragam, mulai dari menyematkan emoji, beberapa edit foto dan ke depannya akan semakin beragam dengan dukungan aplikasi pihak ketiga.

Fitur Touch ID yang sebelumnya dipasang melalui iPhone 5s ke atas juga disematkan di MacBook Pro terbaru. Sehingga, sidik jari pengguna bisa dipakai untuk membuka laptop ini.

Terdapat tiga thunderbolt USB-C seperti di New Macbook sebelumnya. Apple mengatakan USB-C ini menggantikan power, Thunderbolt, USB, DisplayPort, HDMI, dan VGA port.

Touch Bar yang disematkan di MacBook Pro anyar menjadi satu-satunya fitur baru yang menggunakan sentuhan jari pengguna. Ya, MacBook baru ini tetap tidak mendukung fungsi touchscreen.

Perubahan menarik yang terdapat di MacBook Pro terbaru adalah fitur Touch Bar yang terdapat di bagian atas papan ketik. Ia bisa memberi opsi sendiri saat pengguna sedang mengolah video, gambar, suara, hingga emoji.

Di samping fungsi baru yang diperkenalkan pada perangkat MacBook barunya, Apple masih berkukuh untuk tidak menyematkan kemampuan sentuh jari alias touchscreen pada bagian layar.

SVP Worldwide Marketing Phil Schiller mengatakan, sebetulnya Apple telah lama mengeksplorasi ide touchscreen sejak beberapa tahun lalu untuk MacBook. Namun akhirnya perusahaan memutuskan untuk tidak mewujudkannya.

“Kami menghabiskan waktu lama mengenai touchscreen, namun akhirnya kami menyimpulkan bahwa untuk membuat komputer pribadi yang terbaik adalah Anda tidak perlu membuat MacOS menjadi iPhone,” ucap Schiller kepada media Cnet.

Ia kemudian menambahkan, “begitu pun sebaliknya, Anda tidak bisa mengubah iOS menjadi perangkat Mac. Jadi tiap sistem dan perangkat bisa menjadi yang terbaik dengan caranya masing-masing.”

Bagi Schiller, sifatnya masih masuk akal apabila ingin melengkapi satu perangkat dengan fungsi lain, namun bukan berarti secara fundamental mengubah seutuhnya.

Apple sendiri berpendapat, pada dasarnya aktivitas menyentuh layar Mac menggunakan jari adalah “tidak masuk akal”.