Gempa Bener Meriah Punya Daya Rusak Luar Biasa

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Juli 2013 | 09:22 WIB

Dibaca: 0 kali

Gempa di sesar Sumatera memiliki potensi merusak yang luar biasa. Gempa sesar Sumatera yang terjadi di segmen Aceh, di kawasan Bener Meriah, siang kemarin memiliki mekanisme gempa strike-slip atau sesar geser.

Pihak USGS telah berhasil memplotkan mekanisme fokus gempa berdasarkan perambatan gelombangp Primer. Dari pemetaan titik gempa tersebut didapat bahwa gempa terjadi di sesar Sumatera.

Patahan Sumatera oleh beberapa ahli ilmu kebumian dibagi menjadi 19 segmen, yaitu Sunda, Semangko, Kumering, Manna, Musi, Ketaun, Dikit, Siulak, Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur, Barumun, Angkola, Toru, Renun, Tripa, Aceh, dan Seulimuem (Danny Hilman, 2007).

Sejak tahun 1892, telah terjadi 23 kali gempa darat atau sesardengan skala di atas 6 Mw di sepanjang sesar Sumatera dan sampai saat ini ada beberapa seismic gap atau kawasan yang jarang terjadinya gempa yang harus waspadai bersama. Untuk kawasan Aceh, terdapat 3 segmen sesar Sumatera, yaitu Segmen Tripa, Segmen Aceh, dan Segmen Seulimeum.

Pada Segmen Seulimum pernah terjadi gempa pada tahun 1964 dan 1975, tetapi untuk Segmen Aceh sangat jarang terjadi.

Tidak pernah terjadinya gempa ini yang harus kita waspadai karena pada segmen ini ada energi yang belum lepas. Beberapa beberapa bulan lalu, energi sesar Sumatera Segmen Aceh di kawasan Tangse-Mane-Geumpang pernah terlepas.

Yang pasti gempa dari sesar tidak berpotensi tsunami, tetapi menimbulkan kerusakan luar biasa.

Secara ilmiah, bagaimana gempa Aceh pada hari ini terjadi? Bagaimana mekanismenya?

Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, mengungkapkan, “Mekanisme gempa Aceh kemarin geser menganan. Bagian timur dari sumber gempa bergerak ke tenggara dan bagian baratnya bergerak ke arah barat laut.

Pergeseran ini yang menimbulkan getaran gempa yang dikatakan mencapai V-VI MMI atau masuk kategori sedang hingga kuat.

Gerakan sesar yang bisa menimbulkan gempa ada dua, horizontal atau geser dan vertikal. Gempa dengan gerakan vertikal bila memiliki pusat di laut punya potensi lebih besar mengakibatkan tsunami.

Irwan menuturkan lewat pesan singkat kepada Kompas.com bahwa “Sumber gempa kali ini berasal dari sesar aktif di daratan pada segmen Aceh dari sesar Sumatera.” Sesar Sumatera memiliki 19 segmen dengan panjang keseluruhan 1.900 km.

Banyak gempa besar Aceh berpusat di laut. Namun, gempa Aceh yang berpusat di daratan bukan kali ini saja terjadi. Menurut Irwan, gempa Aceh pada Agustus 2012 juga berpusat di wilayah daratan yang tak jauh dari pusat gempa hari ini. Namun, magnitudo gempa tak sampai 6.

Aceh adalah salah satu wilayah yang paling sering diguncang gempa besar. Tahun 2004, Aceh diguncang gempa bermagnitudo 9 yang berpusat di Samudra Hindia serta terdampak oleh tsunami yang membunuh ribuan jiwa. Kewaspadaan terhadap gempa tetap perlu ditingkatkan. Tahun 2012, Aceh diguncang gempa kembar bermagnitudo 8,8 dan 8,5. Gempa tersebut tercatat sebagai gempa sesar geser terbesar dengan mekanisme yang paling kompleks dalam sejarah.

Komentar