close
Nuga Tekno

Gebrakan Instagram untuk Kaum Bisnis

Instagram kembali membuat gebrakan lewat  tiga fitur terbarunya yang dikhususkan  untuk  pebisnis berupa penampilan antarmuka yang lebih mumpuni, analisis mendalam, dan peluang promosi ke pelanggan yang lebih luas.

Ketiga fitur terbaru ini  sengaja  dirancang untuk mereka yang memiliki perusahaan

Blog resmi Instagram menulis dalam rilisnya, Kamis, 02 Juni 2016, “Banyak perusahaan yang menggunakan Instagram. Setelah kami wawancarai, kami tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan”

Ketiga fitur baru ini berupa profil bisnis, analisis mendalam dan promosi.

Khusus untuk profil bisnis, Instagram menyatakan, fitur ini gratis bagi siapa saja yang ingin akun di kenal sebagai akun bisnis.

Dengan begitu, pebisnis dapat memilih bagaimana pelanggan dapat berinteraksi dengan dirinya.

Pilihannya bisa lewat telepon, pesan singkat, atau e-mail. Pelanggan cukup menekan tombol untuk berinteraksi langsung dengan pebisnis.

Fitur kedua, analisis mendalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pebisnis tentang siapa pengikut mereka dan konten seperti apa yang diharapkan para pengikut.

Dengan begitu, pebisnis dapat mengetahui seperti apa perilaku dan demografi audiensnya.

Pada akhirnya, pebisnis dapat membuat konten yang relevan di waktu yang tepat.

Sedangakan fitur  promosi,  memungkinkan pengguna untuk mempromosikan kontennya ke lebih banyak pelanggan.

Pebisnis cukup memilih postingan yang sudah diunggah lalu pilih audiens yang disasar agar bisa melihat konten tersebut.

Ketiga tools baru untuk pebisnis ini pertama-tama akan diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

Pengguna global akan segera menikmatinya dalam beberapa bulan ke depan.

Sebelum peluncuran tool bisnis ini, bulan lalu pengguna Instagram telah dibuat heboh dengan permintaan “Turn On Post Notification” dari para pemilik akun Instagram awal pekan ini.

Permintaan tersebut berawal dari rencana Instagram mengubah format linimasanya.

Instagram berencana tak lagi menampilkan konten terbaru di linimasa teratas, melainkan konten yang paling diminati netizen.

Unggahan teman sejak berjam-jam lalu bisa muncul di linimasa teratas, mengalahkan unggahan teman lainnya beberapa detik lalu.

Karenanya, pengguna Instagram, terutama pemilik akun bisnis/merek, beramai-ramai meminta para pengikut mengaktifkan notifikasi bagi akun mereka tiap kali membagi konten. Jika tidak, mereka khawatir konten yang dibagi terlewat begitu saja.

Di satu pihak, ada yang beranggapan “Turn On Post Notification” adalah solusi terbaik untuk mengatur linimasa.

Sebab dari ratusan orang yang diikuti, tentu ada segelintir orang yang dianggap unggahannya paling penting.

Instagram ingin unggahan paling penting tersebut tak terlewatkan begitu saja. Untuk itu, akun-akun terpenting ini dipantau melalui “Turn On Post Notification”.

Namun di pihak lain, “Turn On Post Notification” juga bisa membuat bingung. Bayangkan jika Anda mengaktifkan notifikasi untuk unggahan yang dibagi ke sepuluh orang.

Pada waktu berdekatan, ketika kesepuluh orang itu mengunggah konten ke Instagram, smartphone atau tablet akan dibanjiri notifikasi.

Jika sudah begini, notifikasi Instagram sama mengganggunya dengan SMS dari operator telekomunikasi yang begitu rajin mampir ke ponsel.

Belum lagi jika ponsel atau tablet tak disetel silent.

Bunyi notifikasi beruntun lama-lama bisa membuat kesal. Belum lagi baterai yang jadi lebih boros.

Efek dari “Turn On Post Notification” ini memang ada yang positif dan negatif. Bisa menjadi solusi, bisa juga mendatangkan mudarat.

Untuk itu, bagi Anda yang hendak memilih akun tertentu untuk diaktifkan notifikasinya, seyogyanya berpikir lebih bijak.

Apakah akun tersebut benar-benar ingin melulu dipantau? Apakah akun tersebut benar-benar penting dan membawa manfaat?

Jangan terperdaya dengan ajakan teman untuk mengaktifkan notifikasi pada akun mereka.

Jika teman berbondong-bondong berupaya agar postingan mereka tak terlewatkan, bukan berarti Anda harus berbaik hati menuruti ajakan itu.

Instagram juga bakal jadi “tambang emas” Facebook tahun ini.

Setidaknya, hal tersebut yang diprediksi oleh firma analis Credit Suisse Group AG.

Hal tersebut tak lepas dari ramainya perusahaan yang beriklan via Instagram dalam format video.

Pimpinan analis Stephen Ju bahkan optimistis bahwa iklan TV masa depan akan beralih ke Instagram.

Pasalnya, Instagram mengakomodasi kemudahan-kemudahan bagi pengiklan. Di antaranya, proses monitor yang lebih jelas, harga terjangkau, dan algoritma yang spesifik dalam menyasar target pasar.

Brand besar dengan mudah bermigrasi dari iklan TV ke Instagram,” kata Ju, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Tags : slide