Fitur Unggah Foto Terbaru dari Instagram

Penulis: Darmansyah

Selasa, 7 Juni 2016 | 14:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Instagram datang dengan kabar baru, Selasa siang WIB, 07 Juni 2016, usai menyelesaikan sebuah “project” berupa  pembaruan kecil yang menghadirkan  sebuah fitur  langsung mengunggah foto dan video tanpa harus membuka aplikasi tersebut.

Untuk Anda tahu, fitur yang dimaksud hanya ada di sistem operasi iOS saja.

Cukup pastikan bahwa aplikasi yang dipakai merupakan Instagram versi 8.2.

Bagi mereka yang menggunakan Android belum mendapatkan fitur serupa.

Caranya, pengguna cukup masuk ke dalam aplikasi Photos. Pilih foto yang diinginkan, sentuh pilihan Share dan gulirkan sampai Anda menemukan kolom bertuliskan “more”. Aktifkan mode berbagi langsung ke Instagram dari kolom tersebut.

The Verge, Selasa siang WIB menulis, selain foto, pengguna juga bisa menambahkan caption. Tapi cara mengunggah instan ini tak memiliki pilihan filter.

Jika ingin menambahkan filter foto tertentu, pengguna harus membuka aplikasi Instagram lebih dulu. Filter tersebut hanya bisa dipilih dari sana.

Pembaruan tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, cuma hal minor saja. Di sisi lain, ini merupakan fitur tambahan yang memudahkan para pengguna Instagram di sistem operasi iOS.

Setidaknya, pengguna iOS bisa mengunggah foto tanpa harus repot memilih filter yang ingin dipakai.

Dalam rilis lainnya,  Instagram  ternyata masih menyimpan rahasia berupa petunjuk mengenai fitur lain yang akan dihadirkan.

Seorang programmer bernama Elliott Murray mengungkapkan petunjuk fitur baru itu terdapat di antara baris kode aplikasi Instagram.

Totalnya terdapat empat fitur yang tertera dalam bentuk variabel boolean atau tipe data dengan nilai “true” atau “false”, yakni “can_see_organic_insights”, “can_convert_to_business”, “show_insight_terms”, dan yang paling menarik, “can_boost_post”.

Saat ini keempat fitur tesebut sedang di non-aktifkan, dan bisa sewaktu-waktu dinyalakan oleh pihak Instagram.

“Can_boost_post” mengindikasikan kehadiran fitur di mana pengguna bisa membayar untuk menambah reach posting yang diunggah, agar menjangkau lebih banyak pengguna di jejaring Instagram.

Fitur tersebut saat ini sudah terdapat di Facebook. Sisi negatifnya, saat pertama kali menerapkan fitur boosting post dulu, Facebook diduga sengaja ikut menurunkan reach untuk tiap posting organik. Dengan demikian, brand tidak punya pilihan lain kecuali membayar Facebook agar bisa menjangkau audiens.

Hal yang sama dikhawatirkan bakal terjadi di Instagram, apalagi layanan berbagi foto itu bakal mengganti alogoritma penyajian posting dari urutan kronologis menjadi berdasar relevansi dengan pengguna.

Adapun “can_see_organic_insights” dan “show_insights_terms” diduga berkaitan dengan fitur analisa bisnis dan follower untuk pengiklan dan brand di Instagram.

Lalu, “can_convert_to_business” disinyalir merupakan upaya untuk mendorong brand yang masih memakai profil pengguna biasa agar beralih ke profil bisnis ketika sudah tersedia nanti.

Khusus untuk kalangan bisnis, belum lama ini pula, Instagram telah  meluncurkan tiga fitur baru.

Ketiganya mendukung antarmuka yang lebih mumpuni, analisis mendalam, dan peluang promosi ke pelanggan yang lebih luas.

Tiga fitur tersebut dirancang berdasarkan masukan dari pengguna, sebagaimana tertera pada blog resmi Instagram

“Banyak perusahaan yang menggunakan Instagram. Setelah kami wawancarai, kami tahu apa yang benar-benar mereka butuhkan,” kata juru bicara Instagram.

Salah satu dari fitur itu adalan akun bisnis. Fitur ini gratis bagi siapa saja yang ingin akun Instagramnya dikenal sebagai akun bisnis.

Dengan begitu, pebisnis dapat memilih bagaimana pelanggan dapat berinteraksi dengan dirinya.

Pilihannya bisa lewat telepon, pesan singkat, atau e-mail.

Pelanggan cukup menekan tombol untuk berinteraksi langsung dengan pebisnis.

Fitur kedua berupa analisa mendalam. Fitur ini  memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pebisnis tentang siapa pengikut mereka dan konten seperti apa yang diharapkan para pengikut.

Dengan begitu, pebisnis dapat mengetahui seperti apa perilaku dan demografi audiensnya. Pada akhirnya, pebisnis dapat membuat konten yang relevan di waktu yang tepat.

Sedangkan yang ketiga fitur promosi yang  memungkinkan pengguna untuk mempromosikan kontennya ke lebih banyak pelanggan.

Pebisnis cukup memilih postingan yang sudah diunggah lalu pilih audiens yang disasar agar bisa melihat konten tersebut.

Ketiga tools baru untuk pebisnis ini pertama-tama akan diluncurkan di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru.

Pengguna global akan segera menikmatinya dalam beberapa bulan ke depan.

Komentar