Fitur Otomatis Instagram Ubah Kue Jadi…

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 April 2016 | 14:25 WIB

Dibaca: 0 kali

Hati-hati dengan fitur otomatis.

Ada apa?

Fitur itu tek selalu benar.

Contohnya, apa yang dialami Sue Moseley di Instagram

Bagaimana ceritanya?

Dikutip dari laman situs  PetaPixel, Moseley  yang mengunggah foto kue  tradisional Simnel kena batunya.

Tak disangka, foto kue itu lantas menimbulkan masalah.

Masalahnya datang ketika  ia menoba mengakses Instagram miliknya di kemudian hari.

Moseley menemukan bahwa akunnya sudah diblokir.

Ada apa?

Pihak Instagram menuding bahwa Moseley telah mengunggah foto tak senonoh.

“Akun Anda telah dinonaktfikan karena tak mengikuti panduan komunitas Instagram… “

“Kami mematikan akun yang mengunggah konten yang mengandung sugesti seksual atau menunjukkan ketelanjangan,” tulis Instagram dalam sebuah e-mail yang dilayangkan ke Moseley.

Putri Moseley, Fiona, menduga bahwa program image recognition Instagram telah salah mengira foto kue yang diunggah ibunya sebagai gambar porno.

Dia pun mencak-mencak melalui akun medsos miliknya.

Fiona menulis dengan nada berang  disebuah posting yang diunggahnya di layanan berbagi foto dengan menghardik,”Hei Instagram, ini kue, bukan payudara”

Fiona memperlihatkan foto kue yang menjadi persoalan dari sudut lain.

Entah apa yang dijadikan tolok ukur pengenalan obyek oleh program image recognition Instagram, sehingga salah mengira kue sebagai payudara.

Yang jelas, kue tersebut berbentuk bundar, dengan hiasan berbentuk bola-bola yang disusun mengelilingi bagian atasnya.

Untungnya, pihak Instagram sadar telah melakukan kesalahan sensor.

Awal minggu ini, akun milik Moseley sudah diaktifkan kembali.

Atas kasus ini para pengguna Instagram yang memakai platform jejaring sosial foto  untuk kegiatan bisnis, ramai-ramai meminta pengikutnya untuk mengaktifkan fitur Post Notification.

Seruan ini sejalan dengan kebijakan Instagram yang memberlakukan algoritma baru dalam menampilkan postingan.

Sebagaimana diketahui, Instagram akan membuat postingan di timeline seperti Twitter, tidak berurutan berdasar waktu posting, melainkan memperlihatkan momen-momen yang dirasa Instagram paling penting bagi penggunanya lebih dulu.

Dengan demikian, saat membuka aplikasi, bukan unggahan terbaru dari akun yang di-follow yang terpampang di layar teratas.

Dengan algoritma seperti itu, bisa jadi postingan dari akun Instagram tertentu tidak muncul di linimasa.

Untuk menghindari hal tersebut, maka dibuatlah fitur Post Notification.

Fitur tersebut jika diaktifkan akan mengirim pemberitahuan bahwa akun tertentu baru saja mem-posting foto atau video di Instagram.

Kini, pemegang akun Instagram dari suatu brand, profesional, community manager, hingga akun Instagram untuk berjualan beramai-ramai meminta para follower untuk mengaktifkan Post Notification tersebut dengan mem-posting foto-foto seperti di bawah ini.

Mereka ketakutan postingan-nya tidak dilihat oleh follower-nya.

Namun, juru bicara Instagram seperti ditulisi Tech Crunch,  mengatakan, Instagram tidak menghapus atau menghilangkan postingan dari timeline, mereka hanya mengatur ulang urutan postingan-nya saja.

“Tujuan kami adalah membuat pengguna melihat postingan yang paling diminati, termasuk juga dari brand,” kata juru bicara tersebut.

Pemilik akun Instagram beramai-ramai meminta follower-nya untuk mengaktifkan fitur “Post Notification.”

Alasannya, mereka khawatir postingan-nya tidak muncul di linimasa pengguna saat Instagram mulai menggunakan algoritma baru dalam timeline-nya.

Menanggapi kepanikan massal ini, Instagram pun angkat bicara. Pihak Instagram menjelaskan tentang cara penyajian konten di timeline jejaring sosial berbasis foto itu saat menggunakan algoritma baru.

Menurut juru bicara Instagram, seperti dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Selasa (29/3/2016), algoritma tersebut sama sekali tidak bertujuan utnuk menghapus sebuah postingan dari linimasa.

“Kami hanya mengatur ulang urutan postingan-nya saja, kami ingin membuat pengguna melihat postingan yang paling diminati, termasuk juga dari brand,” kata juru bicara tersebut.

Dengan demikian, pemilik akun Instagram yang dipakai untuk tujuan bisnis/berjualan, mengelola komunitas, dan sebagainya, tidak perlu khawatir, sebab postingan mereka tidak akan dihapus, hanya saja mungkin tidak ditampilkan di atas.

Namun demikian, algoritma yang dipakai Instagram juga tidak ditujukan untuk mengerdilkan akun-akun seperti di atas. Instagram ingin menampilkan konten yang relevan dan sesuai dengan minat.

Jadi, jika minat seseorang terhadap suatu akun brand/bisnis tinggi, dan interaksinya juga intens, besar kemungkinan akun tersebut disajikan di urutan atas.

“Kami tidak mengoptimalkan berdasar performa dan popularitas saja, kami memakai Likes dan komentar sebagai sinyal, sementara timeline dan hubungan antara pengunggah foto/video dan viewer-nya juga penting,” kata juru bicara Instagram.

Sebagaimana diketahui, Instagram akan membuat postingan di timeline seperti Twitter, tidak berurutan berdasar waktu posting, melainkan memperlihatkan momen-momen yang dirasa Instagram paling penting bagi penggunanya lebih dulu.

Dengan demikian, saat membuka aplikasi, bukan unggahan terbaru dari akun yang di-follow yang terpampang di layar teratas.

Dengan algoritma seperti itu, bisa jadi postingan dari akun Instagram tertentu tidak muncul di linimasa.

Untuk menghindari hal tersebut, maka dibuatlah fitur Post Notification.

Komentar