Fitur ala Snapchat Menjadi Tren untuk Ditiru

Penulis: Darmansyah

Rabu, 9 Agustus 2017 | 08:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Setelah  Facebook “dituduh” getol mencomot fitur Snapchat untuk diterapkan di produk-produknya, macam Instagram Stories serta Status di WhatsApp, kini giliran Google yang menjadi “tersangka”  melakukan hal serupa.

Raksasa internet ini belakangan dikabarkan ingin membuat fitur baru yang serupa dengan “Discover” di Snapchat.

Discover memungkinkan aneka pemilik brand membuat konten visual untuk dibagikan melalui Snapchat. Nah, Google disinyalir hendak membuat fitur bernama “Stamp” yang mirip dengan Discover.

Stamp kabarnya akan disematkan di Accelerated Mobile Platform  Google yang mengoptimalkan web mobile supaya lebih cepat dimuat.

Seperti yang diungkapkan dalam tulisan di laman “android authority,” Rabu, 09 Agustus, menyebutkan bahwa Stamp nantinya bisa berbentuk “slide berisi teks, foto, dan video.”

Google sendiri masih belum mau banyak berkomentar. Seorang juru bicara hanya mengatakan bahwa pihaknya akan “terus berkolaborasi” dengan para penerbit web, tanpa merinci apa bentuk kolaborasinya.

Jika benar Stamp akan muncul, maka boleh jadi aneka konten web AMP Google bakal berkembang menjadi lebih dari sekadar versi ringan dari situs-situs mobile.

Google kabarnya sudah berbicara dengan sejumlah publisher tentang kemungkinan partisipasi mereka di Stamp. Para penerbit ini antara lain Vox Media, CNN, The Washington Post, dan Time.

Tidak hanya Facebook dan Google, Microsoft  juga erombak layanan video-chatting Skype di platform mobile Android dengan menambahkan satu fitur barunya bernama “Highlights”, yang lebih kurang sama dengan Snpachat.

Ketika membuka aplikasi Skype di smartphone, terpatri tiga tab utama, yakni “Highlights”, “Chats”, dan “Capture”

“Highlights” terletak di sisi kiri antarmuka utama. Ketika membukanya, Anda bisa melihat rentetan konten visual berupa foto dan video pendek yang dibagi teman. Anda bisa pula bereaksi ke foto dan video teman dengan emoji love, like, tertawa, sedih, atau kebingungan.

Konten-konten yang dibagi teman itu secara default bertahan selama seminggu, bukan sehari layaknya Snachat dan Instagram Stories. Bahkan, jika disetel, Anda bisa membuat konten tertentu bertahan hingga 24 bulan.

Untuk membagi konten ke “Highlights”, Anda perlu menggeser antarmuka ke kanan untuk menemukan “Capture”. Anda bisa membidik foto atau video pendek untuk kemudian menghiasnya dengan stiker atau coretan warna-warni.

Selain dibagikan ke “Highlights”, Anda bisa juga membagi hasil “Capture” ke “Chats” untuk orang tertentu atau grup.

Perlu digarisbawahi, tak semua kontak Skype serta-merta bisa melihat “Highlights” yang dibagi.

Mereka harus mem-follow teman di “Highlights” secara terpisah untuk melihat konten, begitu juga sebaliknya. Jadi, bisa saja Anda mem-follow

“Highlights” para artis dan selebritas ternama tanpa menjadikan mereka kontak Skype untuk chatting atau video-call.

Perombakan juga tampak pada fitur “Chats” yang memungkinkan pengguna mengobrol dengan teks dan video ke semua kontak Skype.

Untuk menambah keseruan, fitur “Chat” dilengkapi bot yang diintegraqsikan dengan layanan pihak ketiga alias add-ins.

Beberapa add-ins yang tersedia adalah YouTube, Gfycat, Upworthy, BigOven, GIPHY, Bing Search, Scoop, MSN Weather, serta Polls.

Artinya, jika ingin memutar video tertentu via YouTube atau mengetahui cuaca dan informasi tertentu via Weather dan Bing, Anda bisa melakukannya di dalam aplikasi Skype tanpa beralih ke mana-mana.

Kemampuan ini familiar dengan yang ada di Google Allo.

Selain itu, “Chats” berformat video memungkinkan berbagai interaksi tambahan. Antara lain bisa bermain game bersama teman, menonton video dari YouTube bersama-sama, serta berinteraksi dengan emoji yang lebih interaktif.

Perombakan Skype ini sudah dirilis bertahap untuk pengguna Android. Bagi pengguna iOS harus bersabar hingga bulan depan..

Setelah fiturnya berkali-kali dicomot Instagram Stories, kini giliran Snapchat balas dendam dengan melakukan hal serupa.

Fitur yang dicontek Snapchat dari Instagram Stories tak lain adalah penyematan tautan pada konten foto maupun video.

Caranya simpel, pengguna cukup menyalin tautan yang ingin disisipkan pada konten Snapchat. Selanjutnya, buka aplikasi Snapchat lalu bidik foto atau rekam video.

Pada konten foto atau video tersebut, sematkan tautan yang tadi sudah disalin dengan menekan ikon klip pada sisi kanan. Terakhir, bagi konten foto atau video itu ke Snapchat Story.

Teman Anda bisa melihat konten foto atau video yang Anda bagi, lantas tinggal menyapu (swipe) ke atas untuk membuka tautan yang Anda sisipkan.

Mekanisme ini benar-benar sama dengan yang berlaku pada Instagram Stories.

Bedanya, di Instagram Stories hanya akun-akun yang telah terhubung dengan Page Facebook yang bisa melakukannya. Sementara di Snapchat semua pengguna bisa memanfaatkan fitur berbagi tautan itu.

Tak cuma fitur penyematan tautan, ada beberapa fitur lain yang ditambahkan ke aplikasi Snapchat, sebagaimana dilaporkan Mashable

Antara lain, pengguna Snapchat bisa memasang background ilustrasi di belakang objek foto. Pengguna cukup memilih ikon gunting di sisi kanan, lantas pilih background yang disukai.

Background mula-mula akan menutupi seluruh gambar. Jika ada objek yang ingin ditonjolkan, hapus background pada area tersebut.

Selain itu, pengguna Snapchat juga bisa memberikan filter pada suara. Ketika membidik video, terkadang Anda tak puas dengan warna suara saat berbicara.

Anda bisa mengubahnya dengan efek suara kucing, robot, hingga alien. Caranya mudah, cukup tekan ikon speaker di sisi kiri bawah setelah Anda merekam video. Selanjutnya, ada beberapa pilihan filter suara yang bisa dipilih.

Komentar