Firefox dengan Teknologi Anti “Crash”

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 April 2017 | 09:12 WIB

Dibaca: 2 kali

Firefox, aplikasi milik Mozilla, kini, datang dengan teknologi baru yang melindungi pengguna dari crash.

Pembaruan teknologi ini merupakan jawaban dari munculnya keluhan terhadap crash yang menganggu pada sistem peramban yang membuat mudahnya  halaman sebuah situs down.

Pembaruan tersebut berupa sistem hasil pengembangan Project Quantum Compositor Process yang dikerjakan oleh tim Mozilla dan disematkan dalam Firefox versi 53.

Seperti ditulis Digital Trends, beberapa hari lalu, pengembangan yang dilakukan Mozilla berkutat pada software compositor dalam browser.

Software tersebut berguna untuk mengubah elemen-elemen halaman situs menjadi sebuah gambar tunggal.

Nah, pada Firefox versi 53 untuk Windows, Mozilla memodifikasi agar compositor bisa bekerja terpisah dari program utama peramban.

Dengan cara demikian, ketika compositor mengalami masalah dan crash, peramban masih bisa tetap bekerja.

Compositor itu pun bisa dinyalakan ulang dengan mudah.

Pemisahan software compositor tersebut hanya ada di sistem operasi Windows saja.

Sedangkan pengguna Mac sama sekali tidak memerlukannya karena pemrosesan grafisnya sudah stabil.

Selain itu ada juga pembaruan tema dark dan light versi compact yang mengubah tampilan peramban menjadi lebih ringkas serta memperluas bidang untuk menampilkan halaman sebuah situs.

Ada juga WebExtention yang membuat pengguna bisa memasang add-ons atau alikasi tambahan sesuai kebutuhan. Misalnya memasang alat pemblokir iklan atau laporan cuaca di peramban.

Kemudian pengguna Firefox 53 kini sudah memiliki satu tombol untuk menghapus segala informasi yang disimpan oleh peramban. Informasi yang dimaksud misalnya cache, cookies, atau lainnya.

Tapi selain pembaruan tersebut, Firefox 53 ini juga membawa kabar buruk.

asalnya ini merupakan pembaruan terakhir untuk sistem operasi Windows XP atau Vista, Mac 32-bit dan Linux di platform Pentium 4 atau AMD Opteron.

Selain menghadirkan peramban anti crash, Firefox juga telah menyampaikan kepada penggunanya untuk  menghentikan dukungan kepada dua sistem operasi Windows lawas, yakni XP dan Vista mulai akhir September mendatang.

Pengumuman tersebut dimuat dalam postingan di blog resmi Mozilla.

“Kami sangat menganjurkan pengguna untuk meng-upgrade versi Windows yang masih didukung Microsoft,” tulis Mozilla.

Penghentian dukungan artinya, browser tersebut masih tetap bisa dipakai di Windows XP dan Vista. Akan tetapi, Mozilla selaku pembuat Firefox tidak akan merilis update software di kedua platform sistem operasi Windows itu.

Hal ini bisa berbahaya apabila ditemukan lubang keamanan dalam browser tersebut. Mozilla tidak akan lagi menutup lubang keamanan tersebut dengan update, sehingga pengguna rawan diserang oleh hacker atau malware.

Untuk itu, Mozilla akan merilis Firefox versi Extended Support Release pada Maret 2017 nanti.

Pengguna di kedua sistem operasi tadi akan otomatis dipindahkan ke varian ini yang akan membatasi update fitur.

Langkah Firefox ini menyusul keputusan yang sama yang telah diambil oleh Google Chrome sebelumnya.

Selain itu Mozilla sudah menghentikan kerja sama dengan Google sejak akhir tahun lalu.

“Kami tak lagi punya hubungan komersial dengan Google,” kata Kepala Bisnis Mozilla Denelle Dixon-Thayer

Sebagai gantinya, Mozilla menjalin kemitraan dengan beberapa rekanan mesin pencari lain, seperti Yahoo untuk wilayah AS, Yandex untuk pengguna di Rusia, dan Baidu di China.

Search engine Google masih dipertahankan untuk para pemakai Firefox di Eropa.

Langkah Mozilla terlihat berisiko karena perusahaan tersebut kini tak lagi memperoleh pemasukan dari Google.

Pun begitu, Mozilla tak mau selamanya bergantung pada Google. Perusahaan ini yakin posisinya akan lebih kuat tanpa Google karena kini disokong oleh mitra-mitra mesin pencari baru.

Dixon-Thayer mengakui pihaknya memang mempertaruhkan pendapatan dengan putus hubungan dari Google.

Tapi hal ini memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi Mozilla. “Jadi kami ke strategi awal yang lebih menekankan pada kompetisi,” katanya.

Di luar kerja sama kedua pihak, Mozilla sedang berusaha menyaingi dominasi Google di ranah mobile, termasuk dengan membikin sistem operasi Firefox OS untuk ponsel murah dan perangkat pintar seperti Smart TV, namun sejauh ini hasilnya belum terlihat.

Komentar