Facebook Tiru Lagi Fitur Milik Snapchat

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 17 Desember 2016 | 08:28 WIB

Dibaca: 3 kali

Sekali lagi Facebook menjadi pesakitan karena mendapat  “tuduhan” sebagai plagiat, meniru    fitur  layanan ephemeral messaging, Snapchat.

Fitur terakhir yang ditiru Facebook dari Snapchat adalah  Messenger Day

“Fitur ini  jelas sama dengan  Lenses milik Snapchat,” tulis laman situs terkenal “the verge, Sabtu, 17 Desember 2016.

Yang terbaru, minggu ini, raksasa jejaring sosial tersebut menambahkan aneka filter pada  gambar tangkapan kamera di aplikasi pesan instan Messenger.

“Lenses”  bisa menambahkan aneka efek visual berbasis augmented reality  seperti topi, kacamata, dan lain-lain pada wajah hasil jepretan selfie, mencakup foto dan video.

Bermacam efek visual lain seperti frame, animasi teks, emoji, dan stiker ke dalam gambar yang ditangkap melalui kamera built-in di aplikasi Messenger.

Ada juga “filter seni” mirip Prisma yang bisa mengubah gambar supaya tampak seperti lukisan

Fitur baru ini oleh Facebook rencananya akan disalurkan melalui update Messenger secara bertahap untuk menyambut musim liburan akhir tahun ini.

Facebook diketahui pernah berupaya membeli Snapchat senilai tiga miliar dollar AS pada tiga tahun silam, namun pinangan tersebut ditolak.

Semenjak itu, Facebook berupaya meniru Snapchat supaya lebih dekat dengan audiens berusia muda.

Fitur terbaru Facebook Messenger yang  sangat mirip dengan Snapchat  bukan kali ini saja terjadi

Facebook  punya sejarah panjang dalam membuat fitur baru yang “terinspirasi” dari Snapchat.

Pada empat tahun lalu, misalnya, jejaring sosial terbesar di dunia itu meluncurkan Poke.

Seperti Snapchat, pengguna Poke bisa chatting lewat teks, foto, dan video yang tampil sementara sebelum terhapus secara otomatis.

Setelah itu, muncul Facebook Slingshot yang mengkhususkan diri pada foto dan video. Sayangnya, baik Poke maupun Slingshot tak berhasil menarik pengguna dan perlahan-lahan menghilang dari peredaran.

Facebok juga diduga kuat bakal segera menambah fitur “animated filter” yang mampu mengubah wajah penggunanya dalam video secara real-time di Messenger.

Sebelum menjiplak “lenses,” dua bulan lalu Facebook juga telah menjiplak  fitur “Messenger Day” yang mirip dengan Snapchat Stories.

Messenger Day disebutkan akan diterapkan di aplikasi pesan instan Facebook Messenger.

Seperti Snapchat Stories, Messenger Day bakal memungkinkan pengguna Messenger untuk berbagi foto dan video yang diimbuhi aneka macam filter dan stiker dengan teman di daftar kontak.

Konten yang dibagikan lewat Messenger Day akan terhapus dengan sendirinya setelah 24 jam, mirip pula dengan Snapchat Stories.

Fitur yang bersangkutan kabarnya tengah diujicoba di Polandia. “Kami sedang mencari cara baru supaya orang-orang bisa berbagi update secara visual,” ujar seorang perwakilan petinggi Facebook

Rangkaian screenshot di atas disinyalir menampilkan wujud sebenarnya dari Messenger Day di aplikasi mobile Facebook Messenger.

Selain Facebook, aplikasi Instagram -yang dimiliki oleh Facebook– telah lebih dulu menerapkan fitur serupa bernama “Stories”

Popularitas Snapchat rupanya menginspirasi Instagram untuk mencomot satu fitur yang digemari dari layanan ephemeral messaging itu.

Stories di Instagram tak ubahnya aliran foto dan video kedua yang terpisah dari timeline utama.

Cara mengaksesnya adalah lewat rangkaian avatar berbentuk lingkaran di bagian atas tampilan aplikasi. Tiap avatar mewakili seorang teman pengguna.

Seperti Snapchat, pengguna Instagram bisa menambah teks dan gambar di foto dalam Stories. Instagram ingin menjadikan stories sebagai timeline kedua yang lebih kasual dan tidak seserius timeline utama.

Seperti Snapchat pula, foto dan video yang diunggah ke Stories di Instagram akan terhapus setelah 24 jam.

“Dengan stories, Anda tak perlu khawatir posting terlalu banyak. Anda bisa berbagi sebanyak mungkin sepanjang hari, dengan cara sekreatif mungkin,” tulis Instagram dalam sebuah posting blog berisi pengumuman.

Meski bisa dicorat-coret layaknya Snapchat, foto dan video dalam Stories tidak bisa dikomentari atau diberikan “like”.

Aliran konten Stories juga berdiri terpisah, tidak ditampilkan dalam timeline utama  ataupun profil pengguna.

Komentar