Facebook Rayu Pengguna Pakai Stories

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 September 2017 | 09:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Facebook Stories kini sedang berupaya mengejar tambahan pengguna.

“Mereka masih  kekurangan pengguna,” tulis “phone arena.”

Raksasa media sosial itu pun mencari solusi dengan cara menyambungkan Stories di Instagram dengan Facebook.

Facebook benar-benar memutar otak demi membuat pengguna mau memakai fitur Stories.

Kali ini, Facebook berupaya merayu pengguna dengan cara memasang fitur double post di Instagram.

Double post ini berarti Stories yang diunggah pengguna di Instagram juga akan dikirimkan ke akun Facebook miliknya. Dengan demikian akan ada dua Stories serupa muncul di dua media sosial berbeda.

Fitur double post ini sudah muncul di dalam aplikasi Instagram sejumlah pengguna.

Bentuknya berupa opsi “masukkan Stories ke Facebook” yang muncul ketika penggguna ingin membagikan foto atau video ke dalam Stories di Instagram.

Jika pengguna Instagram memilih opsi tersebut, foto atau video yang dibagikannya juga akan muncul di linimasa Stories akun Facebook miliknya.

Stories tersebut memiliki label yang menunjukkan berasal dari Instagram.

Fitur double post tersebut menunjukkan betapa Facebook putus asa untuk membuat penggunanya rajin memakai fitur Stories.

Bahkan, seringkali kolom Stories di Facebook hanya berisi foto profil berwarna abu-abu, yang menandakan tidak ada aktivitas.

Sementara itu di Instagram dan pesaingnya, Snapchat, Stories merupakan salah satu fitur yang paling banyak dipakai pengguna.

Setiap hari akan selalu ada orang yang mengunggah foto atau video pendek ke dalam Stories milik kedua media sosial tersebut.

Fitur double post sendiri sekarang masih dalam tahap uji coba.

Oleh karena itu masih ada beberapa kemungkinan, entah Facebook bakal membatalkan perilisannya di Instagram atau ternyata memang tetap merilisnya secara luas suatu saat nanti.

Fitur stries di Facebook itu adalah rekayasa dari hasil mencontek  Snapchat Stories

Jika dilihat dari sejarah, Facebook memang pernah sangat menginginkan Snapchat, ketika perusahaan itu masih seumur jagung.

Tetapi sang pendiri sekaligus CEO Snapchat, Evan Spiegel, menolak tawaran akuisisi Facebook di sekitar dua tahun lalu

Keberanian Facebook mengadopsi fitur Snapchat pertama kali dilakukan di Instagram Stories pada Agustus tahun lalu

Beberapa orang berpikiri ini adalah aksi balas dendam geng Facebook terhadap Spiegel dan kawan-kawan yang dahulu menolak tawaran akuisisi.

Tetapi sesungguhnya, ini adalah serangan total Facebook untuk membunuh Snapchat, yang dilakukan secara masif dan kompak.

Fitur ‘Stories‘ yang sebelumnya hadir di Instagram dan WhatsApp,

Kini ia juga ada di  Facebook

Kini, fitur tersebut sudah bisa digunakan semua pengguna Facebook di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Cara kerja fitur yang diklaim serupa dengan Snapchat ini memang sama dengan Instagram Stories dan WhatsApp Stories.

Pengguna bisa menangkap foto atau video dalam durasi pendek lewat opsi Stories Bar yang ada di atas laman News Feed.

Foto dan video akan muncul selama dua puluh empat jam, dan setelahnya akan menghilang secara otomatis.

Pengguna pun dapat mengirimnya ke teman di Facebook via opsi Direct yang ada di kiri layar.

Facebook Stories juga menghadirkan efek filter berbasis Augmented Reality (AR). Sama seperti Snapchat, filter yang dihadirkan beragam dengan animasi lucu.

Tak cuma itu, pengguna bisa membubuhkan foto atau video dengan stiker menggemaskan dan mencorat-coretnya dengan warna-warna nyentrik.

Tak hanya itu, Facebook Stories juga bisa menjadi ladang uang baru bagi perusahaan tersebut. Dengan satu koma delapan miliar pengguna, Facebook dapat memonetisasi layanan tersebut ke pengiklan, seperti yang sudah dilakukan oleh Instagram Stories.

Sejumlah analis memperkirakan kehadiran fitur ini merupakan strategi perusahaan melawan Snapchat.

Strategi itu dilaporkan berhasil dengan pengguna Instagram Stories mencapai seratus lima puluh ribu orang setiap harinya

Komentar