Facebook Punya Trik Menghindari Bullying

Penulis: Darmansyah

Minggu, 7 Juni 2015 | 09:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sering di “bullying?”

Kalau iya, tentu sangat menjengkelkan. Apalagi bunyi ejekan itu melecehkan Anda.

Tidak hanya ejekan Anda sering juga dimata-matai atau “stalking,” bahkan ancaman, terutama di dunia maya.

Tentunya perestiwa itu lazim dilakukan oleh seseorang melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya.

Anda ingin menghentikannya?

Nah. Kini tersedia tips dan trik untuk memblokir, terutama bagi pengguna Facebook.

Menurut petunjuk media sosial itu, langkah awal Anda untuk menjegal “bullying” itu, pertama, masuklah lebih dulu pada halaman Facebook Anda.

Setelah masuk, kemudian lihatlah ke sebelah kanan halaman muka atau beranda Anda, terdapat fitur bernama privacy shortcut yang berlambang gembok.

Pilihlah ikon itu kemudian masuk pada kategori “How do I stop someone from bothering me?”.
Setelah masuk, maka akan muncul sub kategori yang bertuliskan “you can block someone to unfriend them dan seterusnya”.

Di bagian bawahnya muncul juga kolom yang dapat diisi dengan nama teman atau pengguna yang ingin diblok di jejaring Facebook Anda. Tuliskanlah nama pada kolom itu, maka akan muncul panduan selanjutnya untuk benar-benar memastikan pemblokiran tersebut.

Setelah menuliskan nama pada kolom block friend, maka akan muncul sejumlah nama teman di jejaring Facebook Anda. Pastikan nama dan fotonya orang yang ingin Anda blok kemudian pilih tombol block.

Setelah melakukan pemblokiran itu, maka orang yang diblok tidak akan bisa melihat postingan yang Anda buat di Facebook, melakukan Tag, mengundang Anda ke dalam grup dan lainnya. Aman!.

Selain memberi tip aman bagi “bullying,” belum lama ini Facebook juga telah menyelesaikan bagaimana Anda bisa lebih menghemat pemakaian internet.

Menyadari bahwa situs jejaring sosial Facebook kembangannya terlalu banyak memakan data internet pengguna, terutama saat akses di perangkat mobile, kini jejaring sosial, telah menghadirkan versi baru yang lebih cepat diakses dan tidak banyak memakan data.

Seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Facebook Lite diklaim lebih hemat dalam mengakses data, terutama untuk pengguna perangkat Android. Hal tersebut ditunjukkan kepada pengguna yang memiliki paket bandwidth rendah dari operator yang digunakannya.

Hal tersebut juga diungkapkan Facebook untuk memudahkan banyak pengguna di seluruh dunia bahwa tidak semua negara memiliki konektivitas internet yang cepat. Aplikasi diklaim memiliki kapasitas kecil, sehingga tidak terlalu mengikis memori perangkat terlalu besar.

Facebook Lite diklaim hanya akan menggunakan kapasitas memori sebesar satu MB saja, bahkan lebih cepat di-download untuk semua perangkat Android. Facebook Lite mendukung perangkat yang tidak memiliki spesifikasi yang terlalu tinggi atau perangkat yang masuk dalam kategori produk low-end.

Saat ini, Facebook Lite diungkapkan sudah tersedia di beberapa wilayah Asia, sehingga pengguna di wilayah tersebut bisa menggunakannya terlebih dahulu sebelum wilayah Afrika, Amerika Latin, dan Eropa.

Facebook juga mengungkapkan, jika pengguna ingin merasakan semua fitur jejaring sosial ini, maka kemungkinan konsumsi data akan dapat lebih meningkat.

Selain kehebatan safetynya, Facebook juga di ejek sebagai aplikasi pembunuh smartphone nomor satu karena paling banyak menghabiskan daya baterai smartphone.

Dilansir laman Daily Star, penelitian yang dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak AVG tersebut sekaligus melaporkan kinerja aplikasi terbaru mulai Januari hingga Maret 2015.

“Banyak dari kita gemar memiliki aplikasi praktis seperti pemantau cuaca dan chatting meskipun sangat jarang digunakan, aplikasi-aplikasi tersebut ternyata berdampak cukup signifikan,” ujar Tony Anscombe, Senior Security Evangelist, AVG Technologies.

Penelitian AVG tersebut dilakukan dengan menganalisis agregat data anonim dari satu juta pengguna aplikasi di Android. Android App Performance Report yang dilakukan AVG dalam triwulan terakhir 2015 bertujuan untuk mengungkap performa dari berbagai aplikasi top di seluruh dunia.

Penelitian tersebut turut menganalisis dampak keseluruhan dan kinerja terhadap tiga kategori utama, yakni menguras baterai, konsumsi penyimpanan, dan penggunaan lalu lintas data.

daily star, ubergizmo dan phone arena

Komentar