Facebook Punya Fitur “Birthday Video Cam”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Februari 2016 | 15:10 WIB

Dibaca: 0 kali

Facebook memperkenalkan satu fitur baru bernama “Birthday Video Cam,” yang akan memberi kesempatan kepada pengguna merekam video ucapan selamat ulang tahun selama lima belas detik

Fitur ini diperkenalkan oleh Facebook kemarin, Senin, 22 Februari 2016, atau Selasa WIB, belum sepenuhnya “all ready,” dan baru tersedia untuk perangkat mobile berbasis Apple iOS atau Facebook versi web.

Ditulis “The Verge,” Selasa, 23 Februari 2016, Facebook mengatakan fitur perekam video ultah itu akan tersedia di platform Android dalam waktu dekat.

Dengan adanya fitur “birthday video cam.” Ini Facebook memberi kesempatan bagi pengguna jejaring sosialnya untuk membuat video ucapan selamat ulang tahun di halaman teman yang sedang merayakannya.

Tidak hanya itu, Facebook juga menambahkan frame khusus bertema ulang tahun yang bisa dipilih untuk membingkai video ucapan.

Bagaimana cara menggunakannya?

Birthday Video Cam akan muncul di notifikasi pengingat ada teman yang sedang berulang tahun hari itu.

Akan muncul tombol berwarna merah, tekan tombol tersebut dan mulailah merekam.

Ide dibuatnya fitur video ucapan selamat ulang tahun ini muncul setelah Facebook melihat ucapan berupa pesan teks di wall seseorang isinya sama saja dan cenderung membosankan.

Sebelumnya, Facebook juga pernah mengajak pengguna membuat video Facebook Friends Day yang bisa dibagikan di timeline Facebook.

Video Friends Day ini berisi slideshow yang menggambarkan sejumlah frame foto pengguna bersama teman-teman.

Aneka gambar tersebut disusun satu per satu ke dalam sebuah tumpukan, seolah menggabungkan momen-momen dalam kebersamaan.

Untuk melihat video Friends Day yang telah disusun secara otomatis oleh Facebook, kunjungi URL facebook.com/friendsday, lalu klik tombol “Play”.

Saat itu pengguna bisa membuat sendiri alias menyunting foto-foto yang disertakan dalam video slideshow Friends Day.

Untuk melakukannya, klik tombol “Edit” yang terletak di sebelah atas video.

Sebuah menu berisi aneka foto yang tersedia untuk dipilih akan muncul di bawah video.

Klik foto-foto yang ingin ditambahkan. Jika ingin melihat koleksi foto lebih banyak lagi, klik menu “Load More Photos” di bagian bawah.

Selanjutnya, klik slider pemutaran video berwarna biru untuk melihat foto yang akan diganti, lalu klik foto yang diinginkan untuk dipasang di frame.

Setelah selesai memilih foto yang ingin ditampilkan, klik tombol “Share Video” warna hijau di sebelah kanan atas.

Sementara itu, di Barcelona, boss Facebook, Mark Zuckerberg hari ini, Selasa, 23 Februari 2016, menuturkan pandangannya perkembangan teknologi virtual reality atau “VR” yang menurut dia bakal menjadi tren internet pada masa depan.

“Dari dulu, sejak saya kali pertama coba-coba bikin program di sekolah, saya membayangkan internet tak hanya menjadi sarana untuk bernavigasi di laman dua dimensi saja, tetapi juga mengunjungi aneka tempat,” kata Zuckerberg

Ia mengacu pada kemampuan teknologi VR untuk menghadirkan pengalaman alam virtual seolah di dunia nyata dengan kacamata khusus.

Dia menambahkan, virtual reality adalah evolusi alami dari cara orang-orang memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi.

Kalau belasan tahun yang lalu kebanyakan konten yang dikonsumsi di internet berupa teks, lalu kemudian foto dan sekarang video, pada masa depan, peran ini akan dilanjutkan ke virtual reality.

Dulu, kata Zuckerberg, ketika dia baru bisa berjalan, ibunya cuma mengabadikan kejadian tersebut dalam bentuk teks yang menerangkan tanggal kejadian peristiwa.

Kemudian, waktu sang adik lahir, orangtuanya sudah mulai memotret, lalu setelah itu merekam dengan kamera video.

“Nah, dengan VR, saya ingin agar orang-orang bisa berbagi keseluruhan adegan dari momen-momen seperti ketika anak kali pertama berjalan tadi, seolah benar-benar hadir di sana.”

“ VR akan mengubah cara mengekspresikan diri dan mengonsumsi konten,” katanya.

Zuckerberg menyebutkan, tingkat konsumsi video 360 atau VR melalui internet menunjukkan tren yang semakin meningkat.

Di jejaring sosial Facebook, dia mencatat, setiap harinya ada lebih dari sejuta pengguna menyaksikan tayangan macam ini.

Untuk sekarang, visi virtual reality Zuckerberg masih menemui batu sandungan berupa kondisi jaringan internet, terutama seluler, yang dinilainya masih belum mencukupi untuk skenario virtual reality.

Memang, kata dia, teknologi seluler masa kini mampu menghantarkan data sebesar puluhan hingga ratusan megabit per detik.

Namun, dia mengatakan, masih butuh waktu sebelum bandwidth yang tersedia bisa mencukupi untuk menghadirkan pengalaman virtual reality yang optimal.

Ini karena streaming VR lewat internet membutuhkan sarana transfer data yang sangat besar.

Mungkin perlu ditambahkan bahwa Zuckerberg juga memiliki kepentingan dalam mendorong adopsi teknologi virtual reality.

Ia merupakan bos jejaring sosial Facebook yang pada dua tahun lalu lalu membeli perusahaan teknologi VR, Oculus Rift.

Oculus belakangan telah mulai memasarkan produknya yang berupa headset VR untuk keperluan gaming.

Zuckerberg menginginkan virtual reality menjadi bagian lazim dari kehidupan pengguna internet pada masa depan.

Apakah visinya itu akan terwujud dan mendapat dukungan dari pasar dan para pelaku industri dalam jangka panjang?

Komentar