Facebook Jiplak Frame Foto Snapchat?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Desember 2016 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Facebook kembali menyandang status tukang jiplak bersamaan munculnya “produk” fitur barunya bernama  Frame Foto yang mirip dengan kepunyaan Snapchat, dan Facebook diharuskan untuk meninjaunya kembali dalam dua pekan mendatang

Separti ditulis “phone arena,” Selasa, 13 Desember 2016,  jejaring sosial itu dilaporkan tengah menguji coba filter kamera berbasis lokasi untuk foto dan video, fitur yang sama seperti milik Snapchat.

Melalui kehadiran fitur baru itu, pengguna bisa menambahkan frame ke konten mereka. Para pengguna bisa membuat frame di platform desain apa pun dan ‘mendaftarkan’ desain itu ke Facebook.

Kemudian, teman-teman yang berada di lokasi terdekat bisa mengakses hasil kreasi tersebut. Menurut laporan TechCrunch, para pengguna bisa memilih tema frame yang diinginkan seperti lingkungan dan acara.

Proses pembuatan frame tidak terlalu rumit.

Pertama, buat desain menggunakan platform yang disukai dan mengekspor desain itu sebagai PNG dengan background transparan. Setelah itu, unggah frame ke Facebook dan pengguna bisa melakukan preview atas karya mereka.

Fitur baru ini akan meluncur pada kamera bawaan yang ada di aplikasi Facebook.

Bagi pengguna yang termasuk dalam “grup pengujian” fitur tersebut, maka akan melihat sebuah ikon kamera di sisi kiri atas aplikasi Facebook.

Terang diketahui, ambisi Facebook terhadap Snapchat tampaknya tidak pernah  pudar.

Setelah fitur mirip Snapchat yaitu Stories hadir di Instagram, kali ini fitur serupa hadir untuk layanan milik Facebook lainnya yakni Messenger.

Facebook tengah menguji sebuah fitur baru serupa di Snapchat untuk aplikasi Messenger yaitu Messenger Day.

Bahkan pengujian fitur tersebut telah diperluas, yang sebelumnya dilakukan di Polandia saja.

Facebook memberikan akses kepada pengguna di Polandia untuk menggunakan Messenger Day pada bulan lalu.

Kini fitur tersebut tersedia bagi pengguna di Australia.

“Kami tahu orang-orang menggunakan Messenger untuk berbagi bermacam momen harian dengan teman-teman dan keluarga. Di Polandia, kami menjalankan pengujian kecil agar orang-orang tersebut bisa berbagi konten semacam itu secara visual,” ujar juru bicara Facebook.

Sayangnya, juru bicara itu menolak memberi tahu apakah fitur tersebut akan tersedia ke berbagai negara lain di luar Polandia dan Australia.

“Kami tidak memiliki informasi lain yang bisa disampaikan pada saat ini,” tutur juru bicara tersebut.

Facebook biasanya secara berkala menguji fitur baru untuk mendapatkan umpan balik dari para pengguna, sebelum meluncurkannya secara resmi. Dari uji coba di Polandia dan Australia, diprediksi bahwa pengujian fitur tersebut berjalan baik.

Adapun cara pemakaian fitur tersebut mirip seperti Stories yang ada pada Snapchat. Pengguna bisa berbagi foto dan video dengan teks dan stiker berwarna, yang kemudian akan hilang setelah dua puluh empat jam.

Facebook dilaporkan tengah menyiapkan strategi baru untuk menghapus konten berita palsu di platform-nya. Setelah kemenangan Donald Trump, jejaring sosial tersebut memang dianggap sebagai salah satu sarana penyebaran berita palsu atau hoax.

Selain tukang jiplak, facebook juga dilaporkan akan meluncurkan fitur baru bernama Colletions.

Dilansir Business Insider, fungsi fitur ini bakal mirip dengan kolom Discover yang ada di Snapchat.

Jadi, beragam berita, video, dan konten lain dari rekanan media akan ditampilkan dalam satu kolom khusus.

Meskipun Facebook masih menolak berkomentar mengenai fitur ini, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu disebut sudah mulai melakukan pendekatan terhadap beberapa perusahaan media untuk mengisi konten di Collection.

Sayang, masih belum dapat dipastikan waktu peluncuran fitur ini.

Menurut sejumlah pihak, rencana Facebook ini merupakan upaya untuk mengembalikan citra layanan tersebut.

Melalui pembagian khusus antara konten yang berasal dari media terpercaya dengan sumber lain, diharapkan kritik terhadap Facebook tak semakin menguat.

Di samping itu, Facebook juga dapat mendapatkan kepercayaan lebih kuat dari sejumlah penerbit sekaligus bersaing dengan Snapchat.

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat fitur Discover berhasil menarik perhatian lebih dari seratus lima puluh  juta pengguna Snapchat tiap hari.

Pun demikian, belum dapat dipastikan model bisnis yang diusung media sosial tersebut melalui fitur Collection.

Analis menyebut ada kemungkinan fitur ini akan dijalankan sama seperti Instant Article atau ada pembagian pendapatan antara Facebook dengan perusahaan media yang bersangkutan.

Sebagai informasi, sebenarnya Facebook telah memiliki aplikasi dengan fitur serupa yang diberi nama Notify.

Sayang, aplikasi tersebut tak bertahan lama dan hanya hidup selama tujuh bulan setelah diperkenalkan pada awal tahun ini.

Komentar