Facebook Gunakan Instagram Cari Teman

Penulis: Darmansyah

Senin, 11 Mei 2015 | 13:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Facebook melakukan lompatan dengan membuka fitur saran pertemanan yang dinamai “People You may Know” di posisi yang lebih terlihat untuk meluaskan jaringannya sekaligus menambah jumlah pertemanan.

Selain untuk memperluas keikutsertaan penggunanya, program ini lebih tertuju kepada penambahan jumlah teman yang terhubung.

Selain itu Facebook juga akan menggunakan algoritma Instagram untuk merekomendasikan teman.

Seperti yang ditulis laman situs “Engadget,” dan dikutip “nuga,” Facebook mengonfirmasi bahwa baru-baru ini pihaknya mulai menarik data dari Instagram berdasar siapa yang di-follow.

Instagram adalah jejaring sosial yang berbeda dari Facebook, lebih sebagai jejaring sosial berbagi foto. Jejaring sosial itu telah diakuisisi oleh Facebook.

Usaha Facebook untuk menampilkan teman di Instagram bisa jadi merupakan usaha untuk menjaring lebih banyak pengguna dari kalangan remaja.

Menurut studi dari firma Pew Internet, Facebook masih merupakan jejaring sosial paling populer di antara remaja, lebih dari setengah remaja di Facebook juga menggunakan Instagram.

Namun banyak juga yang meninggalkan Facebook dan melompat ke platform lain, seperti Instagram, Snapchat, dan aplikasi messaging lainnya.

Selain itu melalui program Internet.org yang telah masuk Indonesia sejak pertengahan April lalu, pengguna layanan operator seluler Indosat bisa mengakses lima belas situs internet secara cuma-cuma tanpa perlu membeli paket data.

Operator dalam hal ini bertindak sebagai pemilik infrastruktur jaringan seluler yang menyediakan bandwidth untuk dipakai mengakses internet lewat Internet.org.

Berhubung akses internet disediakan tanpa bayar, apa untungnya operator ikut terlibat Internet.org?

VP Product Internet.org Facebook, Chris Daniels menjelaskan bahwa akses gratis tersebut pada akhirnya akan digunakan untuk menambah pelanggan data bagi operator seluler.

“Internet.org bisa dianggap sebagai customer acquisition tool buat operator,” kata Daniels.

Ini karena Internet.org menyasar kalangan pengguna yang masih belum melek internet alias belum menyadari manfaat dari jejaring komputer global tersebut. Para pengguna itu coba dipancing agar mengakses internet dengan iming-iming tanpa bayar.

“Pertama-tama mereka diberi akses gratis ke sejumlah layanan dasar melalui Internet.org, supaya mengerti manfaat internet. Dari sana, mereka kemudian akan menjadi pelanggan data,” lanjut Daniels.

“Cara operator mencari uang tetaplah sama. Dalam hal ini mereka mendapat uang dengan membawa lebih banyak pelanggan ke jaringan,” imbuhnya.

Daniels tidak merinci lebih jauh mengenai deal yang dilakukan antara Facebook dan operator, tapi dia menegaskan bahwa pihaknya tidak membayar operator agar mau bergabung di bawah bendera Internet.org.

Penjelasan Daniels senada dengan informasi yang disampaikan Direktur Utama Indosat, Alexander Rusli, saat peluncuran Internet.org di Jakarta pertengahan April lalu.

Dia menyebutkan bahwa layanan akses gratis Internet.org yang digelar Indosat bukan menyasar kalangan pengguna di perkotaan yang sudah berlangganan paket data seluler.

Targetnya adalah orang-orang yang selama ini belum mengenal internet, terutama para pengguna feature phone di jaringan 2G yang proporsinya masih mencakup 70 persen dari pelanggan Indosat.

“Isilahnya kita hanya ngenalin aja, kalau mereka mau (pengalaman internet) lebih, ya harus berlangganan data,” ujar Alex ketika itu.

Para pengguna feature phone yang belum mengakses internet atau berlangganan paket data ini, menurut Alex, banyak berada di luar kota-kota besar, terlebih di luar pulau Jawa.

Agar menghemat bandwidth jaringan, situs dan layanan online yang diakses lewat Internet.org sengaja dibikin terbatas dalam hal pemakaian data, misalnya melalui kompresi konten berupa foto atau gambar.

Akses internet gratis melalui Internet.org di Indonesia sejauh ini hanya bisa dinikmati oleh pelanggan seluler Indosat dengan mengarahkan peramban ke alamat www.internet.org atau melalui aplikasi yang terpasang di ponsel.

Pihak Facebook mengatakan bahwa kerjasama Internet.org dengan operator seluler tidak bersifat eksklusif dan terbuka untuk operator manapun yang berminat.

Komentar