close
Nuga Tekno

Facebook Ganti Dislike dengan Reaction

Facebook mendengar “makian” pengguna agar raksasa jaringan media global itu tidak memasang tombol “dislike” untuk membatasi publik melampiaskan hasrat komunikasinya.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg pada Jumat, 09 Oktober 2015 memberi apresiasi dan mengganti tombol “dislike” itu dengan memperkenalkan tombol empati, yang diberi nama “Reactions.”

“Hari ini kami memperkenalkan Reactions, tombol yang lebih ekspresif dari tombol Like,” tulis Zuckerberg di halaman Facebook resminya, Kamis pagi waktu Palo Alto, California, AS, atau Jumat WIB, 09 Oktober 2015.
.
Sebelum membuat tombol reaction, pengguna Facebook ramai-ramai berkomentar di media sosial terkait keputusan uji coba tombol dislike button atau “tombol tidak suka.”

Dalam sesi tanya jawab di sebuah kesempatan, Zuckerberg menjawab pertanyaan terkait berbagai topik mulai dari realita virtual hingga kehamilan istrinya.

Tapi sebagian besar pengguna Facebook fokus pada pengumumannya bahwa satu setengah miliar pengguna jaringan sosial tersebut sedang mengembangkan tombol lain selain “like” atau “suka.”

Para pengguna membanjiri laman Facebook resmi Zuckerberg dengan 3.000 komentar yang sebagian besar tentang pilihan tidak suka.

Walaupun sebagian mengatakan akan menggunakan Facebook lebih sering kalau tombol tersebut diluncurkan, tapi banyak juga yang mengatakan tombol tersebut bisa mengarah pada bully di dunia maya dan lebih banyak perasaan negatif di situs tersebut.

“Tolong jangan tambah tombol tidak suka,” kata seorang pengguna Facebook bernama Andrea Robichaud, dan menambahkan ia “lebih suka mengungkapkan apa yang ia rasakan dengan kata-kata, supaya apa yang ia maksud lebih jelas.”

Reactions adalah sederetan tombol serupa emoticon yang bisa mengekspresikan enam perasaan, seperti Love, Haha, Yay, Wow, Sad, dan Angry selain tombol Like itu sendiri.

Pertama melihatnya, “nuga”merasa tombol-tombol tersebut mirip dengan fitur yang tersedia di jejaring sosial Path.

Untuk menggunakannya, pengguna bisa menekan dan menahan tombol Like dalam beberapa lama untuk memunculkan sederetan ikon Reactions tadi.

Mereka kemudian bisa memilih salah satu ekspresi yang diinginkan.

Tak semuanya bisa mencoba tombol Reactions ini dan ia baru bisa dinikmati pengguna Facebook yang tinggal di Irlandia dan Spanyol.

“Tombol Reactions memberikan cara baru mengekspresikan cinta/suka, kekaguman, humor, dan kesedihan. Memang bukan tombol Dislike, namun bisa mempermudah Anda mengekspresikan rasa sedih dan simpati,” terang Zuckerberg.

Beragam reaksi ditunjukkan pengguna Facebook di postingan milik Mark Zuckerberg itu.

Beberapa ada yang memujinya, namun beberapa juga tetap menginginkan Facebook memberikan tombol Dislike.

Zuckerberg tetap mengatakan banyak para pengguna telah bertahun-tahun meminta tombol tidak suka.

Tombol tidak suka itu digambarkan dengan jempol jari yang mengarah ke bawah. Ia menambahkan perusahaan tersebut bersiap menguji satu versi tombol itu.

“Tidak semua momen adalah momen bagus,” kata Zuckerberg.

Tujuan tombol tersebut, ujarnya, untuk menyatakan empati terhadap postingan yang mungkin topiknya tidak cocok direspon dengan tanda “suka,” seperti kriris pengungsi atau kematian orang tercinta.

Walau Mark Zuckerberg sejak lama bersikap enggan menciptakan tombol Dislike di dalam jejaring sosial Facebook, belakangan perusahaan mengumumkan akan merealisasikannya.

Ada alasan di balik pengadaan fitur itu, namun banyak ‘rakyat’ Facebook yang dengan keras menolaknya.

Niat Zuckerberg menciptakan fitur Dislike adalah agar bisa memudahkan pengguna untuk memberi eksperesi ketertarikan atau kepedulian terhadap sebuah publikasi agar tidak ‘nyaru’ dengan ekspresi Like.

Dengan kata lain, Dislike dihadirkan sebagai penyeimbang Like yang selama ini menjadi khas Facebook.
Kendati begitu, ada segelintir pengguna Facebook yang menolak keras kehadiran fitur Dislike ini.

Dalam forum Tanya-Jawab di laman Facebook milik Zuckerberg, mereka secara langsung memberi komentar yang menyatakan tak ada minat sama sekali terhadap fitur Dislike.

Mereka beranggapan, Dislike berpotensi sebagai bentuk dukungan dari aksi cyber bullying

Salah satunya, nama pengguna Amor Villanueva mengatakan, “Tolong jangan menambahkan tombol Dislike pada Facebook. Itu adalah bentuk lain dari cyber bullying.”

Komentarnya ini menghasilkan nyaris 1.000 likes dari para ‘rakyat’ Facebook yang lain.

Walau begitu, ada juga di antaranya yang menyambut baik fitur Dislike dengan memberi contoh platform lain seperti YouTube yang memang memberi fungsi Dislike di setiap konten video.

Sampai sekarang masih belum jelas konsep Dislike dari Facebook akan seperti apa.

“Kami tak ingin membuat tombol Dislike yang malah membuat Facebook berubah jadi forum di mana pengguna seakan bisa memberi suara setuju atau tidak dari publikasi orang lain. Itu bukan komunitas yang ingin kami ciptakan,” begitu ungkap sang pendiri Facebook beberapa waktu lalu.

Tags : slide