Facebook dan Pengguna Nama Samaran?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Februari 2018 | 08:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah organisasi di Jerman, seperti ditulis laman “the verger,” minta agar pengguna Facebook diperbolehkan menggunakan nama samaran di akun Facebook-nya, alih-alih mewajibkan nama asli.

Seperti diputus sebuah pengadilan di Jerman  penggunaan nama asli di akun Facebook adalah ilegal alias melanggar hukum.

Pengguna Facebook seharusnya diperbolehkan menggunakan nama pseudonym alias nama samaran.

Kepatuhan akan hukum privasi yang berlaku di Eropa sejak lama menjadi landasan keputusan ini. Aturan tersebut telah dibuat sejak Januari  lalu, namun baru Februari ini diumumkan oleh federasi organisasi konsumen Jerman yang dikenal dengan VZBV.

Organisasi tersebut mengajukan tuntutan hukum ke jejaring sosial bentukan Mark Zuckerberg itu.

Menurut mereka, Facebook tidak memberikan informasi yang cukup terkait privasi, ketika calon pengguna Facebook mendaftar.

“Facebook menyembunyikan pengaturan default yang tidak ramah privasi di pusat privasinya dan tidak memberikan informasi yang cukup bagi pengguna, ketika mereka mendaftarkan akun”, jelas Heiko Duenkel, perwakilan VZVB.

Salah satu yang disorot adalah penggunaan Facebook mobile yang memperlihatkan lokasi penguna secara default, ketika mereka melakukan chatting.

VZBV menentang “kedermawanan” Facebook dalam membagi informasi pribadi yang tanpa sadar disetujui oleh pengguna, untuk menguntungkan perusahaan, alih-alih sesama pengguna Facebook.

Mereka menduga, Facebook menggunakan data pribadi pengguna untuk menarik iklan. VZBV juga menilai Facebook memberikan informasi yang menyesatkan, dengan mengatakan bahwa untuk mengakses platform tersebut tidak dipungut biaya. Kenyataannya, menurut VZBV, pengguna harus “membayar” dengan data pribadi mereka.

Menanggapi tuntutan tersebut, melalui perwakilannya, Facebook akan mengajukan banding.

Facebook mengatakan jika pihaknya telah melakukan beberapa perubahan untuk mematuhi peraturan hukum yang berlaku di Uni Eropa, sejak masalah ini dikulik pertama kali sejak tiga tahun  lalu.

Pihaknya mengatakan, perubahan privasi di wilayah Uni Eropa akan mulai berlaku pada Juni dan akan lebih ketat dibanding yang berlaku di tanah kelahirannya, Amerika Serikat.

“Kami telah bekerja keras untuk memastikan pedoman kami jelas dan mudah dipahami” jelas juru bicara Facebook

Ia pun menambahkan jika layanan yang ditawarkan Facebook sudah sesuai aturan yang berlaku.

Sebenarnya, membuat akun duplikat atau palsu di Facebook terbilang mudah.

Sebab inilah ada banyak akun abal-abal yang kerjanya menyebar spam.

Tapi seberapa banyak persisnya?

Di akhir dokumen laporan keuangannya untuk kuartal keempat tahun lalu yang dirilis pekan lalu, Facebook memperkirakan jumlah akun duplikat di jejaringnya mencapai kisaran sepuluh persen dari total pengguna aktif bulanan. Sementara, akun palsu diprediksi sekitar tiga  hingga empat persen.

Dengan kata lain, berhubung jumlah pengguna aktif bulanan Facebook telah melewati kisaran dua miliar, jumlah akun duplikat di Facebook mencapai ua ratus  juta, lalu akun palsu bisa berada di angka enam puluh juta.

“Kami meyakini persentase akun duplikat lebih tinggi di negara-negara berkembang seperti India, Indonesia, dan Filipina, ketimbang negara-negara maju,” tulis Facebook dalam laporannya.

Pengguna aktif bulanan Facebook per Januari lalu di Indonesia mencapai seratus tiga puluh juta, sejajar dengan Brazil yang berada dibawah Amerika Serikat.

Seperti ditulis  laman “bgr,  Facebook menjelaskan bahwa estimasi jumlah akun fiktif atau duplikat ini didasarkan dari tinjauan internal terhadap sejumlah akun sample.

“Boleh jadi jumlah akun duplikat yang sebenarnya menyimpang jauh dari estimasi kami,” lanjut Facebook.

Perusahaan jejaring sosial itu mendefinisikan akun duplikat sebagai akun lain yang dimiliki oleh pengguna sungguhan, di samping akun utama. Sementara, akun palsu dibagi dalam dua jenis.

Pertama, akun palsu yang dibikin pengguna karena salah kaprah, misalnya untuk binatang peliharaan atau bisnis yang semestinya berupa laman khusus, bukan profil personal.

Kedua, akun palsu yang secara sengaja dibuat untuk melakukan pelanggaran aturan, seperti spamming.

Seiring waktu berjalan, jumlah pengguna aktif harian Facebook biasanya selalu mengalami kenaikan.

Namun, dalam laporannya, untuk pertama kalinya terjadi penurunan. Hal ini khusus terjadi di wilayah Amerika Serikat dan Kanada yang menjadi pasar penting.

Penurunan tersebut tampak kontras dibandingkan kuartal-kuartal terdahulu yang selalu menunjukkan peningkatan jumlah DAU. Tak jelas apa yang mengakibatkan turunnya angka DAU Facebook di AS dan Kanada.

Seperti ditulis laman “recorde,” beberapa tahun belakangan Facebook memang ramai didera isu maraknya peredaran berita palsu, khususnya terkait kampanye presiden AS dan intervensi Rusia lewat jejaring sosial.

CEO Mark Zuckerberg sendiri berujar bahwa pihaknya berusaha membuat pengguna agar tak terlalu banyak menghabiskan waktu di Facebook.

Caranya, menurut Zuckerberg, antara lain adalah dengan mengubah algoritma news feed agar menampilkan lebih sedikit video viral.

Perubahan arah yang dilakukan oleh Facebook diperkirakan bakal menurunkan angka pendapatan.

Sebagian besar penghasilan Facebook berasal dari iklan. Sementara, jumlah penayangan iklan berbanding lurus dengan waktu yang dihabiskan pengguna di jejaring sosial tersebut.

Komentar